spot_img

Jamar’s Point, Usaha Kreatif Anak Desa Sigaol Simbolon

Eat, drink and relax. Demikian kalimat singkat yang tertangkap mata saat hendak memasuki ruangan balkon Jamar’s Point. Sebuah usaha kreatif coffee shop yang ada di desa di belahan Selatan Pulau Samosir,  kawasan destinasi super prioritas Danau Toba. Tempatnya terletak di Desa Sigaol Simbolon, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Nuansa putih dipadu dengan mobiler model minimalis, adalah pendangan pertama yang bisa dirasa, ketika hendak memilih tempat duduk untuk sejenak rileks sembari mengopi. Kemudian dekorasi interior yang tidak terlalu jumawa, namun serasi dengan balutan pernik-pernik hiasan kekinian, membuat pengunjung merasa menemukan tempat yang pas buat bersantai. Demikian kesan pertama yang di tangkap NINNA saat menyambangi Jamar’s Point beberapa hari yang lalu.

Coffie shop yang digawangi Pretty Simbolon ini, tergolong masih baru. Namun mengusung banyak mimpi, karena semangat pendiriannya berlumur idealisme seperti pikiran banyak orang muda umumnya.

Mengambil tempat persis di pinggir bukit Pintu Batu, dan menghadap ke perairan Danau Toba, membuat tempat ini layak menjadi pilihan setiap pengunjung yang berwisata ke Samosir. Sembari menyeruput kopi, mata akan dimanjakan dengan kecantikan view alam yang terpampang di balik kaca.

Di kejauhan, dengan bebasnya mata akan bisa melihat lembah Sihotang nan elok, ditingkahi landscape persawahan dan perbukitan di dinding Pulau Sumatera yang nakal, membius mata. Belum lagi dengan penampakan kapal-kapal kecil yang lalu lalang di atas danau, menimbulkan garis membelah sisik permukaan air, seolah ingin menukilkan kata, welcome guys.

Dari dulu saya bercita-cita ingin mendirikan sebuah usaha kreatif di kampung halaman, di tanah orang tua saya. Bukan di kota atau di negeri orang. Sebab saya ingin menunjukkan kepada orang muda di desa, bahwa di sini pun bisnis memiliki prospek, asal dikelola dengan hati,” demikian wanita muda lulusan salah satu perguruan tinggi di Jakarta ini dengan penuh percaya diri.

Pretty ingin mengedukasi penduduk desa, bahwa di desanya banyak potensi yang boleh diolah dan dipoles menjadi bahan usaha yang menjanjikan, seperti buah dan sayuran yang boleh diolah menjadi minuman dan panganan. Ada bebatuan atau jenis kayu-kayuan yang cocok dijadikan bahan souvenir.

TERKAIT  Ulos dan Kopi Masih Andalan Dekranasda Samosir

NINNA melihat, memang berjarak 10 meter dari Jamar’s Point tampak sebuah kios souvenir yang barangnya didatangkan dari hasil buatan masyarakat sekitar.

“Jadi, silahkan mereka para orang muda menitipkan barangnya di sini tanpa sewa. Nanti kalau sudah terjual, sang pemilik barang segera kita info sekaligus menyetorkan uangnya ke mereka. Kita sediakan tempat pemasaran bagi teman-teman,” demikian lebih lanjut perempuan single ini menuturkan jalan pikirannya.

Jamar's Point
Coffee Shop Jamar’s Point di Desa Sigaol Simbolon Kabupaten Samosir.(Foto/NINNA)

Saat hendak menyelesaikan tegukan terakhir kopi Jamar’s pesanan NINNA, terlihat beberapa anak sesusia sekolah dasar, masuk dan mengambil tempat di meja samping, kemudian serta merta membuka hape dan buku masing-masing. Diperoleh penjelasan, rupanya coffee shop ini juga memberi tempat dan fasilitas WIFI kepada anak-anak desa yang ingin mengerjakan tugas atau belajar daring di masa pandemi Covid-19. Mengesankan.

Dari daftar menu yang ada, tampak usaha kreatif yang didirikan pada Januari 2021 lalu, menembak pangsa pasar kaum milenial dan wisatawan. Sebagaimana diungkapkan oleh perempuan pengusaha muda ini, bahwa dia sangat yakin dunia pariwisata Danau Toba dan Kabupaten Samosir akan berkembang ke depan. Membuatnya tidak sedikit pun ragu untuk mempraktikkan semua ilmu dan pengalaman yang diperolehnya selama lebih dua tahun bekerja di Bali. Buktinya, sejak beroperasi hingga hari ini usahanya masih bisa bertahan dan cash-flow.

“Lihat tulangah nanti. Selepas pandemi ini, bisnis pariwisata kita akan melejit dan pasti akan ramai kembali,” pungkasnya.

Jamar's Point
Wah, si abang cari inspirasinya dari sini, di Jamar’s Coffee.(Foto/NINNA)

Jamart’s Point, sebuah usaha kreatif desa yang tampilan dan tata kelolanya yang menjanjikan, boleh untuk anda sambangi. Cukup berkendaraan sekitar 15 menit dari pusat Kota Pangururan, mengarah ke Barat Daya, dengan mengikuti jalan raya lingkar Samosir, maka anda segera akan sampai di coffee shop ini. Cantik namanya, ramah ownernya, indah pemandangannya, dan enak sajiannya. Salam secangkir kopi dari NINNA.

 

Penulis : Mister O
Editor : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU