Ini Mobil Listrik yang Dapat Subsidi Rp80 Juta, Berminat?

BERSPONSOR

NINNA.ID – Membeli mobil listrik akan mendapatkan subsidi Rp80 juta dari pemerintah. Saat ini insentif itu sedang diproses dan kemungkinan mulai berlaku tahun 2023. Namun, ada syarat agar mobil listrik itu mendapat subsidi.

Rencana pemerintah memberikan subsidi itu diutarakan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Hanya saja, sampai sekarang aturan mainnya belum dikeluarkan.

Bocoran dari Agus, syarat mobil listrik mendapatkan subsidi adalah harus diproduksi di dalam negeri.

“Syaratnya, satu. Dia harus memiliki fasilitas, artinya dia harus punya pabrik di Indonesia. Itu syarat umumnya,” kata Agus dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 & Seminar Outlook Industri 2023, Selasa (27/12/2022).

BERSPONSOR

“Sekali lagi yang mendapatkan insentif itu mereka yang punya pabrik. Untuk mobil baru dua, Hyundai Ioniq 5 dan Wuling Air ev,” ucap Agus.

Untuk saat ini baru dua mobil listrik yang diproduksi di Indonesia. Untuk pabrik Hyundai Ioniq 5, telah diproduksi di pabrik Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMMI) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sedangkan pabrik Wuling Air ev  yang diproduksi di pabrik Wuling Motors di Cikarang, juga berada Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dua mobil listrik ini,  Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5, telah menjadi dua mobil listrik paling laris di Indonesia. Berdasarkan data wholesales (distribusi dari pabrik ke dealer), hanya Wuling Air ev dan Hyundai Ioniq 5 yang mencatatkan penjualan ribuan unit.

BERSPONSOR
TERKAIT  Tayang Rabu, 26 April 2023, Nonton Film Homefront Gratis di Bioskop Trans TV

Di tahun 2022, Wuling Air ev mencatatkan penjualan sebanyak 5.921 unit. Dengan ini Wuling Air ev menjadi mobil listrik paling laris di Indonesia sepanjang tahun 2022.

Di bawahnya ada Hyundai Ioniq 5, mencatat penjualan sebanyak 1.786 unit. Mobil ini menjadi mobil listrik terlaris kedua setelah Wuling Air ev.

Namun ada dampak dengan subsidi mobil listrik dari pemerintah ini. Kata Menperin Agus Gumiwang, banyak orang menunda pembelian mobil listrik. Dampak lain, setelah ada insentif, produsen mobil listrik akan panen penjualan.

“Saya paham sekali bahwa sekarang sudah ada disrupsi, gangguan, artinya banyak calon-calon buyers yang akhirnya hold membeli mobil-mobil listrik karena menunggu insentif. Tadi saya baru kunjungan ke Hyundai, saya sampaikan kepada mereka, nanti begitu kita keluarkan insentif, kalian akan panen luar biasa,” ujar Agus dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 & Seminar Outlook Industri 2023, Selasa (27/12/2022).

- Advertisement -

Editor : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU