spot_img

Cemilan Ini dari Toba, Ada yang Semakin Sulit Ditemukan

NINNA.ID – Kawasan ini termasuk dari Destinasi Super Prioritas Unggulan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Selain alamnya yang sangat indah, di kawasan ini ada banyak jenis kuliner, baik itu jenis kuliner berat maupun yang ringan. Selain memang menjadi ciri khas daerah, ada kisah tersendiri dari cemilan itu. Bahkan, bentuk dan rasanya mengandung makna tersendiri di daerah setempat. Cemilan apa saja itu? Yuk jalan-jalan ke Kawasan Danau Toba.

Sesuai namanya, di kawasan danau masyarakatnya dominan dihuni suku Toba. Selain budaya dan makanannya yang spesifik, Toba juga memiliki jenis cemilan tersendiri. Jarang ditemui di tempat lain, bahkan di tempat asalnya sudah semakin sulit ditemui. Berikut ada tiga cemilan yang sangat akrab bagi masyarakat Toba.

1. Dolung Dolung

Dolung Dolung
Dolung-dolung (Foto/Ferindra)

Pernah menjadi primadona di zamannya, makanan khas asal Kota Parapat ini semakin sulit ditemukan. Padahal sempat terbangun brand, belum dari Parapat sebelum bawa dolung-dolung. Sekarang, lepat legit sebagai salah satu ciri khas Kota Parapat ini nyaris dilupakan.

Dolung-dolung Parapat termasuk kategori lepat dengan komposisi beras, gula merah dan kelapa. Penamaannya lebih spesifik seperti ombus-ombus Siborongborong, pohul pohul Samosir, lappet Toba dan lappet bulung Tele.

Salah satu keunikan lepat bulat bertekstur liat ini ada pada media pembungkusnya. Jika jenis-jenis lepat di kawasan Danau Toba dibungkus dengan daun pisang, hanya Dolung-Dolung yang dibungkus dengan daun bambu.

Dolung-dolung juga bukan sekadar makanan yang nikmat di lidah dan kenyang di perut. Ternyata, kue dolung-dolung ini awalnya dibuat melengkapi acara adat budaya Batak di sana. Penyajian dolung-dolung menjadi perekat antara pengetua adat dan pihak yang akan melaksanakan hajatan. Makanan ini dinikmati di tengah percakapan seputar hal-hal persiapan hajatan.

2. Tipa Tipa

tipa tipa
Tipa tipa (Foto/Riwanto)

Bagi orang Batak khususnya orang Toba tentu tidak asing dengan nama tipa tipa. Ya, tipa tipa adalah cemilan khas Batak Toba berasal Kabupaten Toba Sumatera Utara. Jajanan ringan berbahan beras ini menjadi ciri khas oleh-oleh dari Kecamatan Porsea. Teksturnya, persis seperti sereal gandum.

TERKAIT  Ayam Sorlet Khas Bakara, Bikin Ketagihan

Namanya, menggambarkan proses pembuatannya yang dalam bahasa Batak berarti ditimpa atau ditumbuk menggunakan lesung atau andalu dalam bahasa Batak.

Proses pembuatan cemilan ini masih bisa dijumpai di sekitaran daerah Porsea, tepatnya di Desa Patane. Salah seorang pemukim desa yang masih membuat cemilan ini ialah Ibu Sitorus.

Dari Ibu ini diketahui, kuliner tradisional Batak ini terbuat dari padi yang masih muda ataupun yang belum menguning. Padi muda direndam selama kurang lebih dari 24 jam, agar mendapatkan tekstur yang bagus. Setelah proses perendaman, padi kemudian ditiriskan lalu dimasukkan ke kuali untuk disaok (digongseng) hingga matang.

Setelah selesai proses penggongsengan, padi yang masih dalam kondisi panas kemudian dimasukkan ke andalu untuk ditumbuk agar kulit padi terpisah dengan biji beras yang sudah pipih. Inilah yang disebut tipa tipa. Agar kuliner asli dari tanah Batak ini layak dikonsumsi atau dijual, masih harus dipiar (ditampi), sehingga tidak ada lagi kulit padi.

3. Rondang

popcorn
Rondang (Foto/Stiruam)

Rondang, cemilan khas Batak Toba berbahan jagung ini bisa dikatakan sebagai popcorn, karena memang mirip. Perbedaan mencolok hanya pada kemasan saat disajikan, tidak seapik bungkus popcorn ala Barat.

Sejak lama, rondang ini telah menjadi buah tangan orang tua sepulang dari pesta adat Batak. Kebiasaan membeli jajanan rondang ini ternyata sudah berlangsung sejak era kolonial Belanda.

Sampai saat ini, rondang dapat ditemukan di setiap pesta orang Batak Toba, secara khusus di kawasan Danau Toba. Rondang ini biasanya dijajakan bersama dengan kacang tanah rebus atau kacang goreng.

Bahan rondang hanya jagung dan gula sebagai pemanis. Biasa dijajakan dalam dua pilihan, alami tanpa warna dan merah. Rondang atau popcorn Batak seperti tak terpisahkan dalam pesta orang Batak. Cemilan pelintas zaman itu tak tergantikan dengan beragam cemilan yang mulai dijajakan di lokasi pesta.

Penulis : Tim
Editor    : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU