spot_img

Bukit Singgolom Pasca Dikunjungi Raja Belanda

TOBA – Tepatnya bulan Maret 2020, kawasan Danau Toba kedatangan tamu tak biasa, Raja dan Ratu Belanda. Kedatangan Raja Belanda tersebut sangat menarik perhatian nusantara, terlebih masyarakat Toba karena Sang Raja berkunjung ke Bukit Singgolom di Kabupaten Toba.

Saat itu, Raja Belanda didampingi oleh putra daerah Toba,  yang kini menjabat sebagai Menko Marves Jenderal TNI Purnawirawan Luhut Binsar Panjaitan. Semakin meriahlah sambutan masyarakat Toba dengan tarian Tor-tor dan diulosi dengan kain ulos si Rara di Desa Siambat Dalan.

Bukan sekadar karena tamu itu seorang Raja, sehingga momen itu masih menarik dibahas hingga kini. Tapi, ada  percakapan tentang investasi dari negara kincir angin ke Danau Toba dalam kunjungan itu.

Di Toba, selain ke Desa Siambat Dalan yang masih asri dengan unsur desa adat dengan mempertahankan Rumah Batak, Sang Raja mampir ke Bukit Singgolom tidak jauh dari Desa Siambat Dalan.

Di situ, Sang Raja takjub dengan kawasan Danau Toba. Dan di situ pulalah terucap kepada Menko Marves, kalau Belanda akan membantu Kawasan Danau Toba melalui Investasi.

Lalu setelah satu tahun lebih kunjungan tersebut, apakah yang sudah dibenahi dari Bukit Singgolom ?

Track Jalan
Pembangunan track jalan ke Bukit Singgolom, Kabupaten Toba.(Foto:riwanto)

Pekerjaan skala mega memang tidak ada di sana. NINNA.ID hanya melihat ada pembenahan dengan membangun beberapa fasilitas. Track jalan beton telah dibangun untuk memudahkan kendaraan masuk ke lokasi wisata ini. Juga dengan monumen Bukit Singgolom, dan beberapa spot foto sudah disediakan.

TERKAIT  Tuan Nagani Paradise, Pilihan Baru Berwisata di Danau Toba
Singgolom Monumen
Monumen di Bukit Singgolom.(Foto:riwanto)

Lalu ada beberapa kios UMKM didirikan di sana, agar produk UMKM yang tersebar di Toba bisa dijangkau pengunjung. Salah satu warga yang menjajakan produk UMKM di sana mengatakan, bahwa produk UMKM yang mereka jajakan lumayan banyak diminati pengunjung. Mungkin juga karena harganya terjangkau.

“Baru beberapa bulan inilah kami, membuat produk UMKM di kios ini dan lumayan banyak laku juga. Kami juga bersyukur melalui tempat wisata ini kami punya pendapatan dan mencari rejeki di sini,” ujar inang Siahaan.

Selain pembenahan dengan melengkapi fasilitas pendukung pariwisata, kebersihan menjadi sorotan paling keras di Kabupaten Toba, setelah aktivis lingkungan menyoroti kurangnya perhatian masyarakat Toba atas sampah yang berserakan di tempat ini.

singgolom kebersihan
Perlu kesadaran bersama menjaga kebersihan di Bukti Singgolom.(Foto:riwanto)

Namun, sorotan keras ini juga memperlihatkan, saatnya orang Batak peduli dengan lingkungan sekitar. Terutama para pengelola dan penanggungjawab tempat wisata, agar lebih bijak mengelola sampah.

Kembali ke investasi dari negara kincir angin tersebut. Bagaimana menurut bro dan sista NINNA.ID?  Mungkinkah pembangunan yang ada di Bukti Singgolom sekarang bagian dari judul investasi Belanda ke kawasan Danau Toba?

 

Penulis   : Riwanto Tambun
Editor      : Mahadi Sitanggang

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU