Medan, NINNA.ID– Suasana haru dan bahagia mewarnai Stasiun Besar Medan serta Terminal Amplas dan Pinang Baris saat gelombang terakhir pemudik diberangkatkan dalam Program Mudik Bareng Pemprov Sumut.
Dengan keberangkatan ini, ribuan perantau akhirnya bisa pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga tercinta.
Sabtu sore itu, sekitar 1.200-an pemudik menaiki rangkaian kereta api menuju dua tujuan utama: Tanjung Balai dan Rantauprapat.
Sejak pukul 14.00 WIB, lambaian tangan serta pelukan perpisahan mewarnai peron stasiun. Setiap gerbong dipenuhi wajah-wajah sumringah, penuh antusiasme menanti perjalanan menuju kampung halaman.
Selama empat hari berturut-turut, mulai 26 hingga 29 Maret, Pemprov Sumut telah mengakomodasi keberangkatan para pemudik dengan fasilitas gerbong yang nyaman serta layanan pengangkutan 480 unit sepeda motor secara gratis, bekerja sama dengan PT KAI Divre I Sumut.
Di sisi lain, terminal bus di Medan juga tak kalah ramai. Gelombang pemudik yang menggunakan moda transportasi bus telah diberangkatkan sejak 27 Maret dengan total 1.400 peserta.
Mereka menuju lima kota tujuan dalam program mudik gratis yang diinisiasi oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.
Para penumpang tampak penuh semangat, meski harus berdesakan dengan barang bawaan mereka.
Selain jalur darat, Pemprov Sumut juga memfasilitasi mudik gratis dengan kapal laut. KM Kelud yang mengangkut 500 pemudik dari Batam tiba di Pelabuhan Belawan pada Sabtu siang.
Para penumpang disambut dengan senyum keluarga yang sudah lama menunggu. Setelah turun dari kapal, mereka pun melanjutkan perjalanan ke daerah masing-masing dengan transportasi darat yang telah disediakan.
Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa program Mudik Gratis ini merupakan upaya pemerintah dalam membantu masyarakat merayakan Lebaran dengan lebih nyaman dan aman.
“Kami ingin memastikan bahwa warga Sumatera Utara, terutama perantau, dapat pulang kampung tanpa terkendala biaya transportasi. Selain itu, program ini juga membantu mengendalikan inflasi serta menekan angka kecelakaan di jalur mudik,” ujarnya.
Total sebanyak 10.833 pemudik telah diberangkatkan melalui berbagai moda transportasi: bus, kereta api, dan kapal laut.
Tidak hanya keberangkatan, Pemprov Sumut juga memastikan kepulangan para pemudik dengan program balik gratis pada 5-7 April untuk bus, 6-7 April untuk kereta api, serta 7 April untuk kapal laut.
Bagi Kasya (20), mahasiswa Politeknik Negeri Batam, mudik kali ini terasa begitu istimewa. Ia dan keluarganya dapat pulang ke Padangsidempuan tanpa perlu mengeluarkan biaya besar.
“Ini pengalaman pertama saya mudik dengan kapal laut gratis, sangat terbantu,” ujarnya.
Sementara itu, Sofyan (55), pekerja galangan kapal di Batam, mengaku bangga bisa kembali ke Medan bersama istri dan anak-anaknya tanpa harus mengkhawatirkan biaya transportasi.
“Terima kasih Pak Gubernur, program ini sangat membantu kami,” ucapnya penuh syukur.
Cerita serupa datang dari Sridayanto (53), buruh asal Siantar yang sudah bertahun-tahun merantau di Batam. Kesempatan pulang kampung dengan kapal laut gratis dari Pemprov Sumut menjadi momen yang sangat ia syukuri.
“Sudah lama tidak pulang, akhirnya bisa bertemu keluarga berkat program ini,” katanya dengan mata berbinar.
Program Mudik Gratis Pemprov Sumut bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga wujud kepedulian pemerintah terhadap warganya.
Di balik riuh stasiun, terminal, dan pelabuhan, terselip kisah-kisah haru para pemudik yang akhirnya bisa merasakan hangatnya kebersamaan di kampung halaman.
Penulis: Gugun
Editor: Damayanti Sinaga




