Geopark Kaldera Toba Kerap Babak Belur, Kini Sering Dibakar

Samosir, NINNA.ID-Sejak didaftarkan sebagai Global Geopark UNESCO, bukannya mendapatkan perlindungan maksimal, Danau Toba malah kerap babak belur.

Selama beberapa bulan terakhir, khususnya sepanjang Juli 2024, Gunung maupun Perbukitan dibakar. Selain itu, ada banyak pembakaran lahan pertanian dilakukan oleh masyarakat.

Kebakaran maupun pembakaran ini menyebabkan kabut putih di Kawasan Danau Toba.

Wisatawan yang datang ke Samosir merasa kecewa karena gagal mengabadikan sudut-sudut Danau Toba yang spektakuler dengan dengan kamera secara maksimal.

Selain itu, polusi udara yang disebabkan kebakaran membuat cuaca di Samosir semakin panas. Itupun membuat udara semakin tidak segar.

Kerusakan atau perusakan yang terjadi di Kawasan Danau Toba sangat bertolak belakang dengan prinsip Geopark.

Pembakaran Bukit
Pembakaran Bukit di Samosir. Disinyalir pembakaran tersebut ditujukan untuk membuka lahan ditanami jagung. (foto: Damayanti)

Wikipedia menyebut Geopark merupakan kawasan yang memiliki unsur-unsur geologi dimana masyarakat setempat diajak berperan serta untuk melindungi dan meningkatkan fungsi warisan alam, termasuk nilai arkeologi, ekologi dan budaya yang ada di dalamnya.

Fakta, masyarakat justru kerap membakar gunung maupun bukit dengan maksud menggunakannya untuk menjadi lahan pertanian.

BERSPONSOR
Pembakaran Bukit
Masyarakat kerap membakar gunung maupun bukit dengan maksud menggunakannya untuk menjadi lahan pertanian (foto: Damayanti)

Selain terdaftar sebagai Global Geopark UNESCO, Pegunungan dan Perbukitan di Kawasan Danau Toba merupakan bagian kecil dari Pegunungan Bukit Barisan juga terdaftar sebagai Warisan Hutan Hujan Tropis Sumatera di UNESCO.

Pembakaran Bukit
Pembakaran Bukit di Samosir. Disinyalir pembakaran tersebut ditujukan untuk membuka lahan ditanami jagung. (foto: Damayanti)

Pegunungan bukan hanya mendatangkan nilai ekonomis dari segi pariwisata.

Lebih dari itu, pegunungan juga memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup manusia.
Di antaranya: 1. Penyimpanan air, 2. Rumah bagi satwa liar dan keanekaragaman hayati, 3. Tempat tinggal orang gunung, 4. Objek wisata dan pemandangan indah.

1. Penyimpanan air. Sebagian besar pegunungan maupun perbukitan di Kawasan Danau Toba merupakan gudang penyimpanan air. Pegunungan tersebut biasanya memiliki lereng berhutan yang menyerap hujan seperti spons. Dengan demikian air hujan yang sudah diserap kemudian turun ke sungai dengan perlahan dan tidak mengakibatkan banjir besar.

- Advertisement -

2. Rumah bagi satwa liar dan keanekaragaman hayati. Pegunungan maupun perbukitan merupakan rumah bagi flora maupun fauna. Karena kawasan pegunungan sangat terpencil menjadikannya tempat yang aman bagi aman spesies yang sudah langka.

TERKAIT  Pembukaan Rute Pelita Air Medan-Jakarta Pacu Pengembangan Ekonomi dan Pariwisata di Sumut

3. Tempat tinggal orang gunung. Tidak sedikit orang Batak memilih tinggal di pegunungan maupun perbukitan. Leluhur orang Batak diyakini pertama kali bermukim di Gunung Pusuk Buhit. Selama berabad, orang Batak belajar cara bertahan di lingkungan yang keras.

Mereka membuat lereng gunung menjadi teras-teras pertanian yang produktif dan ramah lingkungan. Pengetahuan tradisional yang dikumpulkan penduduk gunung boleh jadi sangat berharga untuk melindungi gunung yang kita semua andalkan.

4. Pegunungan maupun perbukitan sering menjadi latar foto yang indah. Keindahan gunung yang hijau, air terjun serta Danau Toba yang memikat mata, berhasil menarik minat banyak pengunjung untuk berlibur ke Danau Toba.

Berfoto, mendaki serta berjalan kaki menuju pegunungan maupun perbukitan merupakan alasan banyak wisatawan ke Danau Toba. Ada begitu banyak gunung maupun bukit yang masuk dalam daftar objek wisata di Danau Toba.

Di Samosir misalnya Gunung Pusuk Buhit, Togaraja, Sibea-bea, Holbung, Sipira, Tanjungan, dan lainnya. Di Simalungun, Dolok Sirikki, Sibaganding, Bukit Indah Simarjarunjung dan lainnya.

Di Toba, ada The Kaldera Nomadic yang terdiri dari bukit-bukit di Sibisa, Bukit Senyum, Tarabunga dan lainnya. Bisa disimpulkan, pegunungan dan perbukitan di Danau Toba memiliki daya tarik jauh lebih luar biasa dibandingkan objek wisata lain yang ada di Danau Toba.
Akan tetapi, sekalipun pegunungan dan perbukitan merupakan salah satu daya tarik wisatawan ke Danau Toba, kekayaan ini berangsur rusak.

Bukit-bukit dan gunung-gunung di Geopark Kaldera Toba sedang terancam.

Kerap dikeruk untuk timbunan bangunan, material bangunan serta dijadikan lahan perkebunan tanaman sejenis seperti Pohon Eukaliptus dan pertanian.

Kerukan, pembakaran gunung maupun bukit serta konversi hutan gunung menjadi lahan perkebunan dan pertanian terjadi di banyak tempat.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU