spot_img

Danau Sidihoni Cocok Untuk Pecinta Ketenangan

SAMOSIR – Danau ini terletak di Kecamatan Ronggur Nihuta, Kabupaten Samosir. Jarak dari Kota Pangururan hanya 8 kilometer. Tempatnya di ketinggian dan masih tergolong sepi dikunjungi. Danau Sidihoni atau yang dikenal danau di atas danau ini, sangat cocok untuk para pecinta ketenangan.

Danau Sidihoni menyajikan pesona alam yang sangat indah, dengan perbukitan hijau dan deretan pohon-pohon pinus. Jauh dari keramaian, sekitaran danau ini sangat cocok untuk berkemah. Keindahan tempat ini sudah sering diabadikan oleh pasarangan prewedding.

Berada di punggung Pulau Samosir, dari danau ini terlihat bentang Danau Toba dari Timur sampai ke Barat. Jadilah tempat ini salah satu titik terindah menikmati sunrise maupun sunset.

Kerbau yang sering digiring gembala untuk minum ke tepian danau ini, menjadi momen yang ditunggu traveler. Kerbau menjadi model yang sering diajak untuk berfoto, sebagai pelengkap keindahan alam di pedesaan.

Ada kisah turun temurun yang dipercaya warga sekitar Danau Sidihoni. Konon, air danau itu bisa berubah warna menjadi kecoklatan hingga kemerah-merahan. Perubahan warna air dipercaya sebagai pertanda, ada peristiwa di sekitar Danau Toba atau nasional. Semakin menuju warna merah, biasanya akan terjadi tragedi yang menimpa sesama anak bangsa Indonesia.

TERKAIT  Spot Foto dari Sini Seolah Dekat Awan, Walau Bukan Negeri di Awan

Danau Sidihoni bisa diakses melalui dua rute perjalanan. Pertama dari Tomok ke Pangururan dengan jarak tempuh kurang lebih 38 kilometer. Dari sini butuh jarak tempuh 8 kilometer lagi hingga ke Sidihoni.

Rute kedua dari Tomok menuju Aek Natonang. Perjalan dari sini  seolah membelah Pulau Samosir. Melewati hutan kayu namun tidak perlu khawatir, karena tidak ada binatang buas di hutan-hutan Pulau Samosir. Anda bisa mengikuti petunjuk jalan ke Danau Sidihoni atau sembari berinteraksi, jangan malu bertanya dengan penduduk lokal.

Danau Sidihoni tampaknya belum menjadi destinasi wisata unggulan bagi Pemkab Samosir. Hal itu terlihat dengan kurangnya sarana transportasi ke sana. Ditambah lagi, belum ada sarana toilet umum atau gazebo untuk tempat bersantai traveler.

Disarankan juga membawa bekal makanan ringan dan air minum, karena masih jarang warga sekitar membuka usaha kuliner di sekitar danau. Setidaknya, Danau Sidihoni bisa menjadi pilihan para penyendiri untuk mendapatkan inspirasi di tengah keheningan yang indah.

 

Penulis  : Ardi Sitanggang
Editor     : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU