NINNA.ID-Banyak travellers menyangka jika Danau Toba itu Parapat saja. Padahal bukan! Danau Toba itu melintasi delapan kabupaten sekaligus. Parapat itu hanya bagian kecil dari Danau Toba yang begitu luas.
Tapi alasan utama mengapa orang selalu beranggapan Danau Toba itu adalah Parapat karena Parapat dulunya merupakan destinasi paling populer. Banyak dikunjung oleh turis-turis mancanegara.
Banyak agen perjalanan menjual paket wisata Parapat sebagai andalan.
Selain itu, Parapat juga pusat dimana banyak kapal-kapal wisata berlabuh.
Gerbang utama yang menghubungkan wisatawan ke beberapa destinasi terkenal seperti TukTuk, Siallagan, Ambarita dan lainnya.
Jadi, jika Sobat beranggapan Danau Toba itu Parapat saja, itu keliru!
Ada delapan kabupaten yang dilintasi perairan Danau Toba yang disebut sebagai Kawasan Danau Toba.

Delapan Kabupaten tersebut di antaranya: Simalungun, Samosir, Toba, Karo, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi dan Pakpak Bharat.
Pemandangan Danau Toba di berbagai sisi bisa dibilang mirip. Ada yang sangat mirip sekalipun lokasi atau sudut pengambilan gambar berbeda.
Apakah Sobat sudah pernah mengeksplor delapan kabupaten di Kawasan Danau Toba ini?
Setidaknya, ada 4 kabupaten yang kerap menjadi destinasi favorit wisatawan dari jauh ke Danau Toba.
Empat di antaranya Samosir, Simalungun, Karo dan Toba.

Keempat ini sudah sejak dulu terkenal dan aksesnya paling dekat dengan pintu-pintu masuk berupa bandara-bandara maupun pelabuhan untuk wisatawan dari luar Sumatera maupun luar negeri.
Geopark Kaldera Toba
Akan tetapi, delapan kabupaten yang melintasi Danau Toba menjadi satu-kesatuan disebut Geopark Kaldera Toba.
Gelar Geopark disematkan kepada Kawasan Danau Toba oleh UNESCO pada 2 Juli 2020.
Dengan demikian, di manapun Sobat sedang melintasi dua atau lebih kabupaten di Danau Toba, bro dan sista bisa bilang,” Saya sedang berada di Geopark Kaldera Toba”.
Atau bisa juga katakan,” Saya lagi mengelilingi Kawasan Danau Toba”.
Untuk menyebut lokasi spesifik, bro dan sista bisa lihat di peta. Misalnya, bro dan sista lagi di Pantai Bebas Parapat, bisa katakan, ”Saya lagi di Parapat, Danau Toba”.
Seandainya kita berada di Humbang Hasundutan dan main di salah satu pantai di sana pun bisa lakukan hal yang sama, ”Saya lagi di Humbang Hasundutan, Danau Toba”.
Selama bro dan sista berada di 8 kabupaten ini, bisa akui “Saya lagi di Danau Toba”. Danau Toba itu bukan hanya di Kabupaten Toba. Bukan pula di Parapat saja.
Danau Toba ada di seluruh kabupaten yang melintasi Danau Toba.
Anak-anak touring yang suka berkelana di Kawasan Danau Toba pasti menyadari tahun-tahun belakangan ini terdapat sejumlah baliho, banner, spanduk, atau tulisan “Geopark Kaldera Toba” di banyak tempat.
Destinasi wisata yang dibangun Pemerintah dan diawasi oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dinamai “The Kaldera Nomadic Escape” sengaja menonjolkan kata Kaldera untuk gelar Danau Toba itu sendiri.
Geopark artinya Taman Bumi. Sebuah Taman Bumi Global atau Global Geopark merupakan area terpadu dengan warisan geologi yang sangat signifikan di dunia.
Kaldera adalah fitur vulkanik yang terbentuk dari jatuhnya tanah setelah letusan vulkanik.
Singkatnya, Geopark Kaldera Toba merupakan Taman Bumi yang memiliki fitur vulkanik yang perlu dilindungi dan diwariskan.
Dilindungi dan diwariskan karena objek ini dianggap sudah sangat langka ditemukan di dunia. Maka harus dilindungi.
Dengan demikian dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Setujukah para travelers, Geopark Kaldera Toba yang berada di 8 kabupaten ini harus dilindungi dan diwariskan?
Share tulisan ini jika kamu setuju dengan ninnA. Mari kita lindungi warisan ini!
Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga



