spot_img

Desa di Samosir Ini Punya 18 Unit Homestay

SAMOSIR – Homestay merupakan suatu pilihan bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Untuk itu, daerah wisata perlu menyediakannya, seperti yang sedang booming di Kabupaten Samosir. Di negeri indah kepingan surga ini, banyak penyedia Homestay seiring dengan berkembangnya dunia kepariwisataan.

Salah satu tempat di Samosir yang memiliki banyak homestay, ada di Lumban Sinabang dan Lumban Sitohang, Desa Lumban Suhi Toruan, Kecamatan Pangururan.
Di sini kita dapat menemukan 18 unit homestay. 14 unit merupakan Ruma Bolon (rumah tradisional Batak Toba), dan 4 unit lagi merupakan bangunan rumah pada umumnya.

Data ini diberikan salah satu pemilik homestay yang juga sekaligus Ketua Kelompok Pengelola Homestay, Boyan Sitohang. Kepada ninnA, Boyan mengatakan homestay di desa ini sudah ada sejak 2021. Berawal dari tawaran Kementerian PUPR merevitalisasi rumah warga menjadi penginapan.

Homestay 3
Fasilitas di dalam homestay.(foto:ist)

“Untuk mendukung pariwisata di Samosir, khususnya di desa kami, Kementerian PUPR menawarkan bantuan membuat homestay,” ujar Boyan, Kamis (09/06/2022).

Tak hanya mendapat dukungan dari Dinas PUPR, Boyan mengungkapkan, kelompok mereka juga mendapatkan dukungan dari Kemenparekraf.

“Untuk fasilitas yang ada di dalam seperti tempat tidur, bantal, selimut, lemari, dan handuk dari Kementerian Pariwisata,” jelasnya sembari menunjukkan ke arah barang yang disebut.

Soal rate per malam, bro dan sista gak perlu khawatir, karena cukup bersahabat, yakni Rp400 ribu untuk 6 orang. Lebih dari jumlah itu, maka pihak pengelola hanya mengenakan biaya tambahan Rp30 ribu per orang, tapi belum termasuk sarapan pagi.

Menurut Boyan Sitohang, mereka telah menerima tamu penginap sebanyak lebih dari 700 orang, sejak libur akhir tahun 2021.

TERKAIT  Aek Situmandi, Menantang Nyali Pecinta Arung Jeram

“Karena tahun sebelumnya masih pandemi, jadi belum ada tamu. Dan tamu kita yang paling jauh masih dari Jakarta,” ujarnya sambil memperlihatkan buku tamu.

Homestay 2
Sejumlah tamu homestay.(foto:ist)

Dalam hal promosi, para pengelola di sini menggunakan sosial media agar usaha mereka diketahui banyak orang.

“Kami pakai sosial media seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan tempat kami, termasuk juga dibantu Media Sosial-nya desa,” jelas Boyan.

Boyan Sitohang mengharapkan pemerintah dapat kembali memberikan  dukungan kepada kelompok mereka.

“Kalau bisa sih akses jalan yang lebih baik, lalu plang di pinggir jalan agar tamu bisa gampang melihat, dan juga tambahan fasilitas di dalam homestay-lah,” harapnya.

 

Penulis  : Edward Limbong
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU