Gercep! Kapolri Perintahkan Untuk Tangkap Ismail Bolong

BERSPONSOR

NINNA.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bergerak cepat dengan memberikan perintah untuk menangkap Ismail Bolong.

Sosok Ismail Bolong memang tengah jadi bahan perbincangan setelah diduga terlibat dalam tambang ilegal di Kalimantan Timur.

Mantan anggota Satuan Intel dan Keamanan Polres Samarinda dengan pangkat Ajun Inspektur viral usai mengaku berperan dalam tambang ilegal di beberapa wilayah Kalimantan Timur.

“Saya sudah perintahkan untuk menangkap Ismail Bolong. Kita tunggu saja,” kata Sigit, melansir dari KlikKaltim.com–Jaringan Suara.com, Senin (21/11/2022).

BERSPONSOR

Nama Ismail Bolong mulai ramai diperbincangkan pasca video pengakuannya sebagai tambang ilegal di Kaltim viral, sekitar bulan November.

Bahkan, dia menyebut menjual batu bara ilegal kepada sosok yang bernama Tan Paulin. Tan Paulin dikenal sebagai trafer batu bara yang berasal dari Surabaya.

Tak hanya itu, Ismail Bolong juga mengaku menyetor uang kepada beberapa anggota hingga pejabat Polri.

Dilansir dari suarakaltim.id, Ismail Bolong beserta para pemain tambang ilegal lainnya mampu mengumpulkan uang hingga Rp 10 miliar, dan kemudian disetorkan melalui satu pintu melalui Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Kaltim.

BERSPONSOR
TERKAIT  Tiket Online Kapal Fery Tigaras-Simanindo Efektif Per 1 November 2023

Beberapa waktu kemudian, Ismail Bolong membuat sebuah video klarifikasi terkait dengan pernyataannya.

Dalam pengakuannya, testimoni awal terkait setoran kepada Komjen Agus atas perintah Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Propam Polri Brigadir Jenderal Hendra Kurniawan di salah satu hotel pada Februari lalu.

Akan tetapi, Hendra melalui kuasa hukumnya membantah pernyataan dari Ismail tersebut. Terkait keterangan Ismail Bolong yang berbeda, Kapolri tidak ingin hal ini menjadi polemik di masyarakat.

Sigit mengaku sudah mendengar laporan dari Biro Paminal Divisi Propam soal para pemain tambang ilegal yang dibekingi anggota hingga pejabat Polri pada Februari lalu. Bahkan dia mencopot Kapolda Kaltim ketika itu, Inspektur Jenderal Herry Rudolf Nahak serta beberapa pejabat lain.

- Advertisement -

“Ketika Paminal menangani laporan ini pada awal tahun, mereka melapor. Saya perintahkan untuk pemeriksaan. Saya minta didalami dan mengambil langkah. Kami sudah copot Kapolda dan para pejabat terkait saat itu,” ucapnya.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU