spot_img

Bahasa Batak Pengantar Pariwisata di Danau Toba

NINNA.IDDanau Toba. Rasanya tidak perlu lagi dijelaskan apa dan bagaimana danau yang satu ini. Selain terluas di Asia Tenggara, danau ini selalu membuat banyak mata kagum akan keindahannya. Sangat wajar jika pemerintah menjadikan Danau Toba, sebagai salah satu Destinasi Super Prioritas di Indonesia.

Sebagai salah satu Daerah Super Prioritas, pemerintah membentuk sebuah lembaga khusus untuk mengembangkan Pariwisata Danau Toba yaitu Badan Pelaksana Otorita Danau Toba.

Banyak program sedang berjalan dan terealisasi, yang dilaksanakan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba. Baik itu berupa pelatihan, pemberdayaan dan pembangunan infrastruktur. Semuanya itu memang sangat penting, guna meningkatkan kualitas destinasi pariwisata.

Pariwisata berhubungan erat dengan wisatawan, baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara atau sering disebut masyarakat sebagai turis.

Hubungan wisatawan dengan masyarakat lokal, akan melahirkan suatu peristiwa yang disebut sebagai kontak budaya. Kontak budaya pertama yang terjadi adalah komunikasi. Komunikasi antara wisatawan dan masayarakat lokal, tentu berhubungan erat dengan bahasa.

Selama ini, masyarakat dituntut untuk lebih beradaptasi dengan bahasa wisatawan mancanegara. Mengapa kita harus tetap berpijak pada prinsip itu, padahal kita bisa membuat wisatawan beradaptasi dengan bahasa masyarakat lokal.

Tidak semua masyarakat Batak di pinggiran Danau Toba, memiliki kualitas pendidikan formal yang baik. Jadi, mempelajari bahasa asing, agar bisa berkomunikasi dengan wisatawan mancanegara, akan membutuhkan waktu yang lama. Itu pun, tak sedikit yang menolak untuk mempelajari bahasa asing, karena sebagian orang tua menganggap hal itu sudah terlambat.

Beruntung, orang Batak memang memiliki karakter keras, dalam arti semangat bekerjanya dan terbuka untuk berbicara apa yang sedang dirasakan. Begitu juga tentang respon terhadap tamu, baik itu wisatawan maupun bukan wisatawan, masyarakat Batak menerima dengan baik.

TERKAIT  Sinaga - Situmorang: Siapa Si Abangan?

Komunikasi dengan bahasa Batak, saat berkunjung ke daerah Batak sangat cepat mengikat sebuah ikatan emosional. Mungkin bukan hanya untuk bahasa Batak, daerah mana saja di nusantara ini apabila dijalin komunikasi dengan bahasa lokal akan lebih mudah terjalin ikatan emosional. Tentunya hal ini akan membuat masyarakat lokal, menyambut para wisatawan dengan lebih baik lagi.

Hal ini mungkin terlihat sepele, tapi paparan diatas sudah sering dialami penulis ketika berwisata atau melakukan penelitian ke daerah Batak. Komunikasi dengan menggunakan bahasa masyarakat lokal, meskipun sekata dua kata tetapi sangat memengaruhi respon masyarakat.

Buku Petunjuk Bahasa Batak
Bagaimana cara wisatawan mancanegara belajar bahasa lokal? cara mudahnya adalah dengan buku petunjuk. Buku petunjuk yang dimaksud adalah kamus bahasa Batak yang berisikan bahasa Batak, Indonesia dan Inggris.

Untuk lebih memudahkan wisatawan asing, dalam buku saku ini, alangkah lebih baik dibuat pertanyaan beserta opsi jawaban yang sering terucap dalam berwisata. Tentunya hal ini akan memudahkan wisatawan untuk menggunakan bahasa lokal, dan wisatawan mancanegara bisa belajar otodidak berbicara bahasa Batak.

Keuntungan yang didapat, saat wisatawan mancenegara membawa kamus tersebut ke negara mereka, bahasa Batak semakin dikenal orang luar. Saat kamus bahasa Batak itu berada di negara lain, tentunya itu akan menjadi sebuah referensi mereka untuk mengembangkan bahasa Batak di negara wisatawan tersebut.

 

Penulis  : Danri Saragih
Editor     : Mahadi Sitanggang

Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul “Bahasa Lokal Batak Guna Meningkatkan Kemajuan Pariwisata Danau Toba”, https://www.kompasiana.com/danrisaragih/6196587206310e6ccf77cd02/bahasa-lokal-batak-guna-meningkatkan-kemajuan-pariwisata-danau-toba?page=all#section1

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU