Keberadaan Anjing di Jalan Terlebih di Destinasi Wisata, Tingkatkan Risiko Kecelakaan

BERSPONSOR

Samosir, Simalungun, NINNA.ID-Korban kecelakaan akibat anjing berkeliaran di jalan terus meningkat. Rata-rata korban cedera atau mengalami luka-luka karena terjatuh setelah menabrak atau demi menghindari anjing yang berkeliaran di jalan.

Kecelakaan sering terjadi justru di destinasi-destinasi wisata yang ada di seputaran Kawasan Danau Toba. Misalnya, baru-baru ini terjadi kecelakaan di sekitar Desa Buhit, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir.

Kejadian bermula saat pengendara sepeda motor hendak melintas dari arah Kota Pangururan menuju Desa Parbaba. Mendadak seekor anjing muncul di depan si pengendara. Pengendara bereaksi spontan dengan mengerem mendadak demi menghindari tabrakan.

Akan tetapi, tindakan rem mendadak justru menyebabkan si pengendara kehilangan kendali. Akibatnya, si pengendara dan boncengannya terpental dengan kondisi sepeda motor masih dalam keadaan hidup.

BERSPONSOR

Keduanya luka berat di bagian kaki hingga tangan dan seluruh badan. Celana panjang yang keduanya kenakan bahkan robek akibat tergeros atau terseret-seret saat keduanya jatuh ke aspal.

Seorang guru bernama Susana Manihuruk yang berdomisili di Desa Lumban Suhi-Suhi sudah dua kali luka berat di bagian kaki dan lutut.

Ia jatuh dari sepeda motornya usai mengerem mendadak demi menghindari anjing. Kejadian pertama di Sibatu-batu Desa Marlumba. Kejadian kedua di Desa Dosroha Kecamatan Simanindo, Samosir.

Kedua kejadian tersebut menurutnya patut menjadi perhatian bagi pemerintah dan pemilik anjing untuk tidak membiarkan hewan peliharaan mereka dilepas di sekitar jalan besar maupun di tempat-tempat wisata yang sering didatangi banyak orang.

BERSPONSOR

“Janganlah dibiarkan atau dilepas di jalan. Apalagi Samosir ini kan jadi tujuan wisata. Sering-sering tamu datang naik mobil dan sepeda motor. Bahaya sekali anjing jika dilepas di jalan. Sayalah salah satu yang jadi korban. Sudah dua kali jatuh dari sepeda motor karena mengerem supaya tidak menabrak anjing,” jelas Susana Manihuruk, guru di SDN 24 Cinta Dame, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir.

Hal senada juga disampaikan oleh Manda Simatupang, yang sehari-harinya melayani wisatawan yang singgah ke Café Bagus Taksi di Pelabuhan Tigaraja Simalungun. Rata-rata wisatawan ingin menyebrang menuju Pulau Samosir melalui Pelabuhan Tigaraja, Simalungun.

TERKAIT  Gila! Semakin Canggih, AI Diprediksi Beralih ke AGI

Ia mengatakan belum lama ini seorang pengguna sepeda motor jatuh demi menghindari anjing yang melintas di depannya. Tidak hanya jatuh, ia pun tertimpa minuman panas yang saat itu hendak ia antar ke suatu tempat.

Anjing-anjing tidak hanya berkeliaran di Pelabuhan atau Pasar Tigaraja. Nyaris di tiap sudut Kota Parapat dan bahkan di Desa Wisata Tigarihit, para pemilik anjing membiarkan anjing mereka di jalan.

- Advertisement -
kecelakaan akibat anjing3
Kotoran-kotoran anjing juga sering ditemukan di tengah jalan. Kondisi tersebut memperburuk keadaan Kota Parapat yang sudah kumuh akibat sampah berserak di sejumlah tempat. (foto: Damayanti)

Kotoran-kotoran anjing juga sering ditemukan di tengah jalan. Kondisi tersebut memperburuk keadaan Kota Parapat yang sudah kumuh akibat sampah berserak di sejumlah tempat.

Arahan Bupati Tidak Dijalankan

Sekalipun Bupati Samosir pernah mengeluarkan arahan agar masyarakat tidak membiarkan hewan atau ternak peliharaan dilepas, arahan tersebut tidak dijalankan serius oleh masyarakat.

Menurut salah seorang pengusaha yang cukup sering memerhatikan dan menyampaikan kritik tentang Samosir, Pemerintah Kabupaten Samosir harus lebih tegas.

“Kalau masyarakat mah umumnya cuek dengan aturan. Tapi kalau dinas-dinas tegas dan mau menjalankan dengan dasar surat putusan dari Bupati, warga akan nurut kok. Unsur-unsur di bawah Bupati ini tidak bekerja dengan baik. Kepala desa kan masih unsur dari pemerintahaan, tindak tegaslah kepala desa yang tidak menjalankan. Secara bertahap dicek oleh dinas-dinas terkait. Kalau cuma sekedar surat edaran tanpa dikawal oleh bawahannya, warga mana mau gubris!” jelas Ucok, pengusaha Tahu Kuning Balige.

kecelakaan akibat anjing
Anjing yang berkeliaran juga memperkumuh keadaan tempat wisata akibat kotoran dan sampah yang kerap dikorek di tempat sampah (foto: istimewa)

Ia menambahkan, kasus anjing berkeliaran ini juga perlu disuarakan oleh Dinas Pariwisata. Soal hewan peliharaan seperti anjing harus segera dibuat peraturan tegas.

“Angkut paksa bila ada anjing berkeliaran di jalanan. Sama seperti waktu aturan tembak babi yang berkeliaran. Di awal pasti dapat tentangan dari berbagai pihak. Tapi setelah dijalankan dan dirasakan dampak baiknya, pasti warga akan dukung dan merasa tidak nyaman bila ada hewan berkeliaran,” tandas Ucok.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU