Ini Jadwal Penyeberangan Kapal Ferry dan Kapal Kayu Januari 2023

BERSPONSOR

NINNA.ID – Jadwal penyeberangan Kapal Ferry dan Kapal Kayu selama Januari 2023 berubah. Jadwal kapal penyeberangan selama Januari menjelang Libur Imlek kembali disesuaikan.

Berikut jadwal Kapal Ferry dan Kapal Kayu yang dibagikan oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Samosir kepada Ninna. Silahkan lihat di tabel:

Jadwal Kapal Ferry
Jadwal Kapal Ferry dan Kapal Kayu selama Januari 2023 berubah. screenshot jadwal Januari 2023)

Saat ini KMP Ihan Batak yakni Kapal Ferry yang dikelola ASDP telah menggunakan online ticketing. Jadi Bro dan Sista bisa memesan secara elektronik.

Namun, untuk jenis kapal lainnya yakni Kapal Ferry Lama dan kapal-kapal kecil masih manual.

BERSPONSOR

Pelabuhan Tiga Raja Vs Ajibata

Salah satu pelabuhan yang selalu ramai yakni Pelabuhan Tiga Raja dan Pelabuhan Ajibata. Sekalipun pelabuhan Tiga Raja dan Ajibata berdekatan, tujuannya berbeda saat menuju Samosir.

Pelabuhan Tiga Raja itu masih di Kabupaten Simalungun sedangkan Pelabuhan Ajibata itu di Kabupaten Toba. Tapi kedua pelabuhan ini sama-sama menjadi penghubung menuju Kabupaten atau Pulau Samosir.

Biasanya dari pelabuhan Tiga Raja tepatnya menggunakan Kapal Kecil ke TukTuk, kita akan diantar sampai ke TukTuk.

BERSPONSOR

Ongkos kapal menuju TukTuk sedikit lebih mahal dibandingkan pakai kapal kecil lainnya. Ongkos Rp20 ribu per orang, tidak termasuk sepeda motor. Jika kamu ingin langsung menuju TukTuk, pilihlah Pelabuhan TukTuk.

Namun bila kamu ingin menuju Tomok, khususnya Pasar Tomok kamu harus berhenti di Pelabuhan Ajibata.

Jumlah kapal di pelabuhan ini lebih banyak dibandingkan di pelabuhan lainnya. Di Pelabuhan ini kapal kecil berangkat tiap jam.

Di pelabuhan ini juga terdapat Pelabuhan Kapal Ferry (Kapal Besar), sedangkan di Pelabuhan Tiga Raja hanya terdapat pelabuhan kecil. Untuk jadwal Kapal Ferry, kamu bisa pantau jadwalnya di Ninna.id

- Advertisement -

Kapal dari Ajibata maupun Tigaraja berangkat hampir tiap jam. Bila kamu ingin segera mendapatkan kendaraan umum setelah tiba di Samosir, kamu bisa berhenti di pemberhentian pertama yang biasa disebut Pelabuhan Sumber.

TERKAIT  Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J, Pengacara Nekat Tantang Hakim

Biasanya, warga Samosir lebih suka berhenti di Pelabuhan Sumber, khususnya bagi mereka yang akan melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum seperti becak dan angkot.

Pelabuhan Lain

Untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah di kawasan Danau Toba, Kemenhub membangun sebanyak 13 Pelabuhan Penyeberangan yang tersebar di 7 Kabupaten di Sumut yaitu : Kabupaten Toba (4 Pelabuhan), Kabupaten Samosir (4 Pelabuhan), Kabupaten Simalungun (1 Pelabuhan), Kabupaten Tapanuli Utara (1 Pelabuhan), Kabupaten Humbang Hasundutan (1 Pelabuhan), Kabupaten Karo (1 Pelabuhan), dan Kabupaten Dairi (1 Pelabuhan).

Prasarana dan sarana transportasi penyeberangan tersebut akan melayani 7 (tujuh) Kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba, yaitu: Kabupaten Toba, Samosir, Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo, dan Dairi.

Sementara, 6 (enam) pelabuhan penyeberangan yang tengah dibangun yaitu: Pelabuhan Penyeberangan Silalahi (Kabupaten Dairi), Ambarita, Onan Runggu, dan Sipinggan (Kabupaten Samosir), Sigapiton dan Porsea (Kabupaten Toba).

Sedangkan, empat kapal yang sudah diresmikan, melengkapi keberadaan kapal penyeberangan yang sudah selesai dibangun yaitu KMP Ihan Batak, yang sebelumnya telah beroperasi bersama dengan KMP Sumut I, KMP Sumut II, dan KMP Muara Putih.

Sehingga total kapal penyeberangan yang beroperasi di KSPN Danau Toba saat ini sebanyak 7 kapal, yang terdiri dari 5-unit KMP dan 2 unit bus air.

Pembangunan 13 pelabuhan penyeberangan menelan dana sebesar Rp596 Miliar dan 5 (lima) unit kapal sebesar Rp122 Miliar. Sehingga total anggaran yang dialokasikan Kemenhub mencapai Rp718 Miliar sejak tahun 2018 s.d 2021.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU