Jeruk Kingtown Hasil Bumi Simalungun Dijadikan sebagai Oleh-Oleh Khas Danau Toba Rombongan Tamu Batak Centre

NINNA.ID-Jeruk Kingtown hasil bumi Simalungun dijadikan sebagai oleh-oleh khas Danau Toba rombongan tamu Batak Centre.

Jeruk Kingtown merupakan jeruk yang berasal dari kebun milik Jehabani Siregar. Lokasi kebun berada di Daerah Nagori Hutaraja Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.

Sebenarnya, ada banyak hasil bumi yang dapat dijadikan khas Danau Toba. Namun, dari sekian banyak pelaku UMKM, hanya beberapa saja yang siap mengemasnya dalam bentuk produk siap jadi.

Diberikan kemasan menarik, harga bersaing, dan tersedia saat dibutuhkan.

Jehabani Siregar membuat kemasan oleh-oleh ini bersifat informatif. Di kemasan ditulis berapa berat bersih, kontak atau sosial media yang bisa dipantau oleh para wisatawan dan hal lainnya di kemasan tersebut.

Untuk pemesanan dapat menghubungi contact person 0813-1888-1867.

Jeruk Kingtown merupakan salah satu dari banyak produk UMKM yang dilirik oleh panitia Batak Centre untuk disajikan kepada para tamu.

Untuk harga 2kg dibanderol Rp50.000. Bukan berarti harga 1kg disimpulkan menjadi 25ribu sekilo.

BERSPONSOR

Sudah tentu, biaya packing turut menambah biaya. Kemasan Kingtown Orange menarik. Menggambarkan icon Simalungun, Danau Toba kepada para wisatawan.

Oleh-Oleh Khas
Jadi, sekiranya sobat Ninna ingin mencari oleh-oleh khas berupa hasil bumi dari Kawasan Danau Toba, Kingtown Orange salah satu rekomendasi.

Jeruk Siam
Pegawai Dinas Pertanian Simalungun boru Saragih menjelaskan informasi mengenai hasil bumi Simalungun kepada para pengunjung di Pekan Raya Sumatera Utara belum lama ini. (Foto: Damayanti)

Simalungun Penghasil Jeruk
Beberapa tamu Batak Centre mengakui Jeruk Kingtown manis dan harganya cukup terjangkau.

Apalagi oleh-oleh ini harus diantar dari Kecamatan Purba menuju Mess Pemprovsu Pora-Pora Simalungun, lokasi dimana para rombongan menginap.

- Advertisement -
TERKAIT  HUT ke-77 TNI, Koramil 17 Balige Bantu Korban Gempa Taput

Selama ini banyak orang berkesimpulan Karo merupakan penghasil komoditas jeruk di Sumatera Utara.

Akan tetapi, data menunjukkan Kabupaten Simalungunlah yang memproduksi terbanyak jeruk di antara semua kabupaten di Sumatera Utara.

Dalam setahun, Kabupaten Simalungun dapat memproduksi 117.470 ton jeruk siam. Daerah penghasil jeruk siam terbesar di Simalungun yakni Kecamatan Silimakuta mencapai 84.000 ton.

Jeruk siam atau jeruk keprok, durian dan pisang merupakan komoditas buah terbesar di Simalungun, ungkap Publikasi Simalungun Dalam Angka 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Simalungun baru-baru ini.

Belum lama ini, pegawai Dinas Pertanian Simalungun yang menjaga Paviliun Simalungun di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) menyatakan jeruk merupakan komoditas buah terbesar di Simalungun.

“Pusat penghasil jeruk terbesar itu di Simalikuta. Posisinya Simalikuta itu dekat dengan Kabanjahe, Merek. Memang kesana dijual. Makanya orang pikir itu hasil dari Kabupaten Karo karena disana diperdagangkan. Padahal itu dari Simalungun,” terang Hutasoit, Pegawai Dinas Pertanian Simalungun belum lama ini Ninna jumpai di PRSU.

Setelah jeruk siam, komoditas buah terbesar kedua yakni durian. Produksi durian mencapai 2.740 ton per tahun.

Produksi durian terbesar terdapat Kecamatan Silou Kahean dan Raya Kahean yaitu 460 ton. Komoditas buah terbesar ketiga yakni pisang.

Produksi pisang mencapai 1.842 ton dan terbesar di Kecamatan Raya Kahean yaitu 266 ton.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU