Samosir, NINNA.ID-Suasana budaya dan sastra kembali hidup di Sumatera Utara. Festival Penulis Danau Toba (Lake Toba Writers Festival/LTWF) 2025 akan digelar dalam waktu dekat ini selama tiga hari di Sumatera Utara, khususnya di Samosir.
Hari pertama dari rangkaian acara akan diselenggarakan di Ruang Serbaguna Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (USU), Medan. Dua hari berikutnya akan diadakan di Hotel Rogate di Samosir.
Festival yang digelar mulai 10-13 September mendatang ini menghadirkan para penulis, penyair, akademisi, jurnalis, seniman kreatif, serta pecinta budaya dari Indonesia dan mancanegara.

Tahun ini, tema yang diangkat adalah “Lingkungan (Alam, Budaya, Sosial Ekonomi) dan Identitas (Etnis, Nasional, Global)”, yang mencerminkan keunikan Danau Toba sebagai destinasi super prioritas dan warisan budaya dunia.
Pendiri Indonesia Wise sekaligus inisiator festival, Amol Titus, menegaskan bahwa LTWF bukan sekadar ruang literasi, tetapi juga panggung kolaborasi untuk pelestarian budaya Batak, promosi pariwisata berkelanjutan, hingga pemberdayaan generasi muda.
“Dengan dukungan semua pihak, festival ini diharapkan menjadi bagian tetap dari kalender budaya dan sastra Indonesia maupun Asia Tenggara. Kami menantikan momen menyapa Anda dengan salam tradisional Batak – Horas!” ujarnya.
Agenda Festival
Festival dibuka dengan upacara adat Batak dan penghormatan khusus kepada sastrawan besar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.
Hari pertama acara di Medan juga diwarnai sesi sastra dalam tiga bahasa (Inggris, Indonesia, Batak), eksplorasi identitas dalam karya-karya kontemporer, hingga pertunjukan musik dan tari berdasarkan balada Danau Toba.
Selanjutnya, pada 12–13 September, rangkaian acara berlanjut di Pulau Samosir, tepatnya di Rogate Beach Hotel, Simanindo.
Sejumlah diskusi menarik akan digelar, mulai dari sastra regional, puisi kontemporer, jurnalisme, hingga eksplorasi inspirasi Kaldera Toba UNESCO Global Geopark.
Festival juga memberikan penghormatan kepada tokoh dunia seperti William Wordsworth, sekaligus menampilkan Opera Batak sebagai bentuk pelestarian kesenian yang hampir punah.
Malam terakhir akan ditutup dengan acara barbeque dan koktail perpisahan di tepi Danau Toba.
Literasi, Budaya, dan Pariwisata
Sejak perdananya pada 2023, LTWF konsisten membawa pesan keberlanjutan. Festival ini dikenal karena program CSR berupa sumbangan buku untuk perpustakaan lokal, penguatan kapasitas bahasa di sekolah dan universitas, serta dukungan bagi penulis muda dan UMKM lokal.
Bagi masyarakat, festival ini bukan hanya pesta literasi, tetapi juga undangan untuk mencintai alam Danau Toba dan kearifan budaya Batak melalui tulisan, dialog, dan pertunjukan seni.
Informasi lengkap mengenai tiket, partisipasi, dan sponsor dapat diakses melalui laman resmi: www.laketobawritersfestival.com.
Penulis/Editor Damayanti



