spot_img

Film Pendek Sebagai Ajang Promosi DSP Danau Toba

SAMOSIR –  Dalam rangka promosi Destinasi Super Prioritas (DSP) Danau Toba, perlu sesuatu yang menguatkan potensi lokal kawasan ini. Salah satunya dengan memproduksi film yang kreatif tentang cerita daerah atau destinasi wisatanya. Selain sebagai ajang promosi, tentunya program ini akan melahirkan sineas-sineas lokal yang berkualitas.

Untuk mewujudkan itu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia c.q Direktorat Musik, Film, dan Animasi mengadakan workshop dan pendampingan Produksi Film Pendek, di Hotel JTS Parbaba, Kabupaten Samosir, Senin kemarin.

Workshop dan pendampingan produksi ini disiapkan untuk peserta dari DSP Danau Toba yang telah lolos melalui tahapan seleksi, yaitu Rumah Karya Indonesia. Adapun tema yang diangkat tentang “Anak Danau” dengan sutradara Ori Semloko.

Sebelumnya, Ori telah bersaing dari 20 komunitas/film maker terpilih  untuk mendapatkan fasilitasi dari Direktorat Musik, Film dan Animasi Deputi Bidang Ekonomi dan Produk Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

Linda Suryani, Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Musik, Film dan Animasi Deputi Bidang Ekonomi dan Produk Kreatif mengharapkan pendampingan ini akan menghasilkan produk yang benar-benar sesuai dengan yang diinginkan.

“Intinya adalah mempromosikan kekuatan pariwisata ataupun ekonomi kreatif, baik itu dari cerita daerah atau destinasi wisata khususnya DSP Danau Toba,” jelas Linda dalam Workshop  itu.

Bagi sineas muda yang belum mendapatkan kesempatan  atau fasilitas ini, disarankan mengajukan rencana gagasan yang berhubungan erat dengan peningkatan wisata Danau Toba melalui Badan Pelaksana Otorita Danau Toba.

Sisi yang diangkat tentang alam, pertanian, destinasi atau apapun dalam rangka bersama-sama membangun DSP Danau Toba.

“BPODT bertugas untuk memperjuangkan promosi wisata Danau Toba. Jika usulan itu disiapkan dengan matang oleh sinies muda dari kawasan Danau Toba, pasti akan dibantu oleh BPODT, setelah melalui evaluasi,” terang Siswanto Sinambela Kepala Divisi Pemasaran Pariwisata Nusantara Badan Pelaksana Otorita Danau Toba.

TERKAIT  Bersama ASPPI, Pariwisata Samosir Kreatif dan Inovatif
Film Pendek
Usai Workshop produksi fim pendek Danau Toba di Pangururan Samosir.(Foto:febe)

Sangat beruntung, perencanaan dan tema “Anak Danau” yang diangkat RKI mampu bersaing dengan filmmaker seluruh Indonesia. Kesempatan yang sangat langka juga diperoleh dengan mendapatkan pelatihan dan pendampingan langsung dari Sutradara Film Nasional yang terkenal di tanah air, Emil Heradi.

Adapun karya yang disutradarainya antara lain berjudul Night Bus pada Tahun 2017 dan berhasil memenangkan Piala Citra untuk Film Cerita Panjang Terbaik di Festival Film Indonesia 2017.

Emil Heradi juga dinominasikan di FFI 2017 untuk kategori sutradara terbaik. Film tersebut juga ditayangkan di beberapa festival film luar negeri. Emil juga menyutradarai seri web Pretty Little Liars Indonesia pada tahun 2020.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Samosir Dumosch Pandiangan dalam kesempatan yang sama, memberikan rekomendasi spot-spot yang tentunya dapat mengangkat destinasi wisata Kabupaten Samosir melalui produksi film pendek di Kabupaten Samosir.

 

Penulis   : Febe
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU