spot_img

Filsafat dalam Batak Toba (2)

NINNA.ID – Selain dari filsafat-filsafat yang telah diuraikan sebelumnya, masih banyak lagi filsafat dalam Batak Toba yang sudah jarang terdengar disampaikan para sesepuh. Semisal, TIHAS SOTARPABUNI yang mengandung makna sesuatu perlakuan yang tidak baik yang pernah dilakukan oleh nenek moyangnya berdampak kurang baik ke generasinya. Kejadian itu bisa saja disebabkan perlakuan tidak senonoh yang pernah dilakukan nenek moyangnya yang menimbulkan luka psikis yang tidak bisa disembunyikan lagi.

Ada juga filsafat berbunyi BUGANG NASO HATALITALIAN yang mengandung makna seseorang yang mengalami penderitaan yang sangat luar biasa, dalam ungkapan peribahasa Indonesia kita kenal dengan “Sudah jatuh tertimpa tangga”.

Beberapa istilah – istilah lain yang yang bermakna dalam kehidupan Batak Toba seperti HAROBURAN yang mengandung arti Hamatean (Kematian), kemudian HUTORU NI SITUMANDOK yang artinya kuburan. Ada juga istilah AEK SILUMALLAN yang mengandung arti seseorang meninggal karena tenggelam.

Untuk menggambarkan penderitaan karena penyakit, dikenal NGENGE SIGUDDAL yang mempunyai arti penyakit kusta dan cacar. Kemudian HUDERA artinya penyakit diare.

Ada lagi istilah MARONDINGONDING DOLOK yang mempunyai arti jenazah yang akan dikuburkan.

Selanjutnya ada MARSIULAK HURUMA yang mengandung makna, ada roh yang menumpang ke tubuh seseorang, dan biasanya roh ini mampu memberitahu kejadian – kejadian terdahulu melalui orang yang ditumpanginya tersebut. Kemudian ada lagi istilah MARTAREGAS yang mempunyai arti manortor, namun bukan tortor yang biasa kita tapi berhubungan dengan roh.

TERKAIT  Tahapan Ritual Mandudu (VI)

Ada lagi istilah PASARIRAHON yang mengandung arti menabalkan roh yang datang ke tubuh seseorang yang selama ini mungkin dianggap roh jahat, tapi setelah ditelusuri ternyata roh yang membawa berkat sesuai dengan keyakinan suku Batak.

Ada lagi istilah yang berbunyi PARALAMAT SARI MATANDANG yang mempunyai arti seseorang yang dapat membaca tanda-tanda alam yang sesuai dengan kepercayaan suku Batak. Bagi yang seseorang yang dapat memperhatikan dan mengartikan gerak-gerik alam atau hewan biasa disebut MANGITTE. Ada juga istilah MANGULPUK yang mempunyai arti seseorang yang mendapat sebuah ilham dan menurutnya petunjuk tersebut harus dilaksanakan. Jika tidak dilakukan, besar kemungkinan malapetaka akan datang melanda.

Kemudian ada juga istilah PARSOBAN BOTARI yang mengandung arti seseorang lumayan lama mendapatkan jodoh. Istilah secara umum sering didengar sebagai Panglatu. Ada lagi istilah MARNIPI ARIAN yang mempunyai arti seseorang yang mendapatkan musibah tiba-tiba yang tidak disangka sangka. Berbeda dengan MARNIPI TORUS yang mengandung arti seseorang yang ketika tidur suka mengigau. Semua aktivitas yang dilakukan pada siang hari dibicarakan pada saat dirinya tidur, di bawah alam sadarnya.

 

Penulis : Aliman Tua Limbong
Editor    : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU