NINNA.ID-Pada Desember 2019 jumlah kunjungan wisman mencapai 1,38 juta kunjungan. Pemulihan industri pariwisata di Indonesia juga ditandai dengan adanya peningkatan jumlah kunjungan wisman secara kumulatif dari Januari hingga Desember 2023, yang mencapai 11,68 juta kunjungan, naik 98,30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2022, ungkap Badan Pusat Statistik sebagaimana dikutip.
Jumlah ini sudah melewati jumlah kunjungan wisman secara total di 2022 yang hanya mencapai 5,89 juta kunjungan.
Meski demikian, capaian ini masih dibawah capaian kunjungan dari Januari hingga Desember tahun 2019 (sebelum pandemi COVID-19) yang mencapai 16,11 juta kunjungan.
Berdasarkan jenis pintu masuk, jumlah kunjungan wisman pada Desember 2023 yang melalui pintu masuk utama sebanyak 965,76 ribu kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 178,79 ribu kunjungan.
Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara yang berkontribusi sebesar 75,72 persen, sedangkan wisman dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 20,80 persen dan 3,48 persen.
Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan udara pada Desember 2023 mencapai 731,29 ribu kunjungan, naik 32,50 persen dibandingkan dengan Desember 2022 (year-on-year), dan mengalami kenaikan 11,36 persen dibandingkan dengan November 2023 (month-to-month).

Bandara Ngurah Rai dan Soekarno Hatta tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan udara dengan kunjungan wisman terbanyak. Keduanya berkontribusi 88,99 persen atau mencapai 650,78 ribu kunjungan.
Kunjungan wisman melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan laut pada Desember 2023 tercatat 200,85 ribu kunjungan, turun tipis sebesar 0,92 persen dibandingkan Desember 2022 (y-on-y), dan naik 38,58 persen dibandingkan November 2023 (m-to-m).
Pelabuhan Batam dan Tanjung Uban di Provinsi Kepulauan Riau tercatat menjadi pintu masuk utama moda angkutan laut dengan kunjungan wisman terbanyak. Keduanya berkontribusi 87,34 persen atau mencapai 175,42 ribu kunjungan.
Selanjutnya, kunjungan wisman yang berkunjung melalui pintu masuk utama dengan moda angkutan darat pada Desember 2023 mencapai 33,61 ribu kunjungan, naik 168,17 persen dibandingkan Desember 2022 (year-on-year), dan mengalami peningkatan 92,68 persen dibandingkan November 2023 (month-to-month).
Pintu masuk Atambua (Provinsi Nusa Tenggara Timur), Jayapura (Provinsi Papua), dan Entikong (Provinsi Kalimantan Barat) tercatat sebagai pintu masuk utama moda angkutan darat dengan kunjungan wisman terbanyak.
Ketiganya berkontribusi 85,22 persen atau mencapai 28,64 ribu kunjungan.
Meningkatnya jumlah kunjungan wisman pada Desember 2023 bila dibandingkan bulan yang sama tahun lalu (y-on-y) terlihat di sebagian besar kelompok kebangsaan.
Kunjungan wisman asal Oseania mengalami peningkatan tertinggi sebesar 42,71 persen, diikuti wisman asal Afrika sebesar 38,36 persen.
Sedangkan wisman asal ASEAN yang mengunjungi Indonesia mengalami pertumbuhan paling rendah yakni sebesar 8,09 persen.
Di sisi lain, kunjungan wisman mengalami peningkatan dibandingkan bulan November 2023 (month-to-month) di semua kelompok kebangsaan pada bulan Desember 2023, kecuali Timur Tengah.
Kunjungan wisman asal Timur Tengah mengalami penurunan paling besar, yaitu 19,79 persen.
Sebaliknya, kunjungan wisman dari ASEAN dan Afrika mengalami pertumbuhan positif masing-masing sebesar 45,25 persen dan 41,66 persen.
Dari segi kebangsaan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia selama Desember 2023 didominasi oleh wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 211,15 ribu orang (18,45 persen).
Diikuti oleh wisman berkebangsaan Singapura sebanyak 187,77 ribu (16,41 persen), wisman berkebangsaan Australia sebanyak 135,90 ribu (12,26 persen), dan wisman berkebangsaan Tiongkok sebanyak 75,54 ribu (6,75 persen).
Dalam hal rata-rata lama tinggal, wisman yang meninggalkan Indonesia pada Desember 2023 telah menghabiskan waktu selama 7,41 malam di Indonesia.
Berdasarkan kelompok kebangsaan, wisman yang berasal dari ASEAN memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat selama 3,64 malam, sedangkan wisman yang berasal dari Afrika memiliki rata-rata lama tinggal paling lama selama 18,11 malam.
Sementara itu, dilihat berdasarkan kebangsaan, ratarata lama tinggal terlama tercatat pada wisman berkebangsaan Rusia selama 45,07 malam, sedangkan Hongkong memiliki rata-rata lama tinggal paling singkat selama 2,02 malam.
Jumlah Perjalanan Wisatawan Nasional Jumlah perjalanan wisatawan nasional (wisnas) selama tahun 2023 mencapai 7,52 juta perjalanan.
Jumlah ini meningkat 112,26 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 3,54 juta perjalanan.
Meskipun demikian, perjalanan wisnas saat ini masih belum menyamai kondisi sebelum pandemi COVID-19, dimana pada tahun 2019 jumlah perjalanan wisnas mencapai 11,69 juta perjalanan.
Peningkatan jumlah perjalanan wisnas sudah mulai terlihat pada awal 2022. Di tahun 2023, jumlah perjalanan wisnas tercatat selalu di atas 500 ribu perjalanan setiap bulan.
Jumlah perjalanan wisnas tertinggi tercatat di bulan Juli 2023 sebanyak 816,08 ribu perjalanan, sedangkan jumlah wisnas terendah tercatat di bulan Juni 2023 sebanyak 508,25 ribu perjalanan.
Berdasarkan jenis pintu kedatangan, jumlah perjalanan wisnas pada tahun 2023 yang datang melalui pintu utama sebanyak 7,45 juta perjalanan dan pintu perbatasan sebanyak 64,51 ribu perjalanan.
Perjalanan wisnas ke luar negeri sebagian besar kembali melalui pintu udara, yaitu sebesar 5,78 juta perjalanan selama tahun 2023, sedangkan wisnas dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 1,27 juta perjalanan dan 396,78 ribu perjalanan.
Perjalanan wisnas melalui pintu udara pada tahun 2023 naik sebesar 114,34 persen dibandingkan dengan tahun 2022. Bandara Soekarno Hatta tercatat sebagai pintu kedatangan angkutan udara dengan wisnas terbanyak yaitu 3,69 juta perjalanan.
Angka tersebut menunjukkan bahwa lebih dari 50 persen wisnas yang menggunakan transportasi udara kembali melalui Bandara Soekarno Hatta.
Sementara perjalanan wisnas dengan moda angkutan udara yang paling sedikit tercatat di Bandara Supadio, yaitu sebesar 12 perjalanan.
Sementara itu, kenaikan perjalanan wisnas melalui pintu kedatangan utama dengan moda angkutan laut pada tahun 2023 tercatat sebesar 88,57 persen dibandingkan tahun 2022.
Pelabuhan Batam dan Tanjung Balai Karimun di Kepulauan Riau tercatat menjadi pintu kedatangan utama moda angkutan laut dengan perjalanan wisnas terbanyak.
Perjalanan wisnas yang melalui Pelabuhan Batam tercatat sebesar 835,66 ribu perjalanan, naik 85,91 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selanjutnya, perjalanan wisnas yang melalui Pelabuhan Tanjung Balai Karimun tercatat sebesar 162,07 ribu perjalanan, naik sebesar 77,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Pelabuhan Tanjung Uban mengalami penurunan jumlah perjalanan wisnas yang sangat signifikan sebesar 55,42 persen dibandingkan tahun 2022.
Perjalanan wisnas melalui pintu kedatangan utama dengan moda angkutan darat juga mengalami kenaikan sebesar 209,15 persen dibandingkan tahun 2022, hal ini menunjukkan adanya peningkatan tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Entikong merupakan pintu utama darat tertinggi yang dilalui wisnas saat kembali ke Indonesia yaitu sebanyak 190 ribu perjalanan, naik 288,01 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Kenaikan tertinggi perjalanan wisnas yang menggunakan moda angkutan darat tercatat di pintu Skow/Jayapura sebesar 1.745,77 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 260 perjalanan menjadi 4.799 perjalanan.
Sejalan dengan pintu kedatangan utama, perjalanan wisnas melalui pintu kedatangan perbatasan pada tahun 2023 mengalami kenaikan sebesar 61,93 persen dibandingkan tahun 2022.
Pintu perbatasan darat tercatat sebagai pintu kedatangan perbatasan dengan perjalanan wisnas terbanyak mencapai 51,27 ribu perjalanan atau naik 125,38 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sebaliknya pintu perbatasan laut mengalami penurunan perjalanan wisnas sebesar 22,54 persen.
Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga



