Disparekraf Simalungun Latih Pengelola Homestay di Desa Wisata Agar Lebih Profesional

BERSPONSOR

Parapat, NINNA.ID-Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif atau Disparekraf Simalungun menyelenggarakan pelatihan kepada para pengelola homestay di beberapa desa wisata yang ada di Kabupaten Simalungun.

Pelatihan yang berlangsung pada Selasa hingga Kamis 28-30 November 2023 ini diikuti oleh sekitar 40 peserta. Kegiatan ini diadakan di Hotel Grand Tamaro Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Simalungun.

OMBANG SIBORO
Ombang Siboro, CEO Batu Hoda Beach Samosir, memaparkan materi tentang keunggulan bisnis homestay (foto: istimewa)

Disparekraf berharap para pengusaha atau pengelola homestay dapat lebih profesional dan berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Selain itu, sasaran lain yang ingin dicapai Disparekraf Simalungun yakni para peserta memahami karakteristik pelayanan, memahami standar homestay yang berlaku di Indonesia dan negara-negara ASEAN, serta memahami pengelolaan homestay yang profesional.

BERSPONSOR

Ombang Siboro, CEO Batu Hoda Beach Samosir, dalam pemaparan materi menjelaskan alasan mengapa desa wisata perlu menyediakan homestay.

Setidaknya ada empat manfaat di antaranya meningkatkan perekonomian di desa, membuka lapangan kerja di desa, membangun kebersamaan di desa, serta melestarikan budaya dan alam di desa.

Secara permodalan, bisnis homestay pun menguntungkan karena rendah investasi, tidak dibutuhkan keahlian khusus atau tinggi untuk mengelolanya, rendah teknologi karena berbasis alam dan manusia. Yang paling dibutuhkan untuk bisnis homestay yakni upaya menata untuk memoles agar memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri.

TERKAIT  Sopir Ambulans: Yosua Tergeletak Berlumuran Darah, Dadanya Bolong

Selain Ombang Siboro, hadir pula pemateri lain Dosen Poltekpar Medan Agustinus Denny, Ketua DPD IHSA Sumut Patrick Lumbanraja serta Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Simalungun, Dian Pratiwi.

BERSPONSOR

Para Peserta

40 peserta yang ikut di antaranya berasal dari Pengelola Homestay Desa Wisata Kampung Warna-Warni, Pengelola Homestay Mandiri di sekitaran Parapat, Pengelola Homestay Desa Wisata Sait Buttu, Pengelola Homestay Desa Wisata Karang Anyar.

Selain pemaparan materi, pelatihan juga diisi dengan kegiatan berbagi pengalaman.

Di antaranya kendala yang dihadapi para pengelola homestay di sekitaran Parapat dan di Kampung Warna-Warni pada umumnya adalah masalah tempat parkir karena rata-rata rumah yang difungsikan jadi homestay berhadapan langsung dengan jalan raya atau tidak punya lahan parkir.

- Advertisement -

Akibatnya, para pengelola kebanyakan menerima tamu yang mengendarai roda dua.

Dua solusi yang ditawarkan oleh pemateri yakini pengelola homestay Kampung Warna-Warni dapat bekerjasama kepada klub-klub motor atau roda dua. Selain itu, mereka dapat mencarikan pihak ketiga yang mau bekerjasama menyediakan tempat parkir.

Penulis: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU