spot_img

Ina Ni Debata, Sang Penolong Lewat Mimpi

NINNA.ID – Selama hidup di dunia baik suka dan duka banyak hal yang harus dialami oleh manusia sebagai mahluk Tuhan. Nah, mari kita telisik keunikan suku Batak Toba dalam menyikapi peristiwa alam tersebut.

Berdasarkan kejadian-kejadian yang dialami masyarakat Batak Toba tersebutlah, sehingga mereka mengenal kuasa Mulajadi Nabolon (konsep ketuhanan Batak Kuno). Menurut kepercayaan mereka, acap kali kuasa tersebut disampaikan melalui tanda, symbol dan bahkan melalui perantara seorang manusia.

Bila melalui manusia, dikatakan mendapatkan anugerah “gift” seperti indra ke-enam, yang kemudian sesorang ini disebut Parbinoto atau Datu. Maka tidak heran kalau Parbinoto atau Datu (paranormal) mempunyai kedudukan yang sangat dihormati kala itu.

Maka segala sesuatu yang terjadi pun akan ditanyakan kepada Datu karena menurut kepercayaan suku Batak, Dialah dianggap yang menjadi utusan Mulajadi Nabolon. Misalnya ketika seseorang lahìr akan ditanyakan kepada Datu bagaimana kehidupan si anak ini kelak, jika ada orang yang sakit pun biasanya akan dibawa juga kepada tuan Datu tadi.

Sama halnya dengan sebuah mimpi, ada kalanya mimpi–mimpi tertentu harus ditanyakan kepada Datu, karena ada pedoman suku Batak Toba yang mengatakan “Sori mago dohot sori hasea marhitehon parnipion.” Jika diterjemahkan, suka duka sesorang itu dalam menjadi hidup harus berdasarkan mimpi.

Untuk lebih jelasnya, bisa diasumsikan demikian. Misalnya seseorang yang sakit keras, biasanya dia bermimpi hendak menyeberangi sungai, kemudian dalam mimpi tersebut ia pun akan terseret arus sungai. Namun dalam mimpi tersebut bisa saja tiba-tiba nuncul orangtua yang dia kenal, sehingga yang terseret arus sungai tersebut pun akan tertolong. Itulah yang disebut tondi mangeahi menurut kepercayaan suku Batak Toba.

TERKAIT  Maragat dan Minum Tuak, Kearifan Lokal Masyarakat Batak

Sesuai budaya dan tradisi suku Batak, pihak yang bermimpi tadi akan pergi ke rumah si penolong yang ada dalam mimpi itu, dengan membawa makanan lengkap yang sesuai dengan adat Batak Toba. Setelah sampai di rumah si penolong itu, orang yang bermimpi tadi pun akan menerangkan maksud kedatangannya dan menceritakan dengan gamblang isi dari mimpinya itu. Kemudian hal itulah yag menjadi dasar untuk meminta obat dari penyakitnya tersebut dari si penolong itu.

Jika ternyata penyakit yang dideritanya sembuh dan dia pulih seperti sedia kala, maka didaulatlah si penolong tadi menjadi Ina Ni Debata. Dan biasanya masih diikuti beberapa isyarat yang perlu disepakati bersama, dalam menjalani hidup.

Misalnya, jika suatu saat ada lahir seorang puteri yang cantik jelita dari si penolong tadi boleh dipersunting oleh keturunan orang yang bermimpi tadi. Demikian juga dalam kehidupan sehari hari, jika suatu saat keturunan orang bermimpi tadi mempunyai kehidupan yang sudah berkecupan dan hendak membantu si penolong tadi, tidak boleh bertanya-tanya atau menawar-nawari terlebih dahulu. Harus langsung diberikan, karena menurut kepercayaan Suku Batak, dialah perantara yang sudah dipercayakan oleh Mulajadi Nabolon untuk menolong keluarganya.

 

Penulis    : Aliman Tua Limbong
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU