spot_img

Danau Toba Perlu Belajar dari Bali

NINNA.ID – Beberapa waktu yang lalu, saya mendapat kesempatan untuk mengunjungi Pulau Bali. Alasan utama keberangkatan saya ke sana adalah keberhasilan Bali dalam Kepariwisataannya. Keberhasilan itulah yang coba saya amati, barangkali ada sesuatu yang dapat dipelajari untuk diterapkan dalam pengembangan pariwisata di kampung halaman saya, Toba, khususnya Desa Tipang.

Melihat banyaknya program dan biaya yang digelontorkan oleh negara untuk membangun Pariwisata Kawasan Danau Toba, seharusnya sudah terlihat perkembangan signifikan di Kawasan Danau Toba.

Sebagaimana dapat kita lihat sendiri, Pariwisata seolah-olah enggan bergerak serentak di seluruh Kawasan Danau Toba.

Padahal, dengan tata kelola yang tepat, potensi-potensi pariwisata yang dimiliki Kawasan Danau Toba dapat menyumbangkan pendapatan yang signifikan.

Sebulan di Bali benar-benar membuka wawasan saya tentang kepariwisataan. Dalam kunjungan tersebut, saya melihat secara langsung apa saja yang ada di Bali, khususnya yang berhubungan dengan kepariwisataan. Tentu, banyak faktor pendukung keberhasilan Pariwisata Bali.

Dari dari perjalanan itu, beberapa hal yang menjadi catatan penting bagi saya adalah:
1. Bali telah lama menangkap momen kebangkitan pariwisata, sejak pertengahan abad -19,
2. Pengalamannya yang panjang dalam domestifikasi ptelah menjadi sebuah kesadaran di tengah-tengah masyarakat mereka,
3. Menyatunya elemen budaya dengan keyakinan, menjadi sebuah keunikan tersendiri,
4. Ada beberapa hal yang membuat Toba hampir tidak mungkin seperti Bali, yaitu singularitas kebudayaan dengan keyakinan, masyarakat Bali memiliki habitus (kebiasaan menjaga kebersihan, keteraturan, dan keramahan) yang memudahkan mereka mengembangkan pariwisata,
5. Meskipun Bali dan Toba memiliki faktor pembeda yang mutlak, Toba tetap dapat mengembangkan Pariwisata sesuai dengan karakternya sendiri,

TERKAIT  Perempuan Sebagai “Boru Ni Raja” dalam Budaya Batak Toba

Berdasarkan pengalaman tersebut, saya merangkum beberapa pelajaran penting yang mungkin bisa kita terapkan di Kawasan Danau Toba untuk memajukan Pariwisata, antara lain:

1. Toba perlu dan mampu, menciptakan momentum yang mendatangkan pengunjung dalam jumlah yang besar,
2. Untuk menyambut momen tersebut, Toba butuh SDM dan infrastruktur yang mendukung pariwisata,
3. SDM dan infrastruktur yang mendukung pariwisata inilah nantinya yang akan membangun Pariwisata Toba,
4. Para pemangku kepentingan Toba perlu diajak melakukan study banding ke Bali, minimal dua minggu untuk mengalami, mengamati, membandingkan dan mengadaptasi apa yang dapat diadopsi dari Bali untuk pengembangan Pariwisata Toba,
5. Pemerintah, swasta dan masyarakat perlu bekerjasama untuk mengakui kebudayaannya sendiri beserta aspek-aspeknya dalam tatanan kehidupan untuk menciptakan atmosfer yang sadar budaya yang sinkron dengan keyakinan beragama.

Di samping beberapa hal di atas, kita tetap dapat membangun Pariwisata Toba dari sektor individu maupun komunitas seperti yang terjadi selama ini.

Mari tetap membangun Pariwisata Toba berkelanjutan melalui gotong royong sesuai peran masing-masing, suatu saat, kita akan merasakan manfaatnya.

 

Penulis    : Gomgom Lumbantoruan
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU