Di Pariwisata, Jangan Kerja Sendiri dan Bagi-Bagi Itu Penting!

BERSPONSOR

Parapat, NINNA.ID-Untuk sukses menjual paket wisata kita tidak bisa bekerja sendiri dan bagi-bagi itu penting, ujar Ketua Himpunan Pramuwisata Sumatera Utara, Kus Endro, kepada para peserta pelatihan pramuwisata yang diselenggarakan oleh Bakti BCA bulan ini.

Kus Endro menjelaskan di bisnis pariwisata seorang pengusaha tidak bisa jalan sendirian untuk menyukseskan bisnisnya. Banyak pihak terlibat. Terkhusus saat menjual paket wisata.

Misalnya: jika seorang pengelola hotel mendapatkan tamu yang dibawa seorang pemandu, dia perlu menunjukkan penghargaan kepada pemandu yang mendukungnya.

Atau saat pengusaha mempromosikan paket wisatanya, dia perlu menjanjikan serta memberikan imbalan kepada orang yang turut memberinya tamu.

BERSPONSOR

Contoh lebih jelas. Misalnya, jika seorang pemandu membawa rombongan tamu ke sebuah toko. Kemudian rombongan tamu membeli banyak oleh-oleh dari tokonya.

Sangat wajar untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada pemandu tersebut, pemilik toko membagi berapa persen laba kepada sang pemandu.

Sekalipun tidak ada kewajiban atau ketentuan mengikat secara tertulis demikian, kerelaan untuk berbagi akan memacu semangat para pemandu wisata untuk mendukung bisnis pengusaha tersebut.

Paket Wisata

BERSPONSOR

Kus Endro juga mengajak para peserta di Kampung Warna-Warni untuk mendesain paket wisata. Dimulai dari yang sederhana yakni menjual paket wisata di Kampung Warna-Warni.

Cakupan lebih luas yakni menjual paket one day trip Kawasan Parapat Sekitarnya. Misalnya, menawarkan kepada tamu-tamu di hotel untuk ikutan mengeksplor berbagai destinasi di Kawasan Parapat seperti mengunjungi Kampung Warna-Warni, Bukit Senyum, The Kaldera Nomadic Escape, Taman Kera Sibaganding, dan Pasanggarahan Bung Karno.

TERKAIT  Warna Rumah Pembawa Hoki di Tahun 2023 Menurut Pakar Feng Shui
Pemandu Wisata
Peserta pelatihan pemandu pariwisata Program Bakti BCA (foto : Damayanti)

Tidak hanya sekadar mendesain, para peserta pelatihan yang difasilitasi oleh BCA Bakti ini juga praktek di hari ketiga untuk menghitung waktu, melihat serta menguasai story telling tentang destinasi wisata yang dipasarkan.

program bAKTI BCA
Peserta pelatihan pemandu pariwisata Program Bakti BCA (foto: Damayanti)

Guna menyukseskan promosi dan penjualan paket wisata tersebut, dibutuhkan kolaborasi. Kolaborasi antar tim khususnya menjadi kunci sukses di bisnis pariwisata.

- Advertisement -
Program Bakti BCA
Peserta pelatihan pemandu pariwisata Program Bakti BCA (foto: Damayanti)

Selain Kus Endro, hadir juga Kepala Bidang Pengembangan Produk Pariwisata Simalungun, Dian Pratiwi, yang menghimbau para peserta pelatihan memanfaatkan program Bakti BCA.

“Jangan sampai orang luar terus yang cari makan di sini (Danau Toba). Padahal kita yang tinggal di sini hanya menonton. Kita pergi keluar cari kerja. Padahal di sini juga banyak peluang bisnis,” jelas Dian Pratiwi menyemangati para peserta untuk memanfaatkan pelatihan dari BCA tersebut.

Dikutip dari sebuah sumber, Organisasi Pariwisata Dunia PBB 2004 meyakini pariwisata dapat mengurangi kemiskinan dengan menciptakan bisnis pariwisata berukuran kecil dan sedang.

Seraya pariwisata menciptakan lapangan kerja baru, seharusnya industri ini dapat meningkatkan kesadaran orang akan lingkungan, kebudayaan, dan sosial.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU