BRI Dukung Pencapaian Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025

Samosir, NINNA.ID-Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2025 merupakan kebijakan Bank Indonesia (BI) di bidang sistem pembayaran pada era digital dalam rangka mendukung pembentukan ekosistem ekonomi dan keuangan digital yang kondusif.

Bank Indonesia merumuskan BSPI 2025 yang berorientasi penuh pada upaya membangun ekosistem yang sehat sebagai pemandu perkembangan ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.

BSPI ini akan mudah tercapai jika didukung oleh perbankan. Salah satu bank yang konsisten untuk meningkatkan digitalisasi pembayaran atau digitalisasi keuangan adalah BRI.

Transformasi digital BRI mempermudah transaksi, membuka rekening, hingga pembayaran non-tunai.

Peran ini mendukung target inklusi keuangan pemerintah Indonesia yang menargetkan 90 persen masyarakat memiliki akses keuangan pada tahun 2024.

Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan upaya-upaya peningkatan kapabilitas pemberdayaan itu tak terlepas dari salah satu aspirasi besar yang ingin dicapai perseroan pada 2025 yaitu menjadi Champion of Financial Inclusion.
Peran BRI

“Ketika inklusi keuangan mencapai 90 persen, sekitar 70 persen kontribusinya adalah dari BRI. Di mana kontribusi BRI itu mencapai 121,6 juta nasabah. Sedangkan pada 2023 target kontribusinya sekitar 65,4 persen dengan 107,5 juta nasabah,” ujar Sunarso dalam sebuah pernyataan ulang tahun BRI ke 128 Tahun.

BRI sebagai motor penggerak UMKM melalui akses pembiayaan mikro yang mudah dan terjangkau. Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) membantu pengusaha kecil berkembang, sekaligus memperkuat perekonomian desa.

BERSPONSOR
TERKAIT  Dalam Sehari Bali dan Lombok Diguncang Gempa Beberapa Kali
BRILink
Layanan BRILink yang juga turut mendukung kampanye pembayaran tiket online non tunai PT ASDP di Kawasan Danau Toba (foto: Damayanti)

Jumlah nasabah yang menerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terus meningkat. Pada Oktober 2024, BRI telah menyalurkan KUR sebesar Rp 158,60 triliun kepada 3,4 juta debitur.

Dukungan penyaluran kredit ini tidak hanya meningkatkan semangat masyarakat berwirausaha. Lebih pasti lagi, tingkat inklusi keuangan masyarakat turut meningkat.

Seiring dengan peningkatan inklusi keuangan, digitalisasi BRI juga turut meningkat, menjangkau komunitas pedesaan dan pelosok melalui layanan digital seperti BRImo dan Agen BRILink.

Saat ini, banyak masyarakat menggunakan aplikasi BRImo yakni aplikasi perbankan digital yang mengintegrasikan berbagai layanan, termasuk transfer, pembayaran tagihan, dan pembukaan rekening secara daring.

- Advertisement -

Selain itu, bagi mereka yang belum memiliki aplikasi BRImo, ada agen-agen BRILink yang memudahkan masyarakat yang tidak terlayani perbankan (unbanked) dan kurang terlayani perbankan (underbanked).

Peran dalam Interkoneksi dan Standar Nasional QRIS. Salah satu pilar penting dari Blueprint adalah penerapan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard), yang memungkinkan interoperabilitas pembayaran melalui kode QR di seluruh Indonesia.

Listra Pakpahan, Listra BRILink
Listra Pakpahan melayani pelanggan yang datang ke agen BRILinknya di pertokoan MMTC, Jalan Pancing, Kota Medan (foto: Damayanti)

BRI telah mendukung penuh implementasi QRIS dengan mengedukasi pedagang dan pelaku UMKM tentang penggunaan QRIS untuk pembayaran digital, mengintegrasikan QRIS dalam layanan BRImo dan jaringan Agen BRILink, memperluas penggunaan QRIS ke sektor informal, seperti pasar tradisional dan pedagang kaki lima.

Penulis/Editor: Damayanti Sinaga

BERSPONSOR

ARTIKEL TERKAIT

TERBARU