NINNA.ID-Perkembangan ekspor karet dan kakao Sumatera Utara dari sisi volume cenderung meningkat. Pada 2019, ekspor karet mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu menjadi 0,75 juta ton atau mengalami peningkatan sebesar 9,03 persen, ungkap Publikasi Statistik Perusahaan Sumatera Utara yang dikutip 26 Januari 2023.
Peningkatan signifikan terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 152,74 persen dibandingkan dengan tahun 2019, atau menjadi 1,14 juta ton. Hal tersebut dipengaruhi oleh produksi karet yang peningkatan yang signifikan di tahun 2020 bila dibandingkan dengan 2019.
Ekspor Kakao
Kakao merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Kakao juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup penting sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas.
Indonesia merupakan negara produsen dan eksportir kakao terbesar ketiga dunia setelah Ghana dan Pantai Gading.
Dari sisi volume, ekspor biji kakao pada tahun 2019 mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun 2018 yaitu sebesar 24,26 ton atau mengalami penurunan 40,97 persen.
Peningkatan ekspor biji kakao sangat signifikan terjadi pada tahun 2020 yaitu sebesar 403,96 ton dibandingkan dengan tahun 2019, atau meningkat sebesar 1.565,16 persen. Peningkatan ekspor biji kakao tersebut terjadi pada bulan Desember 2020.

Produk dari Karet dan Kakao
Karet merupakan salah satu sumber daya alam yang paling berharga dan digunakan secara luas.
Sol dan tumit sepatu kebanyakan terbuat dari bahan karet. Lapisan bawah karpet dan perabotan Anda mungkin mengandung karet busa. Bagian yang elastis pada pakaian kemungkinan dibuat dari karet.
Di rumah, kemungkinan memiliki karet gelang, penghapus karet, dan lem yang mengandung karet.
Kasur dan bantal juga kebanyakan terbuat dari produk karet.
Secara keseluruhan, menurut The World Book Encyclopedia, jumlah jenis produk karet yang diproduksi berkisar antara 40.000 hingga 50.000 macam.
Apa yang membuat karet begitu berguna? Karena karet tahan lama, tahan panas, elastis, tahan air, kedap udara, dan dapat meredam guncangan. Perhatikan juga ban yang digunakan untuk sepeda, kendaraan bermotor, atau pesawat udara.
Karena terbuat dari karet, ban tidak cepat aus akibat terus-menerus bersentuhan dengan jalan, juga tidak terbakar karena gesekan terus-menerus.
Bila mobil menerjang genangan air, kita tidak perlu takut ban mobil kita akan menjadi lembek dan membusuk; juga tidak akan keropos.
Karet tidak hanya mencegah air masuk ke dalam ban tetapi juga mencegah agar tekanan udara di dalam ban tidak merembes ke luar.
Lagi pula, seraya mobil melaju, kesanggupan karet untuk meredam guncangan pada ban membantu melindungi Anda agar tidak terantuk-antuk di jalan. Memang, tanpa karet, para pabrikan akan sulit untuk memproduksi ban.
Untuk kakao, terdapat berbagai jenis produk yang bahan utamanya dari kakao. Khususnya produk makanan cokelat.
Pada paruh kedua abad ke-19, orang Swiss mengembangkan proses yang menghasilkan cokelat yang lebih bermutu.
Dalam proses ini, yang dikenal sebagai conching, adonan biji kakao giling dimasukkan ke antara cakram-cakram porselen untuk dihaluskan selama berjam-jam, menghasilkan cokelat yang sangat lembut dan lumer di lidah.
Para ahli cita rasa menyatakan bahwa cokelat yang terbaik diproses tidak kurang dari 72 jam.
Banyak pengusaha yang pintar, seperti Hershey, Kohler, Lindt, Nestlé, Peter, Suchard, dan Tobler—nama-nama yang mungkin Anda kenali dari bungkus atau kotak cokelat dewasa ini—memainkan peranan penting dalam industri cokelat, baik dengan merancang mesin-mesin yang lebih efisien atau dengan meningkatkan mutu resep-resep cokelat.



