TOBA – Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Selasa (01/10/2022), sekira pukul 02.20 WIB turut dirasakan beberapa kabupaten lain di Sumatera Utara. Khususnya daerah tetangga: Tapteng, Humbahas dan Toba.
Getaran gempa berkekuatan 6.0 SR yang terjadi di pusat gempa hingga beberapa kali gempa susulan dengan kekuatan semakin menurun juga sangat dirasakan oleh warga Kabupaten Toba.
Kepala BPBD Toba dr Pontas Batubara MKes menjelaskan hingga saat ini belum ada menerima laporan kerusakan bangunan dan korban jiwa yang diakibatkan gempa bumi.
“Penyampaian dari BMKG titik gempa berada di sekitar Parmonangan Tapanuli Utara dan kedalaman di kisaran 10 kilometer dengan magnitudo pertama adalah 6 skala richter. Untuk ke Toba memang sangat terasa tapi setelah mendapat laporan dari camat seluruh Toba tidak terdapat kerusakan baik bangunan ataupun korban jiwa di Kabupaten Toba”, sebutnya saat dikonfirmasi.
Walau tidak ada laporan kerusakan, mereka tetap mengantisipasi bencana. Pihaknya disebutkan telah mengimbau masyarakat melalui kecamatan untuk tetap waspada dan memperoleh informasi melalui siaran BMKG.
“Kita sudah mengimbau kepada para camat agar perlu kehati-hatian dan mengikuti perkembangan melalui siaran-siaran BMKG dan situs-situs kebencanaan, agar meng-update semua berita terkait bencana yang ada sekarang ini,” katanya.
Kekhawatiran akan keselamatan anak-anak dan keluarga saat menghadapi situasi gempa bumi juga dirasakan oleh orang tua yang menitipkan anak-anaknya di sekolah unggul Yayasan Tunas Bangsa Soposurung, Balige, Kabupaten Toba.
Ketua Yayasan Tunas Bangsa Soposurung dr Tota Manurung, meyakinkan seluruh orang tua dan keluarga bahwa kondisi anak didiknya pasca gempa bumi dalam keadaan baik-baik saja.
“Tadi pagi kita di asrama Yayasan Soposurung juga merasakan gempa yang berpusat di Parmonangan Taput, tetapi kondisi asrama aman, anak-anak juga sehat semua jadi terkendalilah semuanya. Sampai sekarang tidak ada laporan karena hal itu, memang getaran itu sangat terasa tetapi tidak ada kerusakan maupun korban jiwa,” ujarnya.
Pria yang tinggal bersama dengan seluruh anak didik di asrama Yasop ini mengakui semua siswa berangkat ke sekolah dan mengikuti pembelajaran seperti biasanya.
“Tadi pagi subuh, beberapa orang tua langsung kontak saya dan saya sampaikan bahwa kondisi anak-anak aman dan sehat semua. Saat apel pagi sebelum makan kita sampaikan juga kepada orang tua bahwa anak-anak sehat semua”.
“Sebaliknya, banyak orang tua yang dari Tapanuli Utara menyampaikan pesan untuk anak-anaknya, kondisi mereka sehat-sehat di sana. Mereka menyampaikan salamnya kepada anak-anak mereka,” ujarnya sembari menjelaskan seluruh anak didiknya sedang menghadapi ujian tengah semester.
Penulis : Desi
Editor : Mahadi Sitanggang



