Ini Tuntutan 5 Terdakwa Kasus Pembunuhan Brigadir J

BERSPONSOR

NINNA.ID – Para terdakwa pembunuhan berencana Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J telah menjalani sidang tuntutan. Hanya untuk sidang tuntutan kelima terdakwa berlangsung selama tiga hari di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Sesuai tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), kelima terdakwa dinilai jaksa terbukti bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan terhadap Yosua yang direncanakan terlebih dahulu sebagaimana diatur dan diancam dalam dakwaan Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 Ayat (1) ke 1 KUHP.

Ini rangkuman tuntutan kelima terdakwa kasus dugaan pembunuhan berencana Brigadir J.

1. Kuat Ma’ruf
Terdakwa pertama yang menjalani sidang tuntutan adalah asisten rumah tangga (ART) Ferdy Sambo, Kuat Ma’ruf.

BERSPONSOR

Dalam sidang yang digelar, Senin (16/1/2023), Kuat dituntut pidana penjara 8 tahun. Dia dinilai menyebabkan hilangnya nyawa Yosua dan menimbulkan luka mendalam bagi keluarga korban.

Dalam persidangaa, Kuat dinilai berbelit-belit memberikan keterangan serta tak mengakui dan tidak menyesali perbuatannya.

Berbeda dengan sidang sebelumnya yang sesakali ada tawa dan canda dari Kuat, saat tuntutan itu dia tertunduk lesu dan murung.

Begitu Kuat mendengar jaksa menuntut dia dijatuhi hukuman pidana penjara 8 tahun, tampak dia seakan menahan tangis. Beberapa kali ujung matanya dia seka.

BERSPONSOR

“Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Kuat Ma’ruf dengan pidana penjara selama 8 tahun dikurangi masa penahanan dan penangkapan,” ujar jaksa di PN Jaksel, Senin (16/1/2023).

2. Ricky Rizal
Sama dengan Kuat, giliran Ricky Rizal atau Bripka RR yang menjalani sidang tuntutan juga dituntut pidana penjara 8 tahun.

Mantan ajudan Ferdy Sambo ini hanya terdiam ketika jaksa membacakan tuntutan. Raut wajahnya tak banyak berubah selama duduk di kursi terdakwa. Ricky hanya terlihat beberapa kali menghela nafas panjang mendengar jaksa menuntutnya 8 tahun penjara.

Dinilai berbelit-belit dan tak mengakui perbuatannya dalam memberikan keterangan di persidangan, menjadi hal yang memberatka Ricky.

- Advertisement -

Kendati tak ikut menembak Yosua, kata Jaksa, Ricky seharusnya bisa mencegah terjadinya penembakan Brigadir J.

Jaksa menilai Ricky justru mendukung rencana jahat Sambo dengan memuluskan rangkaian peristiwa penembakan Yosua.

“Perbuatan terdakwa tidak sepantasnya dilakukan dalam kehidupannya sebagai aparatur penegak hukum,” ujar jaksa.

3. Ferdy Sambo

Sehari kemudian dari sidang tuntutan Kuat dan Ricky, Selasa (17/1/2023), giliran sidang tuntutan terdakwa Ferdy Sambo digelar.

Untuk mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri itu, JPU menuntut pidana penjara seumur hidup.

Adapun pertimbangan jaksa, ada enam hal yang memberatkan Sambo. Mantan jenderal bintang dua Polri itu dinilai menyebabkan hilangnya nyawa Yosua dan mengakibatkan duka mendam bagi keluarga walau Sambo tak mengakui perbuatannya.

TERKAIT  Link Nonton Film Geostorm Full HD Gratis di Layar Kaca 21

“Terdakwa berbelit-belit dan tidak mengakui perbuatannya dalam memberikan keterangan di persidangan,” kata jaksa.

Perbuatan Sambo dianggap mencoreng institusi Polri, tidak hanya di mata masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia.

Jaksa mengatakan, sebagai seorang petinggi Polri, Sambo tak sepantasnya melakukan tindak pembunuhan berencana dan perintangan penyidikan.

Rencana Sambo itu berimbas dengan terseretnya banyak anggota Polri sehingga menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Akibat perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan dan kegaduhan di masyarakat,” ujar jaksa. Pada saat bersamaan, jaksa menyatakan, tak ada hal meringankan dalam tuntutan hukuman Ferdy Sambo.

4. Putri Candrawathi
Hari berikutnya, Rabu (18/01/23), giliran Putri Candrawathi, menjalani sidang tuntutan pada Rabu (18/1/2023).

Istri Ferdy Sambo ini dituntut pidana penjara 8 tahun. Seolah tak setuju, pengunjung sidang menyoraki jaksa begitu membacakan tuntutan.

Putri sendiri seketika memejamkan mata. Dia tertunduk. Tertegun dan terlihat menyeka ujung mata. Dia terlihat menahan tangis.

Putri dinilai berbelit-beli dalam memberikan keterangan. Istri Ferdy Sambo itu juga dianggap tak menyesali perbuatannya.

Hal memberatkan lainnya yaitu perbuatan Putri dinilai mengakibatkan hilangnya nyawa Yosua yang berujung duka mendalam keluarga.

“Akibat perbuatan terdakwa menimbulkan keresahan dan kegaduhan yang meluas di masyarakat,” ujar jaksa.

Ada hal yang menurut jaksa meringankan tunturan itu. Putri belum pernah dihukum dan dipandang sopan dalam persidangan.

5. Richard Eliezer
Bharada E menjadi terdakwa terakhir yang menjalani sidang tuntutan pada Rabu (18/1/2023) siang.

Richard, mantan ajudan Ferdy Sambo itu dituntut pidana penjara 12 tahun. Pengunjung sidang sempat gaduh mendengar tuntutan jaksa tersebut. Mereka bersorak dan berteriak seolah tak terima.

Menenangkan ruang sidang, Majelis Hakim sempat menghentikan sidang dengan skors selama beberapa saat sebelum sidang kembali dilanjutkan.

Sejumlah hal yang memberatkan sehingga Richard dituntut 12 tahun penjara, kata Jaksa, Richard dianggap sebagai eksekutor yang mengakibatkan hilangnya nyawa Yosua.

Selain itu, perbuatan Richard dianggap telah menimbulkan duka mendalam bagi keluarga Yosua serta menimbulkan keresahan dan kegaduhan yang luas di masyarakat.

Walau demikian, masih ada sejumlah hal yang meringankan tuntutan Richard. Salah satunya, terdakwa merupakan justice collaborator yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar kejahatan ini.

Richard juga belum pernah dihukum serta dinilai berkelakuan sopan dan koorperatif selama jalannya persidangan kasus tersebut.

“Terdakwa menyesali perbuatannya, serta perbuatan terdakwa telah dimaafkan oleh keluarga korban,” kata jaksa

Editor : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU