spot_img

Homestay Ompung Patar, Idaman Para Wisatawan di Tipang

HUMBAHAS – Melandainya Covid-19, membuat minat wisatawan menjelajahi objek-objek bersejarah mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah wisatawan yang menginap di homestay-homestay – sejenis hunian menggabungkan warga (pemilik rumah) dan wisatawan tinggal serumah, tapi wisatawan tidur di kamar yang disediakan khusus.

Dengan begitu, konsep homestay lebih memungkinkan terjalinnya interaksi antara pemilik rumah dengan wisatawan, sebuah pengalaman unik tersendiri bagi si wisatawan. Berbeda dari “rumah wisata” yang hanya berupa rumah kosong untuk disewa oleh wisatawan.

Sejak industri Pariwisata mulai bangkit di Indonesia, homestay memiliki cukup banyak peminat. Terlebih belakangan ini, adanya program pemerintah untuk pelestarian budaya sekaligus mendorong perekonomian masyarakat desa, banyak rumah-rumah tradisional yang sudah tidak terurus dan jarang dihuni, direvitalisasi jadi homestay unik dan bernilai sejarah.

Salah satu di antara homestay itu adalah Homestay Ompung Patar di Tipang. Homestay ini merupakan salah satu homestay yang paling siap di Desa Tipang dan sudah sering menerima tamu.

Para wisatawan yang pernah menginap di homestay ini berasal dari berbagai latar. Bahkan, dalam kunjungannya ke Desa Tipang, Menparekraf Sandiaga Uno juga mengunjungi homestay ini.

Homestay ini ada di Banjar Tonga, di mana terdapat Batu Harbangan, salah satu peninggalan bersejarah dan elemen kunci dalam peradaban masa lalu Desa Tipang.

Adapun keunikan dari homestay ini adalah, menghadap ke kaki bukit, sesuai dengan filosofi orang Batak yang selalu mendoakan keturunannya lebih terhormat dari para pendahulunya.

TERKAIT  Bandrek Merah dari Salaon Dolok, Rempah Warisan Gunung Toba

Di samping itu, pemilik homestay Jomso Manalu, merupakan salah satu tetua Desa Tipang yang masih sehat dan mengetahui banyak sejarah tentang Desa Tipang.

Hal ini merupakan sebuah informasi penting bagi wisatawan yang berkaitan dengan penelitian sejarah maupun kebudayaan. Seperti kata pepatah, sekali mendayung, dua pulau terlewati. Tujuan untuk meneliti, dapat narasumbernya juga.

Homestay Ompung Patar mudah dijangkau, hanya berjarak sekitar 50 meter dari jalan protokol Desa Tipang.

Suasana yang khas dengan bekas “parhutaan (perkampungan tua)” dengan pepohonan serta bukit hijau akan menambah nilai keunikan pengalaman wisatawan.

Sejauh ini, fasilitas yang didapatkan oleh wisatawan berupa kasur, selimut, bantal, toilet bersih. Pengalaman menginap di homestay ini akan semakin luar biasa dengan suasana tenang dan damai di rumah tradisional Batak yang sulit didapatkan di tempat lain.

Wisatawan juga bisa menghubungi pengelola mengenai kudapan apa yang akan disediakan selama menginap di sana.

Mengenai daya tampung, tersedia tiga kamar untuk tamu keluarga atau pasangan serta satu ruangan besar untuk tamu rombongan hingga 20 orang.

Sembari berbenah, pengelola homestay berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan demi kenyamanan wisatawan.

Untuk bro dan sista yang ingin menikmati malam di homestay bernilai tinggi ini, bisa diakses sekitar 1,45 jam dari Bandara Silangit atau sekitar 45 menit dari Dolok Sanggul.

 

Penulis     : Gomgom Lumbantoruan
Editor        : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU