spot_img

Ikan-ikan Tak Lazim dari Pea Porohan

SAMOSIR – Selain keindahannya, Pea Porohan di  Desa Salaon Toba Kecamatan Ronggurnihuta juga menjadi tempat berkembang biak berbagai jenis ikan. Di danau kecil ini banyak ditemukan ikan sibahut (lele), muhajir, nila, ikan mas, gabus, pora-pora, udang bahkan lobster air tawar.

Selain ikan-ikan yang umum itu, warga setempat masih banyak memercayai, di Pea Porohan terdapat ikan-ikan tak lazim, yang dikaitkan dengan pengaruh supranatural.

Salah satu ikan tak lazim yang dipercaya masih menyelami danau itu sejenis ikan pora-pora lokal. Konon tampilan fisik ikan ini begitu aneh. Setengah tubuhnya, dari kepala sampai ekor, ditumbuhi sisik yang sepertinya telah matang direbus air panas.

Ada juga ikan mujahir yang mirip ikan nila, tapi tanpa mulut. Ikan misterius lainnya yang juga dipercaya masih mengarungi danau itu sampai sekarang, sejenis ikan mas tapi memiliki ekor sebesar tampi dengan mulut menganga lebar.

Warga sekitar Pea Porohan, tidak pernah berani membawa pulang jenis ikan-ikan tak lazim itu jika menyangkut di mata kail atau jala. Mereka segera melepas kembali ikan itu ke danau. Larangan membawa ikan itu pulang ke rumah untuk dikonsumsi sudah berlangsung lama dan terpelihara hingga kini itu terkait dengan mitos. Dikisahkan, jika ikan itu dibawa pulang dan disantap, maka akan mendatangkan petaka kepada orang yang memakannya dan petaka ke daerah itu.

TERKAIT  Ritual Hahomion Martua Omaoma Pagabe Taon Silalahisabungan

Baru-baru ini, saat memancing bersama teman, mata kail saya disambar ikan mas berukuran cukup besar, dengan berat 13,8 kilogram.

Namun tentu saja, ikan mas raksasa itu bukan menjadi milik saya walau memakan umpan kail saya. Aturan tak tertulis tentang hasil tangkapan ikan di sini mengatakan, ikan yang didapat dari sini tidak boleh dibawa pulang menjadi milik sendiri. Tapi ikan itu harus dibagi-bagi kepada warga setempat dan tidak boleh diukur dengan uang atau imbalan lainnya. Jika tidak mau, ikan itu harus dilepas kembali ke habitatnya di Pea Porohan, demi menjaga hal-hal tak diinginkan.

Ikan tak lazin lainya yang masih banyak ditemukan hingga saat ini di Pea Porohan adalah ikan jenis mujahir, ikan lele dan ikan nila tak berekor.

Jika berwisata ke tempat ini, jangan lupa membawa pancingan anda dan kalau memungkinkan bawa juga tenda dan nikmati udara segarnya. Jangan takut dengan berbagai mitos yang terdapat di sekitar danau ini. Kuncinya, anda diminta menjaga kesopanan dan nikmati panorama alamnya sebebas-bebasnya. Jarak tempuhnya ke tempat ini dari Kota Pangururan kurang lebih 10-13 kilometer.

 

Penulis   : Lifzen Sitanggang
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU