Ekonomi Sumut Melambat di Kuartal Ketiga, Daya Beli Masyarakat Melemah

BERSPONSOR

NINNA.ID-Pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada kuartal ketiga 2025 melambat menjadi 4,55% (year on year). Angka ini turun dibanding kuartal kedua yang tumbuh 4,69%.

Salah satu penyebab utama perlambatan ini adalah melemahnya sektor konstruksi, yang hampir tidak tumbuh selama dua kuartal terakhir. Sektor ini hanya tumbuh 0,02% di kuartal kedua dan 0,01% di kuartal ketiga, menandakan rendahnya belanja pemerintah akibat pengetatan anggaran.

Di sisi lain, industri pengolahan sedikit membaik dengan pertumbuhan 4,11% pada kuartal ketiga. Kenaikan ini terutama didorong oleh meningkatnya permintaan terhadap produk turunan kelapa sawit, baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor.

LAHAN DAN PABRIK SAWIT
Minyak kelapa sawit dan pengolahan ikan menjadi produk utama dari industri makanan di Sumatera Utara (foto: istimewa)

Namun, jika dilihat secara keseluruhan sepanjang tahun 2025, sektor industri pengolahan masih berjalan di tempat dibanding tahun lalu.

BERSPONSOR

Sektor pertanian, perdagangan besar dan eceran, serta industri pengolahan memang naik sedikit, tapi belum cukup kuat untuk mendorong ekonomi daerah secara signifikan.

TERKAIT  Mengapa Reformasi Keuangan Penting bagi UKM?

Yang paling memprihatinkan adalah konsumsi rumah tangga, yang selama ini menyumbang lebih dari 50% terhadap PDRB Sumut.

Belanja masyarakat justru turun 0,26% secara kuartalan, dan melambat menjadi 4,69% secara tahunan dan kumulatif. Ini menunjukkan bahwa daya beli masyarakat benar-benar melemah.

Sebagai respons, pemerintah pusat dan daerah kemungkinan akan mengucurkan lebih banyak bantuan sosial untuk memulihkan konsumsi.

Bantuan yang sedang berjalan antara lain beras, minyak goreng, dan uang tunai, dengan kemungkinan tambahan bantuan tunai ke depan.

Namun, langkah ini hanya bersifat jangka pendek. Pemerintah belum menyentuh solusi jangka panjang untuk memperkuat daya beli dan menggerakkan ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Melihat kondisi sektor usaha di Sumut, kinerja pada kuartal keempat diperkirakan akan stagnan — tidak jauh berbeda dari kuartal ketiga 2025.

Penulis: Benyamin Gunawan
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU