Generasi Z di Tengah Pemilu 2024: Bakhtiar Sibarani Ajak Aktif, Medsos Jadi Senjata

BERSPONSOR

Medan, NINNA.ID-Di tengah persiapan Pemilu 2024, Generasi Z, yang jumlahnya mencapai lebih dari 46 juta pemilih, menjadi sorotan utama.

Bakhtiar Sibarani, tokoh masyarakat Sumut, mengajak generasi muda, terutama mahasiswa, untuk aktif terlibat dalam dunia politik dengan memanfaatkan media sosial sebagai senjata utama.

Dalam diskusi publik “Kawal Pemilu Cerdas dan Berintegritas” yang diinisiasi oleh Germadi (Gerakan Mahasiswa Demokrasi Indonesia), Sibarani mencermati fenomena diprediksinya hanya 23 persen dari Generasi Z yang akan menggunakan hak suaranya.

“Kekhawatiran ini perlu dicermati agar kita tidak mengecewakan bangsa. Generasi Z memiliki potensi besar dalam mempengaruhi arah politik,” ujarnya dengan penuh keyakinan di hadapan 300-an mahasiswa di Kafe Seulawah Kupi, Kompleks MMTC, Pancing, Medan, Sabtu 3 Februari 2024.

BERSPONSOR

Sibarani mendorong Generasi Z untuk menggunakan media sosial sebagai alat untuk mengawal dan memantau jalannya Pemilu.

“Live streaming saat pencoblosan, sorot dari awal hingga penghitungan suara, dan umumkan hasilnya di medsosmu untuk mencegah kecurangan,” saran praktisnya menciptakan antusiasme di kalangan generasi yang akrab dengan teknologi.

Bakhtiar Sibarani
Bakhtiar Sibarani, tokoh masyarakat Sumut, mengajak anak muda berani terjun ke dunia politik. (foto: Gugun)

Menanggapi kekhawatiran mahasiswa terhadap partisipasi dalam Pemilu, Sibarani memberikan dukungan penuh dan menegaskan bahwa mahasiswa dapat mencoblos dengan membawa kartu penduduk atau KTP.

TERKAIT  Lakalantas di Toba, Suami-istri Meninggal di Tempat

“Kami mengajak mereka semua untuk kawal TPS dan KPPS. Meskipun tidak berada di rumah, cukup dengan menunjukkan KTP, mereka tetap bisa menggunakan hak suaranya,” jelasnya, memberikan solusi bagi mahasiswa yang terkendala surat undangan C6.

BERSPONSOR

Sibarani juga mendukung suara mahasiswa yang menuntut pemilu yang jujur dan adil. Dengan semangat penuh, ia menyoroti pentingnya pengawasan aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk memastikan integritas Pemilu.

Yance Aswin, seorang praktisi hukum, menambahkan bahwa kekhawatiran terhadap integritas Pemilu semakin dalam.

Ia mengajak semua pihak, termasuk Presiden Jokowi, untuk memastikan keterlibatan aktif dalam menjaga Pemilu yang transparan dan bebas dari kecurangan.

Jack Rinaldy, mahasiswa UIN Sumut, mengajak seluruh mahasiswa untuk terlibat dalam penyehatan demokrasi, menyadari bahwa demokrasi sedang tidak sehat.

- Advertisement -

Ia mengajak semua pelajar dan mahasiswa untuk membela demokrasi yang sehat. Semua elemen masyarakat diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga integritas Pemilu demi masa depan bangsa yang lebih baik.

Penulis: Gugun
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU