Ganjar Satu Mobil dengan Jokowi, Anies Pelukan dengan Surya Paloh

BERSPONSOR

NINNA.ID – Hari ini Senin (03/10/2022, ada dua agenda politik yang menyita perhatian Pilpres 2024. Jika pagi hari Gubernur DKI Jakarta berpelukan dengan Ketum Nasdem Surya Paloh, di tempat lain, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo diajak Presiden Jokowi satu mobil bersama.

Momen saat Ganjar dipanggil Paspampres untuk masuk ke mobil Presiden RI menjadi perhatian sejumlah warga. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mendampingi Presiden Joko Widodo saat kunjungan kerja di Jawa Tengah, terlihat canggung saat hendak memasuki mobil Presiden.

“Kode keras lagi kah, pak @ganjarpranowo semobil lagi dengan pak @jokowi. Lucu juga lihat pak Ganjar canggung gitu – mungkin antara sungkan atau salah paham – gak ngeh kalau udah ditunggu di mobil sama Pak Jokowi,” cuit pengunggah video @jr_kw20 pada Senin (03/10/2022).

Dalam video terlihat Jokowi sudah berada dalam mobil berplat Indonesia. Mobil Jokowi tampak dikelilingi oleh anggota Paspampres. Kemudian, dari arah lokasi acara terlihat Ganjar berjalan menuju mobil tersebut.

BERSPONSOR

Seorang anggota Paspampres terlihat membukakan pintu bagi Ganjar yang langsung menunduk sebagai bentuk hormatnya kepada Jokowi sebelum masuk ke dalam mobil.

TERKAIT  Paracetamol Sebabkan Gagal Ginjal pada Anak?

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin mengatakan kalau Jokowi memang mengajak Ganjar satu mobil untuk bisa bersamaan ke tempat acara. Adapun agenda yang dihadiri keduanya ialah Groundbreaking Wavin Manufacturing Indonesia di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

“Tadi Presiden mengajak Gubernur Ganjar Pranowo dalam satu mobil dari helipad menuju tempat acara dan sebaliknya, dari tempat acara ke helipad,” kata Bey Machmudin.

Sebelumnya, di NasDem Tower, Ketua Umum Partai NasDem beserta Pengurus DPP Partai NasDem, tampak sepakah dan bersorak begitu Surya Paloh memutuskan Gubernur DKI Anies Baswedan menjadi Capres 2024.

BERSPONSOR

Penetapan Anies memunculkan berbagi pendapat mulai dari dosen fakultas komunikasi UI, Ade Armando hingga KPK.

Ade Armando yang sempat diissuekan mendukung Anies karena paling bepeluang menang di Pilpres 2024, menegaskan tetap tidak akan mau mendukung dan satu kapal dengan Anies Baswedan yang dianggapnya gagal sebagai pemimpin.

Sementar dari KPK menegaskan, mereka tidak takut dituduh melakukan kriminalisasi jika harus menetapkan Gubernur DKI itu terlibat kasus dugaan korupsi pada Formula E.(berbagai sumber)

 

- Advertisement -

EditorĀ  : Mahadi Sitanggang

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU