spot_img

Menilik Enam Rekomendasi UNESCO

Dasar Mengevaluasi Kaldera Toba Sebagai Global Geopark

NINNA.ID – Wakil Gubernur Sumatera Utara, Musa Rajekshah menegaskan pencapaian Kaldera Toba menjadi Unesco Global Geopark harus dipertahankan. Caranya dengan menindaklanjuti enam rekomendasi dari UNESCO. Terlebih sebentar lagi, tepatnya di Mei 2022, status Kaldera Toba sebagai Global Geopark akan dievaluasi.

“Sayang sekali rasanya bila tidak bisa dipertahankan,” kata Musa Rajekshah di hadapan Ketua Umum Badan Pengelola Toba Unesco Global Geopark (BP TUGG), Zumry Sultoni dan Ketua Harian, Mangindar Simbolon serta seluruh staf dan sekretariat BP TUGG dalam pertemuan, Selasa (29/3/2022) lalu.

Ketua Harian, Mangindar Simbolon menyampaikan, Unesco mengevaluasi status Kaldera Toba sebagai Unesco Global Geopark selama 4 tahun dan validasi pertama akan dimulai pada Mei dan Agustus 2024 mendatang.

Enam rekomendasi akan terus dikuatkan dengan upaya sungguh-sungguh dan mempergunakan waktu sebaik mungkin dan tentunya melibatkan semua stake holder serta dinas lintas sektor di Provinsi Sumatera Utara.

Mangindar juga menegaskan, pemerintah mulai dari pusat hingga daerah terus meyakinkan UNESCO, kalau kawasan Kaldera Toba memiliki kaitan geologis dan warisan tradisi yang sangat bersejarah dan merubah peradaban dunia. Sehingga, tugas untuk mempertahankannya bukan hanya tugas badan pengurus melainkan tugas semua pihak.

Berikut enam rekomendasi UNESCO yang harus dijalankan agar status Kaldera Toba sebagai Caldera UNESCO Global Geopark bisa dipertahankan.

  1. Mengembangkan hubungan antara warisan geologis dan teritorial lainnya (yaitu biotik alam, budaya, tidak berwujud) melalui interpretasi, pendidikan dan wisata. Melatih pemandu lokal, operator pariwisata dan masyarakat lokal dll tentang hubungan antara geologi dan ekologi untuk memungkinkan berbagi pengetahuan dengan pengunjung.
  2. Mengembangkan strategi kemitraan yang mencakup metodologi dan kriteria yang jelas untuk menjadi mitra, menguraikan perjanjian terkait dengan Geopark. Strategi kemitraan ini berlaku juga akomodasi, katering, penyedia transportasi, penyedia aktivitas dan produsen produk lokal, namun demikian tidak terbatas kepada bidang-bidang tersebut di atas.
  3. Memperkuat keterlibatan dalam kegiatan jaringan Geopark Global dan Jaringan Geopark Asia Pasifik yang mempromosikan nilai internasional wilayah melalui kemitraan dengan Geopark Global di bawah payung Geopark Global UNESCO (UUGp)
  4. Mengembangkan strategi pendidikan dengan bekerja sama dengan UGGp lain. Pengajaran geopark harus dilakukan di sekolah-sekolah di dalam wilayah geopark dan pengelolaannya harus memfasilitasi pengembangan program pembelajaran dan perangkat interaktif bagi siswa.
  5. Mengingkatkan strategi dan kegiatan pendidikan untuk memfasilitasi mitigasi bencana alam dan perubahan iklim di sekolah dan untuk penduduk setempat
  6. Memperkuat keterlibatan UGGp dalam studi penelitian, konservasi dan promosi penduduk asli setempat serta budaya dan bahasa mereka
TERKAIT  Sanggar Seni Budaya Tunas Kelapa, Berbuah Sampai ke Malaysia

Sebelumnya, sebagai bentuk keseriusan Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark (BP TCUGG) dalam menjalankan satu dari enam rekomendasi itu, Koordinator Badan Pengelola Toba Caldera Unesco Global Geopark (BPTCUGG), Bidang Edukasi dan Penelitian, Wilmar Simanjorang terus terjun ke sekolah-sekolah di seluruh kawasan Danau Toba.

Di Kecamatan Haranggaol, Kabupaten Simalungun, Wilmar Simanjorang menyampaikan, bidang yang dipimpinnya sangat intensif bertemu dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun untuk mensosialisasikan Geopark Kaldera Toba ke seluruh pelajar di Simalungun.

Beberapa sekolah yang sudah dikunjungi antara lain, SMP St Agustinus Haranggaol yang berada di Pantai Teluk Haranggaol dan SMP GKPS hingga SD di Haranggaol. Di sana Kaldera Toba serta sejarah letusan Gunung Api Toba dengan keaneka ragaman lingkungannya, diperkenalkan.

Tidak hanya di Simalungun, Wilmar juga menyambangi beberapa sekolah seperti SMP Negeri 1 Merek dan SD Panganbatan Kecamatan Merek. Lalu, hal yang sama juga dilakukannya di SD dan SMP di Tongging yang berada di bibir pantai Danau Toba dengan menjelaskan tentang keberadaan Kaldera Toba.

Sementara untuk Kabupaten Samosir, siswa dan siswi SD di Desa Cinta Damai Simanindo dan SMP 4 Simanindo telah disosialisasikan tentang keberadaan Kaldera Toba serta di Kecamatan Harian tepatnya di SD Siboro dan SD di Hutaginjang juga telah disosialisasikannya tentang Gunung Api Toba mulai dari letusan pertama dibahagian sebelah timur Danau Toba hingga letusan kedua di Haranggaol dan letusan Sibandang ketiga di selatan sampai pengangkatan Pulau Samosir dan Dolok Pusuk Buhit hingga terjadi Danau Toba beserta kaitannya kepada kehidupan aneka ragaman hayati dan peradaban bangsa Batak.

Salah satu siswa Johannes Limbong siswa SMP di Simanindo mengaku sangat senang atas pengetahuan baru tentang letusan gunung berapi Toba. Ia berharap, pelajaran tentang Gunung Toba bisa menjadi muatan lokal yang dipelajari di sekolah.

 

Penulis   : Jogi S
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU