Cerita Tanda Sirabun di Desa Dosroha yang Belakangan Menjadi Tanda Rabun

BERSPONSOR

NINNA.ID-Pernah melewati Desa Dosroha Kecamatan Simanindo Samosir dan lihat nama tempat Tanda Rabun? Pasti banyak yang penasaran mengapa nama lokasi tersebut bahkan nama pantai di sana disebut Pantai Tanda Rabun?

Berikut kisah dibagikan oleh salah satu orang tua yakni Pak Charles Sjibat di Sosor Nangka, Desa Dosroha.

Dulu, adalah Boru Sijabat berselisih dengan Boru Simarmata. Boru Simarmata mengklaim bahwa juma (baca: ladang) yang dia kerjakan adalah ladangnya. Akan tetapi Boru Sijabat dengan penuh keyakinan menyebut ladang tersebut adalah ladang miliknya.

“Aha ma tanda na molo juma i punam?” tanya Boru Simarmata (baca: Apalah tandanya kalau ladang itu milikmu?”

BERSPONSOR

“Bereng ma adong di si tanda sirabun panutunganku,” balas Boru Sijabat (baca: Lihatlah di situ ada tanda abu api bekas pembakaranku).

Bukti adanya tanda sirabun di lokasi tersebut, Boru Simarmata tidak bisa mengelak bahwa ladang tersebut adalah milik Boru Sijabat.

Belakangan, cerita tanda sirabun ini dijadikan nama lokasi tersebut menjadi Tanda Rabun. Awalan “Si”sengaja dihilangkan agar tidak terdengar kasar bagi para pendengar.

Maka sejak itu orang-orang di kampung menamai lokasi tersebut Tanda Rabun.

BERSPONSOR
Homestay di Huta Sosor Nangka
Papan Nama Tulisan Homestay di Huta Sosor Nangka (foto: Damayanti)

Menyediakan Homestay
Tidak hanya terdapat Pantai Tanda Rabun, Desa Dosroha ini memiliki deretan homestay yang siap menerima tamu. Adalah Huta Sosor Nangka yang memiliki sejumlah homestay.

TERKAIT  Program Fam Trip Simalungun Buat Poltekpar Medan “Wow”

Tak hanya Homestay di Huta Sosor Nangka ini saja yang menarik. Kepedulian para perantau terhadap huta ini juga tidak kalah menarik.

Huta (baca: kampung) ini memiliki homestay dengan warna yang seragam, tertata baik, dan bersih. Selain itu, warga juga ramah menerima siapapun yang datang ke huta ini.

Menurut cerita yang dibagikan Pak Charles Sjiabat, pengelola homestay di Sosor Nangka, para perantau sangat peduli dengan huta ini.

- Advertisement -

Bahkan, biaya untuk membuat beton halaman Huta Sosor Nangka merupakan bantuan dari para perantau. Para donaturnya rata-rata berprofesi sebagai pengusaha.

Homestay di Sosor Nangka
Homestay di Sosor Nangka (foto: Damayanti)

“Sempat ada tawaran bantuan dari pemerintah untuk mengaliri air PDAM ke huta ini. Tapi kami tolak. Karena sudah lebih dulu halaman ini dibeton dengan bantuan dana dari para perantau. Kami gak mau bikin para perantau kecewa. Masa iya sudah dibeton bagus halaman ini, dirusak lagi karena bantuan aliran air PAM?” terang Pak Charles.

Buat bro dan sista yang penasaran dengan homestay atau dimana lokasi Tanda Rabun, dari arah Tomok, bro dan sista menuju arah Simanindo. Di sebelah kanan ada Pantai Tanda Rabun. Sebaliknya, di sebelah kiri ada Huta Sosor Nangka yang memiliki sejumlah homestay.

Homestay di Sosor Nangka
Keadaan toilet di Homestay Huta Sosor Nangka (foto: Damayanti)

Buat bro dan sista yang ingin menginap di homestay ini, dapat menghubungi Pak Charles di nomor HPnya 081360669961.

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU