Dalam Pertemuan BRIN di Samosir: Aktor Ekonomi Lokal Harus Diutamakan!

BERSPONSOR

Samosir, NINNA.ID-Dalam pertemuan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) banyak pihak menyerukan agar Pemerintah Kabupaten Samosir mengutamakan aktor ekonomi lokal.

Pertemuan yang diadakan di Aula Bupati Samosir pada Selasa 21 Mei 2024 menjadi sarana bagi para pelaku pariwisata memohon kepada Pemkab Samosir menunjukkan pihaknya menjalankan 10 fokus pengelolan Geopark Kaldera Toba.

Dalam website resminya yakni https://calderatobageopark.org disebutkan keterlibatan masyarakat Batak di Kawasan Geopark Kaldera Toba merupakan kunci keberhasilan menuju UNESCO Global Geoparks.

Sistem manajemen yang dituangkan dalam model pengelolaan Geopark Kaldera Toba ditujukan agar semua masyarakat lokal berperan dalam pertumbuhan ekonomi di Kawasan Geopark Kaldera Toba.

BERSPONSOR

Hal tersebutlah yang menjadi dasar BRIN mengundang para pelaku ekonomi di Samosir, berjumpa di Aula Bupati Samosir serta menindaklanjuti riset mendalam selama sekitar seminggu di Samosir.

“Penelitian ini ada kaitannya dengan UNESCO Geopark Kaldera Toba dimana salah satu dari 8 kabupaten adalah Kabupaten Samosir yang menjadi tujuan riset BRIN,” jelas Moral Abadi Girsang mewakili BRIN sebagai pembicara di acara tersebut.

Para perwakilan yang diundang menyetujui serta menyambut baik hal yang akan dilakukan oleh BRIN.

Pertemuan BRIN
Pertemuan BRIN dengan pelaku pariwisata Samosir diadakan di Aula Bupati Samosir pada Selasa 21 Mei 2024 (foto: Damayanti).

“Memang selama ini kami tidak pernah dengar dan tidak tahu tentang BRIN. Tapi karena Bapak (Moral) sebutkan tugasnya BRIN itu di bumi dan di akhirat. Jadi kami mau lihat apa yang akan dilakukan BRIN untuk Samosir,” ujar Daniel Manik mewakili pelaku pariwisata khususnya sebagai pemilik restauran yang ada di Samosir.

BERSPONSOR
TERKAIT  KLHK Gelar Sosialisasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030 Sub Nasional Provinsi Sulawesi Tengah

Sejumlah peserta lainnya juga mempertanyakan keseriusan Pemkab Samosir dalam melibatkan aktor lokal dalam kegiatan-kegiatan pariwisata sebagai penyedia jasa dan produk.

Lainnya juga mengkritik keseriusan pemerintah untuk melindungi alam Samosir, masalah terkait sampah serta upaya untuk mencegah agar tanah adat di Samosir tidak jatuh ke tangan orang asing.

“Tamu-tamu yang datang ke homestay kami sering protes tentang banyaknya sampah yang mereka temukan selama liburan di Samosir,” jelas Susana Manihuruk, mewakili pelaku homestay di Samosir.

Dalam surat yang dibagikan Pemkab Samosir kepada para pelaku pariwisata disebutkan focus group discussion (FDG) untuk mengukur kontribusi destinasi super prioritas Danau Toba dan peran aktor ekonomi lokal terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa, rumah program ORTKPEKM TA.2024.

- Advertisement -

Pertemuan ini dihadiri oleh Asisten Perekonomian an Pembangunan Setkadab Samosir, Kepala Bappeda Litbang Samosir, Kepala Dinsospmd Samosir, Pelaku UMKM Kabupaten Samosir, Pedagang Souvenir Samosir, Pramuwisata Samosir, Pemilik Hotel, Pemilik Resaturan, Pekerja Seni Budaya dan pelaku ekonomi lainnya yang ada di Samosir.

Penulis: Damayanti Sinaga
Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU