Ini Lokasi Berburu Oleh-Oleh Khas Danau Toba di KNIA

BERSPONSOR

NINNA.ID – Pulang liburan tidak lengkap rasanya tanpa membawa oleh-oleh. Seandainya kamu tidak punya waktu banyak untuk berburu oleh-oleh selama berlibur di Kawasan Danau Toba, tidak usah panik.

NinnA punya rekomendasi lokasi berburu oleh-oleh jika kamu akan berangkat melalui Bandara KNIA (Kualanamo International Airport). Terdapat lebih dari 4 toko buat kamu berburu oleh-oleh khas Danau Toba di lantai dua Bandara Kualanamu.

Pertama, toko atau Stan Dekranasda Sumut. Di toko ini kamu mendapati banyak sekali pilihan oleh-oleh berupa kerajinan tangan seperti gantungan kunci, dompet, kaos, baju adat hingga ulos.

Ulos dari 8 kabupaten di Kawasan Danau Toba dapat kamu temukan di sini. Posisi stan ini pun sangat strategis. Berada di sebelah boarding pass maskapai penerbangan Lion Air.

Selain itu, terdapat oleh-oleh berupa makanan seperti kopi dan jahe yang bisa kamu nikmati di stan ini sembari menunggu keberangkatan. Lebih memudahkan, posisi stan ini pertama dapat jika kita naik ke lantai dua.

Oleh Oleh Kualanamu 2
Seorang wanita memperlihatkan oleh-oleh bercorak daerah di Kawasan Danau Toba di Bandara KNIA.(foto:damayanti)
BERSPONSOR

Kedua, toko Edwin. Toko ini menyediakan beragam pilihan oleh-oleh. Tapi yang paling banyak di sini berupa makanan dan minuman seperti Kopi Sidikalang, Jahe, sambal Andaliman, dan produk-produk khas berbahan baku dari Danau Toba.

Ketiga toko Khadijah. Toko yang satu ini sudah buka cabang di beberapa tempat. Ruangannya besar mampu menampung beragam jenis oleh-oleh. Di toko ini terdapat buah tangan dari mulai gantungan kunci hingga produk menggunakan bahan dari kawasan dan mempromosikan Danau Toba.

TERKAIT  Dilirik Sutradara America Diabaikan di Simalungun

Selain ketiga toko yang disebut di sini, masih ada stan-stan milik Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dan lainnya juga menjual produk-produk kerajinan berlogokan Danau Toba.

Konsinyasi Produk UMKM
Toko atau stan ini membuka kerjasama bagi para pelaku UMKM untuk menitip jual produk mereka yang biasa disebut konsinyasi. Setelah produk tersebut laku kemudian pemilik toko menyerahkan uangnya kepada si pengusaha.

BERSPONSOR

Ada pula sistem beli putus. Artinya si pemilik toko bersedia untuk membayar kontan produk dari supplier atau owner produk. Namun ini biasanya berlaku bagi produk-produk yang sudah terkenal, sering dicari oleh para pengunjung.

Meski demikian, Stan Dekranasda Sumut, yang biasanya dijaga oleh Nanda, Manajer Toko Dekranasda, membuka kesempatan bagi pengrajin atau pemilik produk khas dari Sumut maupun Kawasan Danau Toba untuk menitip produk mereka sekalipun produk tersebut belum begitu terkenal.

“Kami buka kerjasama titip jual. Barang laku terlebih dahulu lalu kami akan bayarkan. Untuk produk yang paling sering dibeli di stan kami biasanya produk-produk kerajinan kecil seperti gantungan, dompet, pokoknya yang hand made,” jelas Nanda.

 

- Advertisement -

Penulis  : Damayanti
Editor     : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU