Humbang Resmi Punya 7 Orang Tim Ahli Cagar Budaya

BERSPONSOR

HUMBAHAS – Pengumuman sudah dilakukan Kemendikbud. Kini, Humbang Hasundutan punya 7 orang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Latar belakangnya cukup beragam. Namun, kesemuanya boleh dikatakan punya kepedulian pada budaya Batak.

Dimulai dari Harapan Sibarani. Kini bertugas sebagai Kabid di Dinas Pariwisata Humbang Hasundutan.

Harapan Sibarani adalah alumnus dari USU. Mengambil prodi Sastra Batak. Artinya, basis keilmuannya tentang budaya Batak tak diragukan lagi. Ia lulus tahun lalu.

Saat itu, ia bersama Gomgom Lumban Toruan. Juga lulus tahun lalu. Gomgom tamat dari Unimed. Mengambil jurusan teknik. Agak lari dari budaya. Tetapi, perhatiannya pada budaya tak diragukan.

BERSPONSOR

Terkait pesona Tipang di Baktiraja, ia salah satu pelopornya. Masih relatif muda. Cukup energik juga. Pada intinya, ia peduli pada pariwisata dan budaya. Peduli sekali sampai sudah berkelana ke sana kemari.

Anggota selanjutnya adalah Chandra Mahulae. Alumni USU. Basis keilmuannya adalah Sosial Politik. Agak lari juga.

Namun, lagi-lagi, kepeduliannya jangan diragukan. Ia mantan anggota dewan. Salah seorang tokoh Katolik berpengaruh dari Humbang Hasundutan.

Sewaktu dewan, ia membidangi pariwisata dan kebudayaan. Kini, ia fokus mematangkan konsep wisata budaya di seribu gua. Sebuah gua dengan seribu misteri.

Ada lagi Victor Herman Silaen. Basis keilmuannya adalah matematika. Ia kini seorang guru di Parlilitan. Ia budayawan yang nyambi jadi guru. Ia peduli dengan spritual Batak.

Baginya, secara spritual, Parlilitan sangat kaya. Menyimpan banyak rahasia dan misteri. Apalagi puluhan tahun, Sisingamangaraja bergerilya di sana.

Agak aneh. Ia membahas angka dalam matematika. Tetapi, Ia juga pelatih tari tradisional. Ia di belakang Sanggar Sion Nauli.

TERKAIT  Kemenparekraf Gelar Bedah Desain Kemasan Toba Batch 12

Saya sendiri masih bingung. Sejak kapan songgop tondi porbadia hahomion Batak kepadanya. Saya harus menyebut begitu. Sebab, lumayan lari urusan angka dengan seni.

- Advertisement -

Maksud saya, kiprahnya dengan budaya tak perlu diragukan lagi. Apalagi dengan ibu yang selanjutnya.

Namanya Dame Samosir. Lengkapnya: Dame Tudiru Samosir. Ia lulusan Unika. Mengambil jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Ia dipercaya sebagai ASN membidangi pariwisata dan budaya.

Kini, sebagai sekretaris dinas di Pariwisata dan Olahraga. Berkali-kali hadir dalam acara kepariwisataan dan kebudayaan. Hampir selalu hadir dalam acara kepariwisataan dan kebudayaan.

Dari bekal itu, ia punya standar kelayakan. Layak secara karier, juga kesungguhan diri sebagai TACB. Ia satu-satunya wanita di sini.

Karena yang selanjutnya adalah Dongan Manurung. Basis keilmuannya adalah Sastra Batak dari USU. Kini, sebagai ASN di Humbang Hasundutan.

Saya baru bertemu dengannya pada masa ujian sertifikat TACB. Dari cerita-cerita pada saat itu, saya langsung menyimpulkan: beliau sangat tepat dipilih sebagai TACB.

Terakhir adalah saya (Riduan Pebriadi Situmorang). Kalau saya modalnya hanya satu: mau membaca, sesekali juga mau menulis. Hanya itu.

Pada akhirnya, saya hanya berkata: Humbang Hasundutan kini punya 7 Tim Ahli Cagar Budaya dari minimal 5 yang dibutuhkan. Kini, mereka hanya butuh bekerja sama dengan pemerintah untuk mendata objek-objek potensial dan terduga bersejarah. Selamat bekerja!

Penulis : Riduan Pebriadi Situmorang
Editor   : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU