Kenapa di Uang Kertas Selalu Ada Gambar Pahlawan?

BERSPONSOR

Kenapa di uang kertas selalu ada gambar Pahlawan? Tahu gak alasannya?

Well, Bank Indonesia mengungkapkan alasannya lewat situsnya. Bank Indonesia menghargai para pahlawan yang telah berjasa terhadap Indonesia.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”, demikian ungkapan bijak Bung Karno saat berpidato pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 1961.

Kata-kata tersebut menjadi acuan bagi Bank Indonesia untuk memutuskan memajang gambar-gambar para pahlawan di banyak uang kertas.

BERSPONSOR

Nama para pahlawan tak hanya menghiasi lembaran sejarah, tetapi juga di lembaran uang rupiah.

Di setiap uang rupiah, selain sebagai alat pembayaran, tersemat makna dan narasi kebangsaan.

Gambar-gambar yang disajikan mulai dari sosok pahlawan, kebudayaan, hingga flora dan fauna tidak saja merupakan hasil karya seni rupa adiluhung dan estetis, tetapi juga merepresentasikan berbagai simbol dan identitas keindonesiaan. Hal itu pula yang telah menghiasi berbagai uang rupiah terbitan Bank Indonesia.

Gambar Pahlawan Pertama
Lantas, siapakah sosok pahlawan yang ditampilkan dalam uang terbitan pertama Bank Indonesia?

BERSPONSOR

Pahlawan tersebut adalah Kartini dan Diponegoro. Siapa yang tak kenal Kartini. Pahlawan yang lahir pada 21 April 1879 ini dikenal sebagai tokoh emansipasi perempuan di Indonesia.

Di masanya, Kartini muncul dengan semangat baru: semangat kebebasan, kesetaraan, modernisasi, dan anti-feodalisme. Pikiran-pikirannya yang ia tuliskan lewat surat-surat, mencoba mengimajinasikan dan mendefinisikan apa yang kemudian menjadi Indonesia.

Kumpulan surat Kartini lalu diterbitkan di Belanda dalam bentuk buku dengan judul Door Duisternis Tot Licht dan diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

TERKAIT  Indeks Harga Konsumen pada November Terkendali

Kartini muncul di uang kertas pecahan Rp5 pada 1952 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia setelah ditetapkan sebagai bank Sentral.

- Advertisement -

Saat itu, Bank Indonesia sedang mempersiapkan kelahirannya setelah menasionalisasi De Javasche Bank sejak 1951. Lantaran undang-undang tentang Bank Indonesia baru lahir pada 1953, maka uang kertas emisi 1952 tersebut baru resmi diedarkan pada 2 Juli 1953.

Di bagian utama uang tersebut terdapat gambar R.A. Kartini dengan ukiran stilisasi dua burung dan motif kelok paku yang mengelilingi bagian tengah sehingga menyerupai bingkai.

Sedangkan, di bagian belakang terdapat gambar pohon kalpataru atau pohon kehidupan yang diapit oleh stilisasi dua ekor ular serta ornamen dekoratif perpaduan garis-garis yang membentuk seperti kipas terkembang.

Masa penggunaannya sekitar sembilan tahun karena ditarik oleh Bank Indonesia pada 1961. Gambar Kartini kembali muncul di bagian depan uang kertas nominal Rp10.000 tahun emisi 1985.

Negara Luar Juga
Tidak hanya Indonesia atau Bank Indonesia saja, Bank Sentral lainnya juga kerap menampilkan gambar pahlawan dalam uang kertas mereka.

Misalnya, dalam lembaran uang kertas 100 dolar Amerika Serikat terpampang gambar mantan Presiden Amerika Serikat yakni Benjamin Franklin. Ia juga dikenal sebagai Bapak Pendiri Amerika.

Demikian pula dengan Ringgit Malaysia yang tiap uang kertasnya menampilkan Tuanku Abdul Rahman Tuanku Muhammad dari Negri Sembilan.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU