spot_img

Jalan Panjang Kampung Girsang Menuju Desa Wisata

SIMALUNGUN – Desa atau Kampung Wisata jadi istilah populer di Kawasan Danau Toba sejak Presiden Jokowi bercita-cita menjadikan desa sebagai tujuan wisata. Kaldera Toba juga menjadi sorotan sejak mendapat pengakuan dari UNESCO sebagai Taman Bumi (Geopark). Karena kedua hal tersebut, sejumlah desa di kawasan Danau Toba berusaha untuk menggali potensi desa masing-masing.

Salah satu dari desa yang sedang berbenah adalah Kampung Girsang di Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun. Desa ini dinilai layak dijadikan sebagai kampung wisata karena memiliki potensi daya tarik wisata baik bersifat fisik berupa potensi alamnya maupun non fisik berupaya warisan budaya.

Adalah Kelompok Tani Hutan (KTH) Harangan dan Pokdarwis Harangan Nauli yang melihat potensi ini dengan konsep Ekowisata. Belakangan diberilah nama Ekowisata Harangan Girsang Paradise (HGP). Selama 2 tahun terakhir, KTH Harangan dan Pokdarwis Harangan Nauli membenahi Dolok Sirikki sebagai titik permulaan destinasi ekowisata ini.

Akhir Desember 2021, Pokdarwis Harangan Nauli membuka destinasi ini untuk umum. Sejak dibuka hingga Januari 2022, lebih dari 200 pengunjung tercatat. Ada kunjungan wisatawan, kunjungan pelaku usaha perjalanan, dan instansi pemerintahan. Salah satu kunjungan pemerintahan yang penting, yakni dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada akhir 2021.

Dalam kunjungannya, Sub Koordinator Area I A Kemenparekraf Andhy Marpaung mengusulkan, sebelum adanya bantuan pemerintah untuk pengembangan fasilitas sarana dan prasarana, harus ada kesepakatan khususnya dengan pemilik lahan. Setelah itu akan ada peninjauan sebelum pembangunan dimulai tahun 2023.

Desa Wisata Girsang 2
Potensi alam Harangan Girsang Paradise di Girsang Sipangan Bolon Simalungun.(foto:damayanti)

Susun Masterplan
Usai peninjauan bersama Tim USU dan KPH 2 Siantar pada Februari lalu, Kemenparekraf menggelar Fokus Group Discussion (FGD) di Hotel Atsari Parapat, Selasa 29 Maret 2022. untuk menyusun masterplan dan siteplan Ekowisata HGP. Hadir sejumlah pihak di antaranya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Simalungun, BAPPEDA Simalungun, Dinas Penataan  Ruang, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagori, KPH Wilayah 2, tokoh masyarakat dan tokoh adat di Girsang, KTH Harangan, Pokdarwis Harangan dan Karang Taruna.

Direktur Pengembangan Destinasi I, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf, Harwan Ekoncahyo menjelaskan, penyusunan masterplan dan siteplan ini sebagai bentuk dukungan penuh terhadap upaya peningkatan kualitas dan kuantitas destinasi pariwisata khususnya di Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.

TERKAIT  Potensi Sungai Lae Kombih untuk Latihan Arung Jeram

“FGD ini untuk menyusun masterplan dan siteplan Ekowisata Girsang Kecamatan Girsang Sipangan Bolon Kabupaten Simalungun di Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba,” kata Harwan Ekoncahyo saat membuka acara.

Harwan mengatakan, sarana dan prasarana merupakan salah satu indikator penting dalam pengembangan destinasi pariwisata. Kelengkapan sarana dan prasarana tersebut akan ikut menentukan keberhasilan suatu daerah menjadi daerah tujuan wisata.

Berdasarkan pengalaman dan pemantauan dalam mendampingi proses pengajuan dukungan dana alokasi khusus (DAK) oleh daerah, banyak ditemui daerah tidak memiliki masterplan daya tarik wisata yang layak sebagaimana mestinya – Harwan

Senada dengan Harwan, Andhy Marpaung menambahkan, Kemenparekraf menemui fakta terjadinya tumpang tindih dukungan dari lintas organisasi perangkat daerah atau lintas lembaga pada suatu destinasi. Hal tersebut terjadi akibat tidak adanya  proses sinkronisasi dan harmonisasi dalam perencanaannya.

Kemenparekraf telah memiliki pedoman masterplan daya tarik wisata. Dokumen tersebut dapat menjadi referensi dalam menyusun masterplan. Pada tahap memasuki fase FGD perlu mendengarkan dengan saksama konsep pengembangan dari para tenaga ahli. Kemenparekraf menyaring masukan, kritik membangun dan harmonisasi perencanaan yang mungkin bersinggungan dengan tugas dan fungsi dari stakeholder terkait lainnya.

Usai FGD ini, nantinya tim tenaga ahli akan mempertajam masterplan dan siteplan sesuai dengan masukan pada hari tersebut lalu memfinalisasikannya. Pada kesempatan akhir Mei mendatang, Kemenparekraf akan kembali untuk melaksanakan sosialisasi hasil akhir dari penyusunan masterplan dan siteplan Ekowisata Harangan Girsang.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simalungun, M. Fikri Damanik, menyambut baik terkait program Kemenparekraf ini dan akan merealisasikan pembangunan fasilitas sarana dan prasarana di destinasi ekowisata Girsang melalui DAK Fisik Bidang Pariwisata setelah selesainya dokumen masterplan dan siteplan.

Dukungan dari tokoh masyarakat dan tokoh adat sangat diharapkan sekali demi kesuksesan pengembangan destinasi ekowisata Girsang ini dengan kolaborasi serta kerjasama yang baik berbagai unsur dalam masyarakat seperti KTH Harangan Girsang, Pokdarwis, Karang Taruna dan perangkat kelurahan.

 

Penulis   : Damayanti Sinaga
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU