spot_img

Ikan Mas Arsik, Santapan Pembawa  Tuah

TAPUT – Ikan mas arsik adalah salah satu makanan khas Sumatera Utara khususnya makanan khas suku Batak Toba. Masakan ini bukan sekedar lauk pelengkap nasi. Ikan ini merupakan makanan yang berkaitan dengan praktik budaya suku Batak Toba, sebagai santapan pembawa tuah.

Spesialnya ikan mas arsik ini bagi orang Batak, terlihat dalam budaya Batak saat acara mangupa-upa atau acara syukuran, berdoa dan pemberian nasehat atau wejangan dari keluarga dan orang yag dituakan.

Mungkin bagi suku lain, acara yang sama seperti mangupa-upa ini juga ada. Namanya juga syukuran, pasti ada kesan bergembira layaknya pesta, dan pesta tidak lengkap tanpa makan minum. Di sinilah letak pentingnya, ikan arsik tadi. Masakan ini, merupakan simbol utama dalam budaya mangupa-upa.

Dalam budaya Batak, mangupa-upa itu wajib dilakukan dalam acara syukuran pernikahan,lahirnya bayi pertama bagi pasangan suami istri, juga saat syukuran memasuki rumah baru. Di setiap momen mangupa-upa itulah, kehadiran ikam mas arsik menjadi penyempurna acara.

Penyajiannya juga berbeda dalam setiap acara. Jumlah ikan untuk pasangan yang baru menikah, disediakan satu ekor dari orangtuanya. Jumlah tersebut melambangkan harapan dari kedua orang tua untuk anak mereka yang telah mengikat diri dalam jalinan pernikahan dan menjadi satu dengan pasangannya.

TERKAIT  Filsafat dalam Batak Toba (3)

Untuk pasangan suami istri yang baru saja mendapat anak, diberikan 3 ekor ikan mas arsik, dan untuk orang tua yang mempunyai cucu, sebagai rasa syukurnya diberikan ikan mas arsik 5 ekor. Dalam penyajiannya, badan ikan mas ini tidak boleh terputus apalagi sengaja dipotong. Ikan mas arsik dimasak dan disajikan utuh, terlihat kepala sampai ekor.

Dalam budaya Batak, pemberi ikan mas arsik ini haruslah dari keluarga perempuan, baik itu orang tua perempuan atau pun saudara laki laki perempuan. Karena begitu pentingnya makna masakan ini dalam budaya Batak, maka pemilihan ikan mas juga harus yang terbaik, dengan warna mendekati kemerah-merahan.

Saat memberikan ikan itulah, nasehat atau kata-kata penghiburan yang menguatkan hati agar terus hidup dalam keadaan sehat selalu dalam lindungan Tuhan, disampaikan orang yang diupa-upa.

Di luar maknanya sebagai simbol budaya, rasa ikan arsik yang enak telah mendapat pengakuan secara nasional. Kuliner khas Batak Toba ini, sekarang sudah banyak disajikan di rumah makan bahkan di restoran nasional.

 

Penulis    : Eka Hutabarat
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU