Jauhi Semangat Eksploitasi, Hidup Ramah Lingkungan untuk Indonesia Asri

BERSPONSOR

NINNA.ID-Manusia adalah makhluk paling berbahaya di bumi. Perusak hutan paling dahsyat adalah manusia. Tidak ada makhluk lain selain manusia yang mampu merusak lingkungan begitu parah.

Sekalipun ada binatang yang dikategorikan paling berbahaya di bumi, tindakan manusia mengeksploitasi bumi paling membahayakan kelangsungan kehidupan di bumi.

Pembuang limbah terbanyak juga manusia.

Sekalipun telah diberikan akal sehat yang membuatnya berbeda dari binatang, tapi di banyak tempat, manusialah pelaku kerusakan lingkungan.

BERSPONSOR

Semangat untuk meraup keuntungan dengan mengeksploitasi alam menjadi biang kerok kerusakan lingkungan.

Akan tetapi, eksploitasi yang semula ditujukan guna mendatangkan keuntungan justru merugikan atau bahkan menghancurkan kehidupan yang ada di bumi.

hutan hujan
Semangat untuk meraup keuntungan menjadi penyebab utama kerusakan lingkungan (foto: istimewa)

Perubahan Perilaku

Teori mungkin mudah. Praktek sangat susah. Untuk mewujudkan Indonesia asri tidak bisa sekadar diucapkan.

BERSPONSOR

Untuk mengubah agar suatu lingkungan bisa menjadi asri dituntut perubahan perilaku dari semua pihak. Terutama perubahan hati.

Tidak semangat untuk mengeksploitasi sumber daya alam yang ada, terutama kegiatan yang dapat merusak lingkungan.

Sebisa mungkin hidup ramah lingkungan. Ramah maksudnya tidak menimbulkan kerusakan masif pada lingkungan.

Perlu ditunjukkan lewat sikap dan tindakan kita sehari-hari demi Indonesia asri.

- Advertisement -

Saat membeli kebutuhan, apakah kita akan berupaya agar kebutuhan tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada lingkungan?

Misalnya, daripada harus beli mobil pribadi, kita dapat menggunakan transportasi umum.

Saat berbelanja di pasar, bisakah kita menggunakan keranjang atau tas dari rumah ketimbang segala barang yang kita beli dibungkus dengan plastik.

Bisakah kita meminimalkan penggunaan plastik dan kertas?

Sikap dan tindakan yang ramah terhadap lingkungan dibuktikan dari upaya kita mengurangi aktivitas yang menimbulkan polusi maupun menghabiskan sumber daya dengan boros.

TERKAIT  Koalisi Perubahan Batal, Demokrat dan PKS Digoda Partai Lain Tinggalkan Nasdem

Selain itu, upaya kita untuk mendaur ulang atau setidaknya memilah-milah sampah yang dapat didaur ulang guna mendukung keasrian lingkungan.

Tidak bisa hanya teori. Semua harus menjadi kebiasaan. Kita berusaha komitmen untuk mengubah pola hidup ramah lingkungan. Sebab kesehatan kita sangat bergantung dengan lingkungan kita.

Hidup Sederhana

Pola hidup sederhana juga dapat membuat lingkungan menjadi lebih asri. Tantangan terbesar untuk mengubah pola ini adalah kita sering diajarkan untuk selalu memenuhi keinginan kita. Padahal sikap ini susah sangat bertolak belakang dengan pola hidup sederhana.

Sikap gemar membeli dan membuang salah satu pemicu banyak sampah. Bukan berarti kita sama sekali tidak boleh membeli dan membuang benda-benda yang sudah kita tidak dipakai. Akan tetapi, yang tidak baik adalah gemar membeli dan membuang.

Sebelum membeli, apakah kita sudah benar-benar berpikir, apakah barang tersebut benar-benar kita butuhkan. Jika itu sekadar keinginan dan bukan kebutuhan, sebaiknya kita tidak perlu membelinya.

Sebelum membuang, apakah kita yakin benda tersebut tidak dibutuhkan ke depannya.

Atau adakah seseorang yang membutuhkan barang tersebut? Misalnya, daripada membuang lemari plastik yang sudah usang. Bisakah kita memberikannya botot atau orang yang mungkin membutuhkannya?

Menjalankan pola hidup sederhana tidak mudah. Karena banyak orang lebih senang terlihat menonjol daripada sederhana. Tapi demi lingkungan sehat berkesinambungan, kita perlu aksiasri365 ini.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU