NINNA.ID-“Jangan buang waktumu untuk memikirkan cara mengalahkan para Raksasa, gunakanlah waktumu untuk menjadi Raksasa” kutipan dari Velisia Sitanggang, Presdir Indonesian Diaspora Network of Americas yang juga penggagas Festival Pulang Kampung yang akan diadakan pada 1-3 Maret 2024 di Samosir.
Ia mengatakan tiap daerah di 8 Kabupaten di Kawasan Danau Toba memiliki kelebihan masing-masing yang bisa dijadikan sebagai kekuatan. Misalnya Samosir punya keunikan yang tidak dimiliki Toba. Toba juga memiliki kekuatan dan keunikan yang tidak dimiliki Samosir.
Festival Pulang Kampung ini juga mengundang delapan bupati di Kawasan Danau Toba yang diharapkan bisa hadir untuk diskusi.
Di antaranya Vandiko T Gultom Bupati Samosir, Ir. Poltak Sitorus Bupati Toba, Dosmar Banjarnahor Bupati Humbang Hasundutan, Radiapoh Hasiholan Sinaga Bupati Simalungun, Eddy Berutu Bupati Dairi, Franc Bernhard Tumanggor Bupati PakPak Bharat, Cory Sriwaty Sebayang Bupati Karo, dan Drs. Nikson Nababan Bupati Tapanuli Utara.
Rangkaian Acara
Di hari pertama, delapan bupati Kawasan Danau Toba diharapkan bisa hadir dalam sesi diskusi pada 1 Maret 2024 di Hauma Lounge, Pelabuhan Ajibata. Acara diskusi ini akan menghadirkan Dani Rahadian M sebagai pembawa acara. Imelda Budiman Diaspora Indonesia dari Washington DC sebagai moderator.

“Kami percaya bahwa dengan dukungan pemerintah, kami dapat membawa festival ini ke tingkat yang lebih tinggi dan menjadikannya perayaan global budaya dan masyarakat Indonesia. Festival ini tidak hanya membawa manfaat ekonomi tetapi juga meningkatkan diplomasi budaya dan memperkuat hubungan antara Indonesia dan diasporanya,” harap Velisia kepada delapan bupati di Kawasan Danau Toba.
Acara diskusi ini tidak terbuka kepada umum. Akan tetapi untuk acara di hari kedua yakni 2-3 Maret terbuka untuk umum. Akan tetapi pada 3 Maret ada biaya yang dikenakan kepada peserta.
Di hari kedua, acara diadakan di Ronggur Ni Huta, di Kampung Halaman Velisia Sitanggang, Rajawali Resort, Ronggurnihuta, Samosir.
Panitia akan menghadirkan para ahli kuliner, kerajinan tangan dan pertanian untuk pertunjukkan dan aka nada sesi tanya jawab. Acara ini direncakan dimulai pukul 10.00 pagi.
Di hari ketiga yakni 3 Maret ada acara hiburan, fashion show, gala dinner yang direncanakan menggunakan Kapal Phinisi. Acara ini dijadwalkan sore hari.
Velisia berharap “Festival Pulang Kampung” menjadi perayaan tahunan yang membuat para perantau melepas rasa rindu terhadap kampung halaman. Kenangan membawa pikiran hanyut kepada ketenteraman dan kasih di masa lalu yang menyenangkan.
“Festival ini menjadi bukti cinta abadi terhadap tanah leluhur kita. Ini jadi kesempatan bagi orang menikmati kampung halaman, tempat mereka dilahirkan dan dibesarkan, atau di mana keluarga mereka tinggal selama beberapa generasi,” jelas wanita yang tinggal di Amerika Serikat tersebut.
Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga



