Daerah Paling Rawan Bencana di Sumut, Taput dan Simalungun Masuk Daftar

BERSPONSOR

NINNA.ID-Daerah paling rawan bencana di Sumut di antaranya Nias Selatan, Nias, Nias Utara, Nias Barat, Mandailing Natal, Dairi, Tapanuli Utara, Gunungsitoli, Simalungun dan Tapanuli Tengah, ungkap Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut dalam publikasinya.

Bencana alam yang dicatat antara lain gempa bumi, banjir dan tanah longsor.

Kawasan Danau Toba yakni Kabupaten Tapanuli Utara dan Simalungun termasuk di dalam.
Kilas bencana alam di Taput. Pada 31 Januari 2020 sekitar pukul 03.00 WIB telah terjadi bencana tanah longsor di Desa Aek Siancimun, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput). Tanah longsor tersebut terjadi akibat hujan deras.

Tanah longsor menimpa satu unit rumah penduduk atas nama Kisar Lumban Tobing, mengakibatkan satu orang meninggal dunia atas nama Liberti Lumban Tobing yang berusia 12.

BERSPONSOR

Pada 1 Oktober 2022 tepat pada pukul 02.28 WIB gempa bumi mengguncang beberapa kecamatan di Kabupaten Taput dengan kekuatan 6,0 SR yang di ikuti dengan gempa susulan yang masih dapat dirasakan sampai 7 Oktober 2022.

Gempa bumi ini menyebabkan kerusakan bangunan rumah penduduk, rumah ibadah, gedung perkantoran, infrastruktur jalan/jembatan, ambruknya tanggul sungai Aek Sigeaon di Kecamatan Sipoholon, dan beberapa saluran irigasi.

Kilas bencana alam di Simalungun. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Simalungun mencatat ada sebanyak 40-an peristiwa bencana alam yang terjadi wilayah tersebut pada sepanjang tahun 2020.

Dikutip dari data InaRisk (2019), bencana yang terjadi di Kabupaten Simalungun diantaranya bencana berupa gempa bumi, tanah longsor dan banjir bandang. Akan tetapi, data tersebut tidak menunjukkan frekuensi bencana paling dominan di daerah ini, tetapi hanya menunjukkan jumlah jiwa terdampak akibat bencana dari total populasi penduduk Kabupaten Simalungun.

BERSPONSOR
TERKAIT  Sedang Viral, Netizen Penasaran dengan Agama dan Profil Tyna Ratu

Bencana gempa bumi mendampak sekitar 44 persen populasi penduduk Kabupaten Simalungun, banjir sekitar 14 persen, tanah longsor 2 persen dan banjir bandang hanya sekitar 1 persen.

Kilas bencana di Nias. Nias diguncang gempa tektonik di penghujung tahun 2020. Hasil analisis Badan Meteorolgi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 5,2. Kepulauan Nias diguncang gempa bermagnitudo 6,2, pukul 00.04 WIB, Selasa pada 2 November 2021

Pusat gempa berada pada koordinat 0,19 LU dan 96,58 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 130 km arah barat daya, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada kedalaman 16 km. Pada 2022 juga terjadi gempa di Nias.

Gempa mengguncang daerah Nias Selatan pada Senin 14 Maret 2022 pada pagi hari. Gempa pertama terjadi dengan kekuatan magnitudo 6,9 pada pukul 04.09 WIB. Kemudian gempa kedua atau gempa susulan berkekuatan magnitudo 6,0 pada pukul 04.38 WIB.

- Advertisement -

Dalam Global Assessment Report on Disaster Risk Reduction 2022, laporan terbaru yang dikeluarkan oleh UNDRR, disoroti tentang bagaimana sistem tata kelola dapat berkembang untuk mengatasi risiko sistemik di masa depan dengan lebih baik.

Banjir Lumbanjulu 2
Puing-puing rumah warga yang diterjang banjir tersisa di tepi sungai/(foto:asmon)

Di dunia yang padat dan saling terhubung saat ini, dampak bencana semakin menyebar ke seluruh geografi dan sektor, karena pandemi penyakit virus corona (COVID-19) dan perubahan iklim semakin jelas. Meskipun ada kemajuan, penciptaan risiko melampaui pengurangan risiko.

 

 

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU