spot_img

Ini Lokasi Mancing Terfavorit di Ambarita Samosir

SAMOSIR –  Aku punya teman yang seperti aku. Suka berkelana. Suka tantangan dan suka dengan hal-hal baru. Hanya saja aku tidak suka memancing, tapi dia yang juga seorang perempuan malah suka memancing. Sudah berkali-kali dia tanya, di mana lokasi memancing yang enak dan besar kemungkinan dapat ikan. Kukasih rekomendasi, di Pelabuhan Kapal Feri Tomok, di Pelabuhan Lopo, dan ada di sekitar pelabuhan lainnya.

Tapi belakangan, aku dengar ada lokasi strategis di Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo. Karena kawanku itu terus mengajakku untuk ikut memancing, ku penuhilah permintaannya itu. Kami pergi menuju Ambarita, berdekatan dengan Pusat Pembibitan Ikan Jahir. Kami menuju pantai di belakangnya, tempat kapal dan perahu nelayan bersandar. Kapal dan perahu tersebut milik Dinas Pertanian dan Perikanan Samosir yang digunakan untuk menebar benih bibit ikan ke Danau Toba.

Lokasi Pancing 1
Tua muda pecinta mancing mania, memenuhi dermaga untuk melepas umpan.(foto:damayanti)

Areal tersebut memang sangat cocok untuk mereka yang hobi memancing. Ada tempat duduk berupa jalan beton. Dari jalan beton ini kita langsung berhadapan dengan Danau Toba. Dari tempat inilahlah para anak kecil hingga dewasa, melemparkan umpan pancing mereka ke danau.

Karena tidak hobi memancing, aku hanya mengamati orang di sekeliling, termasuk mencari tahu soal Pusat Pembibitan Ikan. Sementara, kawanku sudah meminjam pancingan dari kenalan dan membeli umpan di sebuah kedai di Ambarita. Lebih dari 3 jam aku menunggu dia memancing tapi dia tidak kunjung bosan.

Aku pun memutuskan untuk melihat sudah berapa banyak hasil tangkapannya. Ternyata masih 3 ekor. Itupun kecil. Hampir seukuran jari klingking. Sementara pria-pria dan anak-anak di sana sudah dapat beberapa ekor dan ukurannya besar.

Penasaranku tertuju pada seorang bapak di samping kami, yang sudah lebih dahulu datang ke tempat itu. “Kenapa Bapak mau habiskan waktu berlama-lama menangkap ikan, apa tidak lebih baik membelinya saja?” tanyaku dalam bahasa Batak. Diawali tawa, ini jawabnya. “Itulah namanya hobi. Kamu tidak hobi memancing makanya bertanya begitu”.

Akupun tersenyum mendengar jawaban itu. Melihat temanku masih saja serius memancing walau belum dapat ikan yang besar, aku memilih untuk menjepret sejumlah objek di sana. Sore sekitar jam 18.00 WIB, sudah ada ibu-ibu berdatangan ke pantai. Bukan untuk memancing tetapi untuk mencuci pakaian dan piring. Anak-anak di sekitar desa juga mandi di pantai.

TERKAIT  Pantai Parparean, Berpasir Putih di Hulu Sungai Asahan

Pikirku, lokasi ini cocok menggambarkan suasana perkampungan Batak di zaman dulu. Sebab, orang-orang yang tinggal dekat dengan Danau Toba, biasanya mandi, cuci pakaian, cuci piring, ambil air, dan bahkan memandikan kerbau di danau ini. Tapi kebiasaan seperti itu sudah tidak lazim lagi kita dapati di pinggiran Danau Toba. Kini, hampir di tiap pinggiran danau yang airnya dangkal, pemandangannya cantik, dijadikan sebagai lokasi wisata.

Syukurlah lokasi ini masih bisa digunakan masyarakat untuk beraktivitas seperti dulu kala. Mereka yang khususnya belum punya akses terhadap ketersedian air di rumah mereka, bisa memenuhi kebutuhan itu di pantai ini.Jika kamu ingin ke sini, kamu juga bisa mandi. Hanya saja untuk kamar ganti tidak ada. Kamu bisa gunakan sarung untuk tukar pakaian di danau, layaknya dilakukan nenek kita dulu.

Kalau kamu suka mengeksplorasi terkait perikanan, kamu bisa bertanya kepada pekerja di Pusat Pembibitan Ikan. Sepengetahuanku, Pusat Pembibitan ini rutin melepaskan ikan ke Danau Toba sehingga ikan terus berlimpah di danau sekalipun tiap hari entah berapa banyak ikan ditangkap oleh para nelayan.

Tempat ini tidak jauh dari Desa Siallagan dimana ada patung yang mengisahkan Legenda Danau Toba dan yang terkenal dengan Rumah Bataknya. Jadi, buat kamu yang hobi mencari tahu berbagai hal tentang budaya Batak, lokasi ini cocok buat kamu.

Untuk sampai ke sini, dari Pelabuhan Tomok ambil jalur kanan mengikuti jalan besar. Ikutin saja jalan lurus menuju Pelabuhan Ambarita. Sesampainya di Ambarita, kamu bisa bertanya kepada salah satu warga di mana lokasi Pusat Pembibitan Ikan di Ambarita. Jika kamu berhenti di Pelabuhan Ambarita, bertanyalah ke warga sekitar. Lokasi yang dimaksud sudah tidak jauh lagi dari Pelabuhan tersebut. Selamat memancing ya.

 

Penulis   : Damayanti Sinaga
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU