spot_img

Keunikan Persalinan Zaman Batak Toba Kuno

NINNA.ID – Jauh sebelum suku Batak mengenal persalinan secara medis seperti sekarang ini, masyarakat suku Batak sudah mengenal Si Baso, seseorang yang mempunyai keahlian dalam membantu persalinan kaum ibu. Dalam praktiknya, proses membantu persalinan ini sangat sarat dengan ritual Batak Toba.

Si Baso juga diyakini mampu mengetahui posisi bayi di dalam kandungan hanya dengan memegang perut seorang ibu yang mengandung. Dan katanya, melalui indra keenam, dia akan mengetahui apabila ada kelainan yang terjadi pada bayi dalam kandungan.

Semisal ketika posisi si bayi dalam kandungan sunsang, Si Baso mampu mengembalikan posisi bayi menjadi normal. Dalam proses perbaikan ini, biasanya Si Baso akan mengetahui kapan si ibu akan melahirkan.

Namun adakalanya Si Baso menemui kesulitan dalam membantu proses persalinan. Jika si bayi sangat sulit untuk dilahirkan, maka Si Baso pun akan memanggil orang pintar (datu) untuk menolongnya.

Setelah Si Datu melihat kondisi dari ibu yang sulit melahirkan, dia pun akan meracik obat yang bernama Salusu. Cara pembuatan salusu ini pun bermacam-macam, tergantung dari orang pintar tersebut. Ada yang dikenal dengan sebutan Siuntul ransang.

Pada prosesnya, setelah salusu ini selesai diracik, Si Datu lalu martonggo (melantunkan doa) sambil menghentakkan kakinya ke lantai. Ajaibnya, dengan segera si bayi akan keluar dari rahim dengan selamat.

TERKAIT  Peletakan Batu Ojahan (Batu Pertama)

Ada kalanya juga salusu-salusu yang diracik ini tidak berfungsi maka akan dicari lagi orang pintar, tentu dengan keahlian yang berbeda juga. Sesuai penuturan nenek moyang terdahulu ada juga orang pintar yang hanya martonggo (melantunkan doa) saja sambil mengoles-oleskan tangannya ke sebuah sendok nasi yang terbuat dari tempurung kelapa (sonduk), dan si bayi pun akan langsung lahir.

Keunikan yang berikutnya adalah, setelah si bayi lahir, alat memotong tali pusarnya adalah sambilu bukan gunting atau benda lain. Sambilu sebuah potongan kulit bambu yang sangat tajam.

Setelah zaman berkembang, Si Baso dan Datu pangurupi sudah jarang ditemui. Salusu hampir tidak dikenali lagi bentuknya.

Saat ini kaum ibu yang akan melahirkan akan dibantu oleh para medis melalui dokter bedah sipesialis kandungan. Dan juga, kaum ibu sekarang tidak lagi mengenal jimat yang harus dipunyai ketika hendak melahirkan yaitu, Si Pangaraison.

 

Penulis   : Aliman Tua Limbong
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU