spot_img

Replika Ikan Mas Raksasa

Dilirik Sutradara America Diabaikan di Simalungun

SIMALUNGUN – Pernah melintas ke Desa Sipolha dan melihat bangunan menyerupai ikan mas? Bagi yang suka touring di Simalungun di kawasan Danau Toba, pasti pernah melihat bangunan ini. Penampilan gedung ini cukup mencolok dan menyita perhatian pengguna jalan. Panjang bangunan sekitar 20 meter dan tinggi 10 meter. Bagian ekornya saja mencapai 8 meter.

Bangunan ini sampai menarik perhatian seorang sutradara film dokumenter asal America dalam filmnya ‘The Act of Killing”. Namun di Simalungun, selama ini malah terkesan diabaikan.

Bangunan Ikan Mas Sipolh
Bangunan Ikan Mas Sipolha dari kejauhan.(foto:damayanti)

Ikan Mas ini dekat dengan Penatapan Parapat. Jika kamu dari arah Siantar sebelum terlihat Danau Toba, perhatikan posisi sebelah kanan sampai kamu melihat simpang tiga, ada papan arah penujuk jalan menuju Desa Sipolha, Tiga Ras atau Simarjarunjung, ikuti ruas jalan itu.

Berpuluh tahun bangunan ini terlantar. Namun, akhir tahun 2021, bangunan ini kembali dicat berwarna menyerupai ikan mas oleh pria Marga Gultom.  Menurut isu, bangunan ini akan dijadikan rest area. Namun, pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap kunjungan wisatawan, membuat pengelola belum mengoptimalkan pembenahan.

Bangunan ikan mas kuning
Bangunan Ikan Mas setelah dicat oleh seorang bermarga Gultom di akhir 2021.(foto;ist)

Beberapa narasumber mengatakan replika ikan mas ini dibangun oleh Djabanten Damanik semasa dia menjabat sebagai Bupati Simalungun. Rencananya dijadikan sebagai restoran dan akan didirikan penginapan di sekitar. Akan tetapi, rencana hanya sekadar wacana. Sejak dibangun sekitar tahun 1997 hingga tahun 2020, bangunan ini belum pernah difungsikan sama sekali. Lebih dari 20 tahun bangunan ini terlantar.

TERKAIT  Jaket Balap Jokowi Edisi Terbatas, Hanya untuk Presiden

Sekitar Oktober 2021, bangunan ini tampak berbeda. Bangunan ini dicat kembali oleh Gultom. Meski berniat untuk mengelola bangunan ini, pengelola belum melanjutkan aktivitasnya. Jika kamu kesini, kamu hanya akan melihat bangunan ini kosong. Tapi setidaknya kamu bisa berfoto di dalam maupun di luar bangunan. Pemandangan di sekitar juga bagus. Ada perkebunan di sekitar. Ke depan menghadap langsung ke Danau Toba.

Jika kamu berniat menuju Bukit Sipolha, kamu bisa singgah kemari sekadar untuk istirahat sebentar dan berfoto. Belum ada kutipan untuk masuk ke sini. Biasanya, ada para petani setempat yang mengerjakan lahan sekitar seperti kopi, mangga, dan tanaman keras lainnya.

Pintu masuknya berbentuk mulut ikan yang menganga. Di dalam ada 2 bagian, atas dan bawah. Di dalam terdapat 24 jendela. Rumah ikan ini kosong dan bagian-bagian di dalamnya rusak, tembok, jendela dan bagian lainnya.

Film “The Act of Killing” karya Joshua Oppenheimer itu pertama kali diputar di Toronto International Film Festival pada September 2014 dan berhasil membuahkan penghargaan. Sangat disayangkan, walau menjadi perhatian dunia cinema internasional ternyata tidak menjadikan bangunan Ikan Mas ini menjadi semakin populer.

 

Penulis    : Damayanti Sinaga
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU