spot_img

Gunung Sibayak dengan Tiga Level Pendakian, Kamu Cocoknya yang Mana?

KARO – Sumatera Utara itu kaya spot wisata. Bukan hanya Danau Toba-nya yang indah. Sumatera Utara semakin asyik untuk dijelajahi karena memiliki cukup banyak destinasi wisata alam yang tak kalah seru. Salah satunya berwisata adventure di Gunung Sibayak, Kabupaten Karo.

Daerah bersuhu sejuk di ketinggian 2.094 mdpl (meter di atas permukaan laut) ini, sangat terkenal dengan hasil bumi berupa jeruk dan sayuran. Bahkan baru-baru ini jeruk asal Tanah Karo viral setelah dikirim untuk Presiden RI Joko Widodo. Tapi bukan itu yang ingin disampaikan ninnA.

Di Kabupaten Karo terdepat sejumlah gunung yang menjulang tinggi. Salah satunya, Gunung Sibayak.

Selain sakral bagi warga setempat, gunung ini cukup terkenal sebagai rumah bagi para pecinta wisata adventure, mendaki gunung.

Adanya jalur pendakian yang tidak begitu menyulitkan di Gunung Sibayak, sangat cocok bagi pendaki pemula. Walau tidak menyulitkan, tetap saja, pendakian ke Gunung Sibayak selalu memicu adrenalin, terlebih, gunung ini berstatus gunung api yang masih aktif.

Dari gunung ini, alam sekitarnya terlihat memesona, tidak kalah dari gunung-gunung lain di Sumatera Utara atau Indonesia. Berikut ini fakta-fakta menarik yang bro dan sista bisa ketahui sebelum mendaki ke gunung ini.

1.Memiliki Kawah Belerang
Ada rahasia keindahan Gunung Sibayak yang belum banyak diketahui, yaitu memiliki kawah belerang yang masih aktif menyemburkan belerang panas. Kandungan solfatara membuat kawah ini tidak berhenti menyemburkan uap panas.

Bagian yang landai pada kawah dapat dijadikan tempat para pendaki untuk beristirahat sejenak di dalam tenda. Selain itu, kawasan ini juga sering dijadikan spot foto favorit bagi para pendaki.

2.Terdapat puncak Takal Kuda
Spot utama pendakian di gunung ini adalah, melihat puncak Takal (kepala) Kuda. Disebut demikian karena bentuk puncak Gunung Sibayak mirip seperti kepala kuda. Dari puncak ini, pendaki bisa melihat dengan jelas pemandangan Gunung Sinabung yang juga memesona.

3.Terdapat tiga jalur pendakian
Ada tiga jalur pendakian yang bisa dipilih oleh bro dan sista saat mendaki di gunung ini. Ketiga jalur pendakian ini tentunya memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda.

TERKAIT  Danau Lau Kawar, Penawar Jiwa yang Gelisah

Jalur pertama adalah yang paling mudah. Perjalanan akan dimulai dari Desa Semangat Gunung. Saat melewati desa ini, bro dan sista akan menjumpai pasar buah yang tertata indah dengan buah-buahan segar yang siap untuk dijual para masyarakat.

Sebagai informasi, jalur ini memiliki medan yang tergolong mulus dan tertata. Bahkan, kendaraan bisa melewati jalur ini.

Jalur kedua adalah melewati Desa Jarang Uda. Jarak tempuh jalur ini sedikit lebih lama dari jalur pertama. Namun, selama melewati jalur ini, para pendaki akan disuguhkan pemandangan alam berupa pemandian air panas.

Jalur ketiga bisa dibilang yang paling sulit, jika dibandingkan dengan jalur yang lain. Jalur ini dinamakan Jalur 54. Pendaki akan dihadapkan dengan medan sulit serta menantang serta jalan yang cukup terjal dengan jarak tempuh yang cukup jauh. Nah, bro dan sista akan memilih jalur apa ya?

Saat bro dan sista sudah memutuskan untuk mendaki di gunung ini, bro dan sista juga harus mengetahui beberapa informasi penting. Antara lain, jarak tempuh dari pos utama untuk tiba di puncak gunung diperkirakan 2 jam lamanya, tanpa istirahat di perjalanan.

Kota Berastagi ke Gunung Sibayak berjarak 3.5 kilometer, dengan waktu tempuh 14 menit. Dari Berastagi bisa naik angkutan umum dengan trayek ke Gunung Sibayak. Cukup merogoh kocek Rp 15.000 untuk tiba di kaki Gunung Sibayak.

Jangan lupa juga bro dan sista harus mempersiapkan alat-alat camp seperti tenda, persediaan makanan, jaket, obat-obatan dan lain sebagainya, karena sangat jarang dijumpai para penjual barang-barang tersebut di sekitar kaki Gunung Sibayak.

So, tunggu apa lagi bro dan sista? Kini saatnya bro dan sista menambah pengalaman dalam berwisata khususnya wisata minat khusus, mendaki gunung. Gunung Sibayak siap menanti kehadiran bro dan sista. Setelah itu abadikan momen sebanyak mungkin.

 

Penulis  : Ananda Josua Siburian
Editor     : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU