SAMOSIR – Ditantang warganya berdebat, Bupati Samosir Vandiko Gultom berdalih, sekarang waktunya bekerja bukan berdebat lagi. Jawaban itu disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Samosir, Imanuel Sitanggang.
Imanuel Sitanggang yang dikonfirmasi ninna.id terkait adanya tantangan warga Samosir, Ambrin Simbolon kepada Bupati Samosir mengatakan siap berkomunikasi dengan pimpinan untuk merespon tantangan debat terbuka itu.
“Saya akan coba bicarakan sama pimpinan, namun yang pasti bupati udah sampaikan kemarin, bahwa saat ini fokus bekerja bukan berdebat lagi,” kata Imanuel saat dihubungi.
Dari Imanuel Sitanggang ternyata adanya tantangan debat terbuka dari Ambrin Simbolon itu tetap menarik perhatian Vandiko Gultom. Terbukti dalam beberapa kali kesempatan kepada media, kata Imanel, Bupati Samosir Vandiko Gultom menegaskan saat ini memilih untuk fokus untuk bekerja dari pada memikirkan tantangan debat terbuka seperti perhelatan Pilkada.
Sementara itu, Ambrin Simbolon telah resmi melayangkan surat kepada Pemerintah Kabupaten Samosir dalam hal ini kepada Bupati Samosir, Vandiko Gultom.
Surat itu dimasukkan ke Sekretariat Pemkab Samosir, Selasa (25/10/2022), didampingi beberapa rekannya. Dalam surat itu menyampaikan beberapa point tentang debat terbuka.
“Benar, kami sudah melayangkan surat dan mempertegas untuk berdebat dengan bupati, dan saya akan menggunakan hak demokrasi saya sebagai rakyat untuk berbicara terhadap bupati,” tegasnya.
Ia berharap debat bisa dilakukan dihadapan masyarakat Samosir sekaligus disaksikan oleh media, supaya masyarakat Samosir tahu tentang janji janji politik Bupati Samosir Vandiko Gultom selama dua tahun terakhir ini.
Sebelumnya ramai jadi pembicaraan, Ambrin Simbolon anak muda Samosir yang tinggal di Kecamatan Ronggur Ni Huta mengundang sekaligus “menantang” Bupati Samosir untuk Debat Terbuka, karena dinilai tidak mampu memenuhi janji-janji politiknya.
Kepada Ninna.id, Jumat 21 Oktober 2022, Ambrin menyampaikan, niatnya menantang Bupati Samosir, Vandiko Gultom karena menurutnya, Vandiko Gultom sebagai Bupati Samosir tidak membawa perubahan di Kabupaten Samosir seperti tagline saat kampanye dulu.
“Saya siap berdebat bang, kami anak anak muda punya data tentang kondisi Kabupaten Samosir dan itu yang akan saya sampaikan jika tantangan debat kita ini diterimanya,” katanya.
Bahkan, menurutnya pembangunan di Kabupaten Samosir di era pemerintahan Vandiko Gultom turun dari pemerintahan sebelumnya. Oleh karena itu, ia berharap tantangan ini bisa diterima. Dan, untuk waktu dan tempat biar ditentukan oleh Bupati Samosir, Vandiko Gultom.
Akan tetapi, jika seandainya tantangan debat terbuka tidak diladeni, Ambrin tetap berusaha mencari waktu Bupati Samosir, Vandiko Gultom supaya tetap membuka waktunya dan mendengarkan aspirasi masyarakat dan anak anak muda Samosir.
“Yang pasti dengan surat terbuka ini saya ingin mengajak bapak Vandiko Gultom selaku Bupati Samosir untuk melakukan debat terbuka terkait pemenuhan janji janji politiknya, sekaligus mengevaluasi kinerja bapak dari segala aspek dan kebijakan selama kurang lebih dua tahun kepemimpinannya,” tegas Simbolon.
Disamping itu, ia mencatat gagalnya penetapan P-APBD belum lama ini mencerminkan kegagalan pemerintah saat ini dalam mengolah birokrasi sebagai kepala daerah
“Intinya, tidak ada kepentingan apapun selain publik dan masyarakat Kabupaten Samosir bisa memahami kinerja kepala daerah mereka sejauh ini. Dan, dari jiwa kesatria bapak sebagai bupati samosir saya harap bapak bisa menerima permohonan ini dari rakyat bapak,” pungkasnya.
Penulis : Jogi S
Editor : Mahadi Sitanggang



