Dalam Setahun, Kabupaten Simalungun Dapat Memproduksi 117.470 Ton Jeruk Siam

BERSPONSOR
NINNA.ID-Dalam setahun, Kabupaten Simalungun dapat memproduksi 117.470 ton jeruk siam. Daerah penghasil jeruk siam terbesar di Simalungun yakni Kecamatan Silimakuta mencapai 84.000 ton.
Jeruk siam atau jeruk keprok, durian dan pisang merupakan komoditas buah terbesar di Simalungun, ungkap Publikasi Simalungun Dalam Angka 2023 yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Simalungun baru-baru ini.
Belum lama ini, pegawai Dinas Pertanian Simalungun yang menjaga Paviliun Simalungun di Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) menyatakan jeruk merupakan komoditas buah terbesar di Simalungun.
Banyak orang mengira jeruk-jeruk yang beredar di Sumatera Utara berasal dari Kabupaten Karo. Tapi, ia dengan yakin menyatakan jeruk-jeruk yang beredar kebanyakan berasal dari Kabupaten Simalungun.
“Pusat penghasil jeruk terbesar itu di Simalikuta. Posisinya Simalikuta itu dekat dengan Kabanjahe, Merek. Memang kesana dijual. Makanya orang pikir itu hasil dari Kabupaten Karo karena disana diperdagangkan. Padahal itu dari Simalungun,” terang Hutasoit, Pegawai Dinas Pertanian Simalungun belum lama ini Ninna jumpai di PRSU.
Setelah jeruk siam, komoditas buah terbesar kedua yakni durian. Produksi durian mencapai 2.740 ton per tahun.
Produksi durian terbesar terdapat Kecamatan Silou Kahean dan Raya Kahean yaitu 460 ton. Komoditas buah terbesar ketiga yakni pisang. Produksi pisang mencapai 1.842 ton dan terbesar di Kecamatan Raya Kahean yaitu 266 ton.
Lobak Simalungun
Lobak dari Bumi Simalungun yang diklaim oleh pegawai Dinas Pertanian Simalungun rutin diekspor ke Jepang. (Foto: Damayanti)
Tanaman Sayuran
Kabupaten Simalungun juga memiliki tanaman sayuran selain komoditas buah-buahan.
Beberapa sayuran yang ditanam antara lain bawang merah, bawang putih, cabai, kubis, kentang, petsai, dan lainnya.
Luas panen tanaman sayuran yang paling sempit pada tahun 2022 adalah labu siam, yaitu sebesar 23 Ha dengan produksi 1.308 ton.
Labu raksasa
Labu raksasa di Bumi Simalungun (foto: Damayanti)
Padi Sawah
Disebutkan dalam publikasi BPS, Kabupaten Simalungun menghasilkan padi sawah sebesar 353.289 ton dan padi ladang 50.381 ton selama tahun 2022.
Itu artinya, Kabupaten Simalungun menghasilkan padi 403.670 ton selama tahun 2022.
Produksi padi sawah tertinggi berasal dari Kecamatan Tanah Jawa yaitu 46.179 ton dan Hutabayu Raja sebesar 46.112 ton.
Sedangkan beberapa kecamatan yang tidak memiliki  padi sawah antara lain Silimakuta, Pamatang Silimahuta, Purba, Haranggaol Horison, Dolok Pardamean, Dolok Silou, Dolog Masagal, Silou Kahean, Bandar Masilam, dan Bosar Maligas.
Sementara produksi padi ladang tertinggi berasal dari Kecamatan Purba yaitu sebesar 12.563 ton dan terendah dari Kecamatan Pematang Sidamanik sebesar 77 ton.
Tanaman bahan makanan lainnya antara lain jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, dan ubi jalar.
Dari jenis tanaman palawija ini, produksi jagung dan ubi kayu merupakan komoditi andalan di Kabupaten Simalungun.
Pada tahun 2022, produksi jagung sebesar 241.952 ton dengan tingkat produktivitas 59,61Kw/Ha dan ubi kayu sebesar 155.347 ton dengan tingkat produktivitas 329.45 Kw/Ha.
Penghasil jagung terbesar yakni Kecamatan Dolok Panribuan sebesar 25.109 ton dan yang terkecil adalah Kecamatan Ujung Padang sebesar 383 ton rata-rata rata produksi 54,80 kw/Ha.
Penghasil ubi kayu terbesar adalah Kecamatan Bandar Masilam sebesar 60.871 ton.
Jeruk Siam
Bupati Simalungun mengunjungi Paviliun Simalungun di PRSU (foto: Damayanti)
Tanaman Perkebunan Rakyat

Luas tanaman karet di Kabupaten Simalungun pada tahun 2022 sebesar 4.873,59 Ha dengan produksi 2.512,62 ton.

TERKAIT  40,21 Persen Penduduk Indonesia Gunakan Bahasa Daerah dengan Keluarga

Sedangkan untuk tanaman kelapa sawit mempunyai luas 35.107,70 Ha dengan produksi 411.076,27 ton.

Tahun 2022, Kecamatan Silou Kahean merupakan kecamatan yang memiliki luas tanaman karet terluas.

Luas tanaman karet yang menghasilkan di kecamatan ini mencapai 1.083,40 Ha.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU