Dari Danau Toba Kami Berseru: Tigaras Butuh Aksi, Bukan Janji

BERSPONSOR

Kepada Yth.
Bapak Gubernur Sumatera Utara,
Bobby Nasution
di Tempat

Yang Terhormat Bapak Gubernur,

Dengan penuh harap dan suara hati yang tulus, kami mengetuk pintu nurani Bapak untuk mendengar jeritan kecil dari sudut indah Sumatera Utara yang kini terabaikan: Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.

Di sanalah jalan menuju Pelabuhan Tigaras — gerbang utama penyeberangan ke Pulau Samosir — telah lama rusak parah.

BERSPONSOR

Setiap lubang di jalan bukan sekadar retakan pada aspal, tapi luka yang mencerminkan janji-janji pembangunan yang belum menyentuh bumi.

Setiap genangan air di musim hujan, akibat absennya parit di sepanjang ruas jalan, menjadi cermin lemahnya perhatian terhadap keselamatan dan kenyamanan rakyat.

VIA TIGARAS
Armada bus pariwisata juga sering melintasi akses via Pelabuhan Tigaras-Simanindo (foto: Damayanti)

Bapak Gubernur,
Kami tahu, salah satu dari lima misi besar Bapak dan Wakil Gubernur adalah menata infrastruktur, meningkatkan kemajuan pariwisata, dan memperkuat ketahanan pangan.

Namun bagaimana cita-cita luhur itu dapat benar-benar diwujudkan, jika jalan utama menuju salah satu simpul pariwisata dan ekonomi lokal di Danau Toba justru dibiarkan rusak begitu rupa?

Setiap hari, warga dan wisatawan melintasi jalan ini dengan cemas.
Henny Sinaga, seorang warga setempat, berkata lirih, “Setiap hari kami melewati jalan ini. Semakin parah saat hujan, menjadi licin dan berbahaya.”

Tania, wisatawan asal Medan, juga menyampaikan kekecewaannya, “Ini pertama kali saya ke Pelabuhan Tigaras, tapi akses jalannya sangat mengecewakan. Padahal Danau Toba destinasi wisata internasional.”

JALAN RUSAK DI TIGARAS3
Jalan menuju Pelabuhan Tigaras yang sempit juga sering dikeluhkan para pengendara (foto: Damayanti)

Bapak Gubernur, infrastruktur bukan hanya beton dan aspal.
Ia adalah urat nadi yang menghubungkan harapan rakyat dengan masa depan.

Ia adalah jembatan bagi anak-anak menuju sekolah, bagi petani mengangkut hasil panen, bagi turis mengecap keindahan, dan bagi pengusaha kecil seperti sopir Parisma yang saban hari membawa warga Samosir dan wisatawan dari Medan ke Samosir, melewati jalanan penuh risiko.

- Advertisement -

Padahal, sejak jalur Tigaras-Simanindo mulai diperbaiki sebagian, banyak operator angkutan seperti Sampri dan Parisma membuka trayek baru Medan–Samosir via Tigaras.

TERKAIT  Sadhguru Perkuat Positioning Bali sebagai Wellness Tourism Destination

Parisma kini menjalankan 5 hingga 7 armada setiap hari. Tapi setibanya di Desa Tigaras, sopir dan penumpang harus mengelus dada menghadapi medan yang berlubang, sempit, dan licin. Di mana rasa aman bagi mereka?

Bukankah Dishub Sumut juga tengah merumuskan strategi transportasi inklusif dan berkelanjutan, yang selaras dengan visi “Kolaborasi Sumut Berkah Menuju Sumatera Utara yang Unggul, Maju dan Berkelanjutan”?

Bukankah ada semangat 6A — Attractions, Accessibility, Amenities, Available Package, Activities, Ancillary Services — sebagai landasan pengembangan pariwisata daerah? Maka, bagaimana pariwisata Danau Toba bisa berkembang jika aksesibilitas ke Pelabuhan Tigaras justru menjadi momok?

Bapak Gubernur yang kami hormati,
Jika pariwisata ingin digerakkan, jika ketahanan pangan ingin diperkuat, jika kehidupan warga ingin dimuliakan — maka Tigaras butuh lebih dari sekadar janji. Ia butuh aksi nyata.

Ia butuh ketukan palu kebijakan, bukan deru ban kendaraan yang tercebur di kubangan.

Mari kita buktikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Utara tidak menutup mata terhadap desa-desa di pinggiran. Bahwa keindahan Tigaras, akses ke Samosir dan potensi Danau Toba tidak terhambat oleh jalan berlubang.

Kami tahu, banyak tugas berat Bapak Gubernur hari ini. Namun satu langkah Bapak di Tigaras, bisa menjadi lompatan besar bagi pariwisata, ekonomi, dan kehidupan warga di seberang Danau Toba.

Tigaras menunggu. Rakyat menunggu.
Kami menunggu.

Dengan hormat,
Damayanti Sinaga
Warga Sumatera Utara dan Jurnalis NINNA.ID
Atas nama warga dan pelaku pariwisata Kawasan Danau Toba

Jika Bapak berkenan, kami siap berdialog lebih lanjut untuk mencari solusi bersama. Karena kami yakin, Sumatera Utara akan lebih maju bila seluruh anak negerinya disapa dengan kasih dan dijangkau dengan pembangunan yang adil.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU