spot_img

Dampak Event Kelompok Wanita G20 di Danau Toba

NINNA.ID – Para pelaku jasa wisata di bidang perhotelan, travel agent, usaha mikro kecil menengah (UMKM) turut merasakan dampak event kelompok wanita G20 (W20) di Parapat, Simalungun.

Selama acara W20 yang berlangsung tiga hari 19-21 Juli di Danau Toba, tingkat hunian kamar hotel dan penginapan meningkat. Tidak hanya Hotel Niagara Parapat, hotel di sekitar juga memperoleh dampak.

Di Hotel Khas Parapat misalnya, sejumlah pejabat penting turut hadir mendukung acara W20 menginap di hotel BUMN ini. Zoelfitri, Manajer Hotel, menyampaikan sangat merasakan dampak event W20.

“Beberapa tamu VIP menginap di sini. Ada pejabat dari kementerian, Polri, TNI, Bupati Simalungun, Menteri Pariwisata, Menteri Marves, Kapolda dan jajarannya. Acara W20 sangat mendongkrak occupancy hotel dan makanan,” jelas Zoelfitri kepada Ninna, Selasa 19 Juli.

Manajer Hotel Parapat View, Budi Eka, juga mengatakan hal serupa. Acara W20 yang diselenggarakan di Parapat berdampak terhadap tingkat hunian kamar hotel.

Travel agent  dan industri perjalanan juga memperoleh manfaat dari event W20. Travel agent selama seminggu ini mendapat orderan untuk menjemput para delegasi dan tamu-tamu W20.

Selain perhotelan dan travel agent, para pelaku UMKM turut merasakan dampak acara W20, khususnya mereka yang berjualan di Pantai Bebas Parapat. Melalui Promosi Gerak Bersama Ekonomi Kreatif (Progresif) sejumlah pengusaha mengakui memperoleh manfaat.

Beberapa tenant yang meramaikan stand Pemkab Simalungun di antaranya: Tiara Bakery, Felix Cake, Mamio Food, Titi Kopi, Ransel Kopi, Winthie Kopi, D’collection.

“Cukup tinggi pengaruhnya, saking tingginya, kami jadi semangat untuk menjaga stand, apalagi selama akhir pekan,” ujar Roos Sitanggang, Owner Tiara Bakery.

Acara yang berlangsung selama 10 hari yakni pada 15-24 Juli, para seniman juga turut mengisi acara di Pantai Bebas dengan pentas musik dan tari-tarian. Ada atraksi seni budaya 8 kabupaten, door prize, kuliner dan pameran anak, dan kegiatan lainnya.

W20 Kadin Dialogue
Pada Rabu 20 Juli, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) menyelenggarakan Kadin Dialog yang membahas UMKM Perempuan di Niagara Hotel. Sejumlah narasumber dihadirkan di antaranya dari Kadin, Miss Universe Indonesia, Ketua Dekopi Sumut dan lainnya.

Dalam dialog tersebut ditekankan perlunya peran wanita sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia. Para wanita diharapkan dapat berkarir sebagai pelaku UMKM, meningkatkan pengetahuan mereka di bidang digital. Dengan demikian, pengetahuan digital tersebut mendukung bisnis mereka.

Sesuai tema W20, UMKM menjadi fokus karena wanita berpengaruh besar dalam pengelolaan rumah tangga. Selain itu,  peningkatan jumlah pengusaha UMKM merupakan salah satu strategi pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja baru dan menekan angka kemiskinan.

Sasaran Presidensi G20
Dalam dokumen G20 Pedia, disebutkan UMKM menjadi sasaran utama yang akan mendapat manfaat dari Acara Presidensi G20. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyebut gelaran G20 akan berkontribusi terhadap proyeksi peningkatan wisatawan mancanegara hingga 1,8 juta-3,6 juta.

TERKAIT  Peningkatan SDM Pramuwisata di Simalungun

Diharapkan ada 600 ribu-700 ribu lapangan kerja baru ditopang kinerja bagus sektor kuliner, fesyen, dan kriya. Selama rangkaian kegiatan G20, pemerintah berharap dapat melibatkan banyak pelaku UMKM dan menyerap tenaga kerja sekitar 33.000 orang.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Presidensi G20 akan menciptakan kontribusi US$ 533 juta atau sekitar Rp7,4 triliun pada produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Peningkatan konsumsi domestik hingga Rp1,7 triliun.

Menurut Menteri Koperasi dan UMK Teten Masduki, Presidensi G20 juga akan mendorong investasi pada UMKM dalam negeri, mengingat saat ini 80 persen investor global berasal dari negara- negara G20. Momentum ini akan menunjukkan keberhasilan Indonesia dalam sejumlah hal.

Bank Indonesia mengatakan UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia karena memberikan sumbangan signifikan khususnya dalam pembentukan produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja.

UMKM juga dipercaya memiliki ketahanan ekonomi yang tinggi sehingga dapat menjadi penopang bagi stabilitas sistem keuangan dan perekonomian. Namun demikian, pengembangan UMKM masih menghadapi berbagai kendala, salah satunya dari sisi akses keuangan.

Hal ini disebabkan oleh keterbatasan kemampuan UMKM untuk menghasilkan laporan keuangan yang menjadi alat utama lembaga keuangan menilai kelayakan kredit.

Sebagai respon atas kondisi tersebut, Bank Indonesia berupaya untuk memberikan kontribusi yang terbaik melalui kebijakan pengembangan UMKM dalam meningkatkan akses keuangan.

Selama event Progresif W20, Bank Indonesia menghadirkan para pelaku UMKM untuk promosi produk masing-masing, sosialisasi Bank Indonesia tentang digitalisasi pembayaran untuk pelaku jasa pariwisata dan UMKM di Danau Toba.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mencapai akselerasi pencapaian blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025. Meningkatkan dukungan, partisipasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap kebijakan serta inisiatif digitalisasi sistem pembayaran Bank Indonesia.

Meningkatkan awareness dan literasi pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap digital payment system dan digital economy serta pemahaman mengenai industri dan ekonomi di era masa depan.

Tren digitalisasi mempengaruhi sendi-sendi perekonomian, mendisrupsi fungsi-fungsi konvensional termasuk di sektor keuangan. Arus digitalisasi masuk secara deras ke Indonesia, dan akan semakin menguat di masa depan. Jika dirancang dengan benar, digitalisasi akan meningkatkan output perekonomian.

Namun, arus digitalisasi yang berlangsung tanpa kendali akan membatasi manfaat terhadap stabilitas makroekonomi dan inklusi ekonomi-keuangan dalam jangka panjang. Tanpa kredibilitas dan integritas yang memadai, kepercayaan masyarakat pada sistem keuangan akan tergerus.

Bagi Bank Indonesia, arus digitalisasi yang salah arah justru akan mendistorsi peredaran uang, serta mengganggu stabilitas moneter dan stabilitas sistem keuangan (SSK). Bank Indonesia merumuskan BSPI 2025 yang berorientasi penuh pada upaya membangun ekosistem yang sehat sebagai pemandu perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.

 

Penulis    : Damayanti Sinaga
Editor       : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU